alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Menakar Golkar Tanpa Trah Soeharto
1 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b22728360e24bda4b8b4569/menakar-golkar-tanpa-trah-soeharto

Menakar Golkar Tanpa Trah Soeharto

VIVA – Siti Hediati Hariyadi atau yang dikenal Titiek Soeharto menjadi sorotan dalam jagad politik setelah mengumumkan keluar dari Partai Golkar. Politikus yang menjabat Wakil Ketua Koordinator Pratama Dewan Pimpinan Pusat Golkar itu memilih bergabung dengan Partai Berkarya.

Keluarnya Titiek dari Golkar menarik karena mengikuti jejak adiknya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Status Tommy di Partai Berkarya adalah ketua dewan pembina sekaligus ketua umum.

Berkumpulnya putra putri Soeharto di Partai Berkarya menandakan ruh pemimpin Orde Baru di Golkar sudah tak ada. Tommy sendiri sudah lama mundur dari Golkar. Sebelum mendirikan Berkarya, putra bungsu Soeharto itu menginisiasi Partai Nasional Republik untuk Pemilu 2014. Namun, gagal lolos verifikasi parpol.

Mundurnya Titiek sebenarnya bukan hal mengejutkan bagi internal Golkar. Sebagian kader Golkar sudah mengetahui rencana mundur Titiek sejak sebelum bulan Ramadan.

Tanpa trah Soeharto, Golkar pun menjadi perhatian. Figur Soeharto dikenal sebagai salah seorang tokoh perintis Partai Golkar. Pengaruh trah Soeharto diakui Wakil Ketua Koordinator Pratama yang juga kolega Titiek, Bambang Soesatyo alias Bamsoet.

Bagi Bamsoet, hengkangnya Titiek akan membuat Golkar kehilangan seorang politikus senior lantaran statusnya sebagai putri Soeharto. Apalagi, pendukung Golkar masih banyak yang mencintai Soeharto.

“Kami semua patut prihatin di Golkar, karena lagi kami kehilangan dukungan. Pendukung Partai Golkar itu masih banyak yang cinta Pak Harto," kata Bamsoet, Senin, 11 Juni 2018.

Suara sama disampaikan Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia. Figur Titiek dinilai punya ikatan sejarah, ideologis, bahkan biologis dengan tokoh paling berpengaruh dengan Golkar era Orde Baru yaitu Soeharto.

Bagi Doli, alasan mundur Titiek dari Golkar akan menjadi catatan. "Sebagai partai politik, Golkar yang lahir dari dan untuk rakyat sejatinya akan terus memperjuangkan rakyat," ujar Doli kepada VIVA, Selasa, 12 Juni 2018.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai keluarnya Titiek dari Golkar tak bisa disepelekan. Memang elektabilitas Golkar sulit digeser sebagai partai papan atas di Pemilu 2019.

Namun ada potensi suara yang tergerus. Penggemar Soeharto menjadi alasan peluang tergerusnya suara Golkar. Penggemar Soeharto ini melihat keberadaan trah Soeharto di Golkar.


Bagi dia, sejarah Golkar yang eksis selama Orde Baru dan besar sampai sekarang tak bisa dilepaskan dari jasa Soeharto.

"Ini enggak bisa dianggap remeh. Loyalis penggemar Soeharto itu masih punya memori, kenangan Orde Baru dan Soeharto masih punya suara ke Golkar," ujar Hendri kepada VIVA, Selasa, 12 Juni 2018.

Namun, di sisi lain, memang kenangan Soeharto sulit dijual kepada pemilih milenial yang punya angka besar di Pemilu 2019. Kendati demikian, seharusnya, Golkar bisa menjaga trah Soeharto di era pemilih sekarang.

"Ya, seharusnya dijaga karena tahun politik sekarang berat persaingannya. Apalagi dengan batas parliamentary threshold 4 persen," kata Hendri.

Golkar Must Go On

Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia menekankan keluarnya Titiek tak akan terlalu berpengaruh terhadap Golkar. Ia menekankan, Golkar saat ini dan ke depan harus benar-benar mandiri. "Maju mundurnya Golkar akan ditentukan sendiri oleh pimpinan dan kader partai," jelas Doli.

Doli menyebut Partai Golkar sejak era Reformasi punya ciri dan tak bisa dikaitkan dengan stigma serta pengaruh masa lalu. Transformasi Golkar sebagai partai politik yang punya ciri khas harus terkonsolidasi secara utuh.

"Kami tetap menghargai sejarah yang tak bisa kami pungkiri. Tapi, Golkar must go on, menatap masa depan politik, demokrasi, dan Indonesia yang lebih baik," ujar Doli.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional Median, Rico Marbun menyebut keluarnya Titiek berpeluang menggerus suara Golkar. Ia menilai keluarnya Titiek bertepatan dengan momentum transisi pergantian kepemimpinan Golkar. "Jelas keluarnya Titiek berpeluang menggerus suara Golkar," kata Rico kepada VIVA, Selasa, 12 Juni 2018.

