alexa-tracking

Indonesia Bersama Thailand Tuan Rumah Piala Dunia 2034 ?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b22309d529a45cc448b4567/indonesia-bersama-thailand-tuan-rumah-piala-dunia-2034
Indonesia Bersama Thailand Tuan Rumah Piala Dunia 2034 ?
      بِسْمِ اللّهِ الرحْمَنِ الرحِيْمِ

السلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 




Indonesia Bersama Thailand Tuan Rumah Piala Dunia 2034 ?




        Tepat hari ini 14 Juni Piala Dunia 2018 di Rusia akan segera di mulai, laga pembukaan akan diisi oleh tuan rumah Rusia menghadapi salah satu wakil Asia yaitu Arab Saudi.Pada thread ini saya akan lebih membahas sisi dari Indonesia daripada Thailand. Menyaksikan Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia mungkin masih menjadi mimpi para pecinta sepakbola tanah air kita. Tapi mimpi itu bisa terwujud dengan semangat dan kemauan yang besar seluruh masyarakat Indonesia , mulai orang nomor satu di negara kita ini yaitu presiden, para petinggi - petinggi sepakbola, dan rakyat yang berposisi sebagai kekuatan pendukung. Apalagi Indonesia menjadi negara top kedua dibawah Nigeria yang punya ketertarikan terhadap sepakbola. Untuk mengadakan pesta olahraga sepakbola terbesar itu pasti membutuhkan beberapa poin - poin penting mulai dari dana yang besar, infrastruktur yang memadai seperti stadion , akses yang mudah untuk menjangkau venue pertandingan , tempat tinggal para pemain, dll.

       Untuk saat ini usaha yang di lakukan Indonesia masih dibilang tahap ingin mencoba yaitu dengan mendaftarkan diri bersama Thailand dalam bidding Piala Dunia 2034. Tapi setidaknya untuk menggelar Piala Dunia 2034 masih ada kesempatan, yaitu dengan waktu yang masih panjang mulai dari tahun ini 2018 - 2034 masih ada waktu 16 tahun lagi untuk bersiap. Yang terutama yang harus disiapkan adalah infrastruktur yaitu berupa stadion, dengan memperbaiki stadion - stadion yang sudah ada sesuai dengan standar FIFA. Tidak hanya dari sektor Infrastruktur, Indonesia juga harus memperbaiki performa timnas. Timnas Nasional Indonesia harus memiliki performa yang bagus saat bermain di Piala Dunia, jangan sampai timnas kita hanya jadi tim penghibur atau menjadi lumbung gol tim lawan saat bermain di Piala Dunia yang diselenggarakan di negara sendiri. Timnas kita harus melesat jauh saat bermain di negara sendiri, setidaknya timnas kita dapat lolos dari fase grup sehingga dapat membanggakan seluruh masyarakat Indonesia.

       Apa saja yang harus dipersiapkan agar performa timnas kita semakin membaik ? yang pertama, pelatih harus lebih percaya dengan pemain - pemain muda lokal Indonesia dengan mengurangi program naturalisasi, karena hingga saat ini program naturalisasi tidak memberikan dampak yang signifikan bagi performa timnas kita, hanya beberapa pemain naturalisasi yang dapat menunjukan performa terbaik di timnas seperti contohnya Cristian Gonzales, Irfan Bachdim, dan Stefano Lilipaly. Yang kedua, federasi sepakbola kita harus lebih baik dan cepat lagi dalam menyusun jadwal, karena penyusunan jadwal pertandingan masih menjadi masalah bagi sepakbola Indonesia seperti contohnya pertandingan di liga masih dimulai saat timnas akan atau sedang bermain seperti pada AFF 2016 lalu setiap klub hanya boleh mengirimkan maksimal 2 pemain ke timnas karena saat itu liga masih bergulir sehingga sulit umtuk membentuk timnas yang memiliki performa atau kekuatan yang mumpuni. Yang ketiga, memberikan pelatihan kepada wasit - wasit Indonesia dalam waktu yang berkala tidak hanya dalam waktu beberapa kali saja. Karena pelatihan wasit merupakan salah satu hal yang penting, banyak sekali wasit - wasit Indonesia yang memimpin pertandingan kurang tegas atau melakukan beberapa kesalahan, seperti pelanggaran keras/berbahaya yang dilakukan pemain yang seharusnya pemain tersebut mendapatkan kartu, tetapi wasit hanya memberikan peringatan saja. Kejadian seperti itu yang membuat pemain - pemain Indonesia terbiasa melakukan pelanggaran - pelanggaran yang berbahaya saat bermain dengan timnas di pertandingan internasional, yang pastinya juga dipimpin oleh wasit internasional atau berlisensi FIFA yang pastinya lebih tegas dibandingkan wasit Indonesia, sedangkan tidak semua wasit Indonesia mempunyai lisensi FIFA. Sehingga yang biasanya pelanggaran berbahaya tersebut dilakukan di liga hanya dapat peringatan saja, saat di lakukan di pertandingan internasional bersama timnas bisa mendapatkan kartu kuning atau kartu merah. Kejadian seperti itulah yang membuat performa timnas jadi tidak baik saat bermain. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi Indonesia masih mempunyai waktu 16 tahun untuk mempersiapkan itu semua dan Indonesia harus percaya diri mewujudkan mimpi Piala Dunia 2034.

