alexa-tracking

KTT Donald Trump-Kim Jong Un dan agenda terselubung

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b223d97c1d770d1738b4594/ktt-donald-trump-kim-jong-un-dan-agenda-terselubung
KTT Donald Trump-Kim Jong Un dan agenda terselubung
KTT Donald Trump-Kim Jong Un dan agenda terselubung
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald J. Trump selama pertemuan puncak di Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018.
Ada sebuah misi yang tidak terlihat di sela pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Selasa (12/6/2018), yakni ekspansi ekonomi Amerika Serikat di Semenanjung Korea.

Optimisme atas hasil pertemuan bersejarah tersebut langsung diluapkan Trump lewat cuitan melalui akun Twitternya beberapa jam setelah pertemuannya dengan Kim, di Hotel Capella Singapura. Trump langsung mencuit pernyataan yang mengklaim beberapa kebijakannya mampu meningkatkan kinerja pasar saham AS.

"Pasar saham meningkat hingga 40 persen sejak pemilu, dengan nilai mencapai 7 triliun dolar Amerika," cuit Trump dalam akun Twitter pribadinya.

Pertemuan dua pemimpin negara yang kontroversial itu diyakini akan membuat kesepakatan ekonomi baru di tengah kondisi pasar negara-negara berkembang (emerging market) yang tengah bergejolak dan dominasi Tiongkok dalam lansekap perdagangan dunia.

Trump menjanjikan kesejahteraan dan investasi begitu sanksi Korea Utara dihapus dan Korea Utara (Korut) membuka diri kepada era baru.

Apabila menghasilkan kesepakatan damai, mau tidak mau AS bakal mencopot sanksi ekonomi yang menyelimuti Korut. Taipan AS tersebut menjanjikan "kekayaan" untuk Korea Utara dengan investasi perusahaan AS bermodel kapitalisme barat, termasuk inovasi teknologi dan bimbingan kewirausahaan dari Silicon Valley, menurut Geoffrey See, pendiri Choson Exchange dikutip CNBC, Rabu (14/6).

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, sebelumnya mengatakan bantuan pembangunan ekonomi kepada Korut akan diberikan jika mereka setuju untuk tidak melanjutkan program nuklirnya.

Diwartakan BBC, AS akan siap membantu agar Korut bisa mencapai kemakmuran yang setara dengan Korea Selatan. Dia mengatakan, Korut akan memiliki masa depan penuh perdamaian dan kemakmuran. Bahkan menyebut kemungkinan terjalinnya kemitraan antara AS dan Korut.

Di atas kertas, Korut dinilai memiliki beberapa sifat menarik bagi perusahaan asing. Terletak di tengah rantai suplai Asia utama yang mencakup Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang, Korut memiliki potensi besar bagi perusahaan yang ingin berekspansi di wilayah Asia Timur.

"Ada banyak potensi investasi menguntungkan dan sangat menarik di Korea Utara," kata Peter Ward, seorang peneliti di Seoul National University yang mempelajari Korea Utara, dikutip CNN.

Tidak bisa dimungkiri jika Korea Utara saat ini sangat membutuhkan sokongan investor asing mengingat infrastruktur negara, termasuk jaringan listrik, bangunan dan transportasi yang sudah ketinggalan zaman.

Kondisi perekonomian dan kesejahteraan rakyat Korut dan Korsel saat ini memang nyaris berbanding terbalik.

Setelah berakhirnya perang Korea pada tahun 1953, Korsel, yang merupakan sekutu Amerika Serikat, memeluk paham kapitalis. Hal ini akhirnya membawa Korsel sebagai salah satu negara Asia yang paling makmur.

Dorongan industri yang dimotori pemerintah pada tahun 1960 menjadi bibit bagi lahirnya perusahaan-perusahaan besar saat ini, seperti Samsung dan Hyundai.

Korea Selatan sendiri masuk ke dalam 20 ekonomi teratas dunia, dengan PBD sebesar 1,4 triliun dolar AS (Rp19.563 triliun). Sementara Korea Utara hanya memiliki PDB kurang dari 20 miliar dolar AS.

Salah satu agenda utama pembangunan ekonomi Korut adalah bidang pariwisata. Keindahan alam di negara tersebut berpotensi menghasilkan devisa yang cukup besar dan diharapkan mampu membawa keuntungan bagi Korea Utara.

Menurut NK News, sebuah sumber berita yang biasa dirujuk untuk isu-isu Korea Utara, baru-baru ini pemerintah Korut membangun sebuah situs konstruksi besar di kawasan wisata pantai timur Wonsan-Kalma, yang dirancang untuk menarik perhatian wisatawan Korea Selatan.
Belajar dari Tiongkok
Setelah membuka diri dari isolasi dan nuklir telah bersih di Semenanjung Korea, tentu Korut akan belajar untuk mencari dukungan ekonomi.

Sebelumnya, Tiongkok siap membuat Korea Utara menjadi sekutu dan rekan dagang penting. Sejak Kim Jong-un menjabat pada 2011, perdagangan negara yang dipimpinnya dengan Tiongkok terus meningkat dan makin penting.

Kini Tiongkok menguasai 90 persen pasar Korea Utara. Negeri Tirai Bambu itu bisa dibilang sebagai satu-satunya penyangga ekonomi Korut yang berpenduduk 25 juta jiwa.

Pergeseran model ekonomi Tiongkok dari ekonomi terencana menjadi ekonomi pasar telah menarik perhatian Pyongyang, karena dinilai mampu tercapai dengan stabilitas politik, ekonomi dan sosial.

Selain itu, model ekonomi versi Tiongkok dianggap lebih cocok dengan ideologi Korea Utara yakni Juche, sebuah ideologi yang menganut indepedensi di berbagai bidang termasuk ekonomi, dan juga pertahanan.
KTT Donald Trump-Kim Jong Un dan agenda terselubung


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...da-terselubung

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- KTT Donald Trump-Kim Jong Un dan agenda terselubung Terduga teroris Blitar berencana serang polsek dan bank

- KTT Donald Trump-Kim Jong Un dan agenda terselubung Adu harga bawang dan cabai jelang Lebaran

- KTT Donald Trump-Kim Jong Un dan agenda terselubung Masih ada ribuan aduan THR jelang lebaran

×