Dia menganalisis pasca keluarnya tokoh-tokoh Golkar dengan membentuk partai sendiri, suara Golkar belum pulih. Hal ini merujuk hasil Pemilu Legislatif 2009 dan 2014, Golkar tersisih di posisi dua. Ia menyebut keluarnya Wiranto dengan membentuk Hanura, kemudian Prabowo Subianto mendirikan Gerindra, lalu Tommy Soeharto dengan Nasrep berpengaruh terhadap suara Golkar.

"Munculnya partai sempalan dari mantan tokoh, suara Golkar sampai sekarang belum benar-benar pulih lagi," ujar Rico.

Keputusan mundur dari Golkar harus membuat Titiek merelakan statusnya sebagai anggota DPR. Titiek lolos sebagai anggota DPR periode 2014-2019, dari daerah pemilihan Yogyakarta. Ia saat itu meraih suara tertinggi dengan menyisihkan incumbent yang juga Ketua DPD Golkar Yogya, Gandung Pardiman.

Titiek pernah masuk bursa ketua umum dalam Munaslub Golkar, akhir 2017 lalu. Saat itu, Titiek memilih mundur sehingga Airlangga Hartarto melenggang mulus menjadi Ketum Golkar secara aklamasi. Titiek juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum Golkar era kepemimpinan Aburizal Bakrie dan Setya Novanto.

Berkah Berkarya
Rico melihat kepindahan Titiek ini justru memberikan keuntungan bagi Berkarya. Ia melihat pergerakan partai besutan Tommy ini serius ingin menembus parlemen pada 2019.

Selain ada sejumlah nama tokoh senior di internal partai, ada mantan politikus Golkar seperti Priyo Budi Santoso yang diplot sebagai Sekretaris Jenderal DPP Berkarya. Belum lagi ada kabar putri sulung Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana juga akan merapat ke Berkarya.

"Berkarya serius. Tommy tak ingin kegagalan Pemilu 2014 terulang," sebut Rico.

Manuver Berkarya dengan mengandalkan trah Soeharto tak salah. Sebab sejumlah partai ada masing-masing trahnya. Ia menyebut PDIP ada trah Soekarno. Kemudian, Demokrat ada trah Susilo Bambang Yudhoyono yang terdapat pada Agus Harimurti Yudhoyono.

"Jadi kenapa tidak dengan trah Soeharto. Ini mungkin yang dipikirkan Titiek dan Tommy," ujarnya.

Namun, ia mengingatkan menjual kenangan Orba harus bisa menarik suara milenial. Saat ini, hampir setiap partai menargetkan merebut suara milenial. Bukan hal mudah bagi Berkarya bersaing dengan partai lain termasuk Golkar. "Tentu Partai Berkarya harus mampu merebut hati pemilih milenial. Pemilih yang tidak begitu familiar dengan nama Soeharto," tutur Rico. (umi)

https://www.viva.co.id/indepth/fokus/1045022-menakar-golkar-tanpa-trah-soeharto

Piye le?
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Pake takaran biar akurat bre :nyantai
malas gabung partai ini

banyak kalahnya
Di dalam tubuh Golkar itu banyak faksi-faksi. Para ellit di dalam faksi-faksi itu sekarang hanya menggunakan Golkar untuk meraih kekuasaan, kedudukan baik di dalam pemerintah pusat hingga daerah, demi kepentingannya sendiri dan kelompoknya, sudah bukan lagi demi kejayaan partai, bangsa dan negara.
Lolos nih berkarya
udah tau masih banyak loyalis soeharto tapi kenapa titiek atau trah soeharto yg lain kaga pernah dikasih panggung???

click bait bgt nm partai nya .plagiat golongan karya. keknya mw di subtitusi nih golkar. semoga ga ad orba lagi kedspan ngeri tau2 ilang
Kehilangan dukungan atau donatur maksudnya?
Bekarya = Golkar Perjuangan
Quote:


Baguslah, Indonesia ngga perlu gaya kepemimpinan Orba
Quote:


apa nggak sebaliknya breyh... emoticon-Bingung (S)

justru ane lihat PARTAI BRKARYA ini adalah GOLKAR YG ORIGINAL...! emoticon-shakehand





NO OFFENSE JUST MY OPINION... emoticon-Angkat Beer
Quote:


Oiya salah
Golongan Karya (bukan partai) menjadi Partai Golkar

Bekarya adalah golkar ori karena mengandung keturunan murni simbah
Quote:

pure blood. dari garis corvinus langsung..
Quote:


Kalo pk = pks emoticon-Leh Uga
fix golkar bakal mediokeremoticon-Ngakak


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di