Sumber referensi : http://www.ftb90.com/id/posts/602582...ala-dunia-2034

Bila ada kesalahan penulisan atau kata - kata yang kurang berkenan dari ane mohon di maafkan, maklum masi newbie baru belajar menulis dengan baik dan benar heheh

emoticon-2 Jempolemoticon-Jempolemoticon-Sundulemoticon-Toast


       
Quote:


Kalau menurut ane sih, indonesia gk bakalan jadi tuan rumah piala dunia kalau tingkat korupsinya dan hutang negaranya masih tinggi.
Contoh aja brazil, negara berkembang yang menuai banyak kontroversi dari masyarakatnya ketika menggelar piala dunia karena masih tingginya tingkat kemiskinan negara tersebut.

Buat apa sih bikin stadium mewah banyak-banyak kalau buat 1 bulan doank?
Emang yakin dalam 1 bulan bisa balik modal?
ane setuju sama pendapat ente " indonesia gk bakalan jadi tuan rumah piala dunia kalau tingkat korupsinya dan hutang negaranya masih tinggi." karena dari dua hal itu korupsi sama hutang pasti bisa jadi penghambat kedepannya untuk pembangunan infrastruktur prasarana dan sarana persiapan piala dunia tetapi menurut ane pembangunan stadion itu penting karena salah satu faktor sepakbola di suatu negara bisa maju itu dari stadion nya , kalau negara kita punya stadion yang bagus, berstandar FIFA dari segi lapangan dan tribun. Pemain pasti nya juga nyaman saat bermain dan bisa memaksimalkan kemampuan nya, kayak yg beberapa bulan yg lalu turnamen aceh solidarity tsunami cup yg dimainkan di stadion harapan bangsa aceh , menurut ane itu stadion kurang dari segi penyerapan air jadi pas terjadi hujan deras air menggenang dan menimbulkan banjir seperti saat pertandingan. Disaat seperti itu kan permainan pasti terganggu, aliran bola jadi terhambat, dll . Jadi pembangunan stadion standar fifa itu ga hanya untuk 1 bulan doang tapi untuk kedepannya, yang pasti tuh stadion kan dipakai sama klub ga hanya di diamkan terbangkalai, untuk masalah balik modal ane yakin balik modal kok apalagi dipakai di turnamen sekelas piala dunia di adain di indonesia lagi yg notabene masyarakat ny gila bola pasti banyak yg nonton , untuk lwt dr 1 bulan kedepannya , jikalau stadion2 itu dipakai sama klub, pasti pendapatan dari stadion2 itu bertambah apalagi supporter2 klub indonesia yg selalu menuhin stadion, jarang juga kok ane ngeliat pertandingan di liga yg sepi penonton kecuali pertandingan itu dilarang ada penonton.
Quote:


ane setuju sama pendapat ente " indonesia gk bakalan jadi tuan rumah piala dunia kalau tingkat korupsinya dan hutang negaranya masih tinggi." karena dari dua hal itu korupsi sama hutang pasti bisa jadi penghambat kedepannya untuk pembangunan infrastruktur prasarana dan sarana persiapan piala dunia tetapi menurut ane pembangunan stadion itu penting karena salah satu faktor sepakbola di suatu negara bisa maju itu dari stadion nya , kalau negara kita punya stadion yang bagus, berstandar FIFA dari segi lapangan dan tribun. Pemain pasti nya juga nyaman saat bermain dan bisa memaksimalkan kemampuan nya, kayak yg beberapa bulan yg lalu turnamen aceh solidarity tsunami cup yg dimainkan di stadion harapan bangsa aceh , menurut ane itu stadion kurang dari segi penyerapan air jadi pas terjadi hujan deras air menggenang dan menimbulkan banjir seperti saat pertandingan. Disaat seperti itu kan permainan pasti terganggu, aliran bola jadi terhambat, dll . Jadi pembangunan stadion standar fifa itu ga hanya untuk 1 bulan doang tapi untuk kedepannya, yang pasti tuh stadion kan dipakai sama klub ga hanya di diamkan terbangkalai, untuk masalah balik modal ane yakin balik modal kok apalagi dipakai di turnamen sekelas piala dunia di adain di indonesia lagi yg notabene masyarakat ny gila bola pasti banyak yg nonton , untuk lwt dr 1 bulan kedepannya , jikalau stadion2 itu dipakai sama klub, pasti pendapatan dari stadion2 itu bertambah apalagi supporter2 klub indonesia yg selalu menuhin stadion, jarang juga kok ane ngeliat pertandingan di liga yg sepi penonton kecuali pertandingan itu dilarang ada penonton.
gan, kalau tembus aja tu bidding, percayalah, ane putar setir ganti usaha, urus perizinan dan pembuatan pt, siup, sinu, dll, bikin usaha kontraktor, leveransir, dll dll, pokoknya yang berkaitan dengan pembangunan, bakalan jadi “lahan basah” soalnya, bomat deh gan mau dipake sebulan doang juga infrastrukturnya, yang penting sekian belas tahun ikut membangunnya udh bisa nabung sampe ke cucu.