alexa-tracking

Berbagi Asa, Rasanya Ramadhan Di Negeri Konflik

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b21c562ded77083658b4569/berbagi-asa-rasanya-ramadhan-di-negeri-konflik
Berbagi Asa, Rasanya Ramadhan Di Negeri Konflik
Berbagi Asa, Rasanya Ramadhan Di Negeri Konflik

Berbagi Asa, Rasanya Ramadhan Di Negeri Konflik

Pernah tidak terbayangkan atau terbesit di fikiran setiap orang mengenai bagaimana puasa di daerah perang atau daerah konflik? atau pernah tidak berfikir bahwa kita dalam posisi seperti itu saat Ramadhan. Mungkin jawabannya tidak, dan bahkan tidak pernah terbesit sedikitpun dalam benak fikiran orang-orang yang tinggal di negara dengan mayoritas muslim dan terjaga keamanannya dalam beribadah dan berpuasa di bulan Ramadhan.

Ah, Yasudahlah, toh aku hidup di negara yang dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik, jadi untuk apa memikirkan orang lain di luar sana. Untuk makan saja di negara sendiri kadang sulit. Ya itulah yang terbesit dalam fikiranku yang sangat apatis dan tak peduli kepada orang lain. Tiba saatnya awal Ramadhan aku ikut dalam satu acara Iftar di kelasku kuliah.

"Assalamualaikum, Teman-teman kami dari Badan Pengurus Harian Angkatan 2015 ingin mengadakan buka puasa bersama bagi teman-teman, untuk mempererat tali ukhuwah dan kebersamaan antar teman dan sahabat, dimohon kehadiran teman-teman agar bisa mempererat kembali tali persaudaraan kita di akhir semester di perkuliahan kita". Kira-kira itu pesan masuk yang ada di grup angkatan kuliahku, dan aku berfikir, "ah untuk apa ikut kalau nanti kumpulnya juga sama yang biasa main di kelas saja." fikirku dalam hati.

Ya memang aku cenderung anak yang apatis dengan keadaan sekitarku namun itu berubah seketika, saat iftar berlangsung, namun selama mendapatkan pesan tersebut aku sama seperti yang dulu anak yang apatis dengan segala pemikiran yang "ah percumalah atau ah ga mungkin deh".

Selang beberapa hari menjelang buka puasa bersama angkatan akhirnya entah apa yang ada di fikiranku, aku memutuskan untuk ikut berpatisipasi dalam iftar tersebut. Awal biasa saja saat datang di tengah-tengah teman yang memang sering bertemu dikelas. Namun ada satu teman yang memang tidak terlalu dekat dengannya dan dia adalah seorang mahasiswa exchange program berasal dari Palestine, namanya Yasser.

Menurutku Yasser adalah orang yang pendiam, namun aktif dikelas walaupun sebenarnya dia memiliki masalah di negerinya yang berkecamuk hingga saat ini, dan aku jarang dan bisa dibilang hampir tidak pernah berkomunikasi dengan dia sejak awal dia masuk sebagai mahasiswa di kelas kami. Karena kendala utama adalah bahasa dan accent yang kadang sulit aku mengerti seperti accent bahasa inggris pada umumnya.

Pada saat buka berama ntah mengapa aku memutuskan aku harus ngobrol dengan Yasser walaupun hanya menanyakan kabar. Belum sempat aku say hello padanya ternyata terlebih dulu dia menyapaku saat aku ingin duduk disampingnya.

"Hello del, How are you?" sapa Yasser dengan penuh senyum.

"Hello Yasser, I'm fine may i sit beside's you?" tanyaku pada Yasser sambil tersenyum.

"Yes sure!!!" Timpalnya sambil tersenyum.

Selama acara berlagsung aku dan Yasser saling ngobrol masalah tentang perkuliahan yang bisa di bilang cukup rumit. Sampai pada saat adzan maghrib di buka dengan menyantap ta'jil dan di lanjutkan dengan shalat maghrib. Setelah sholat maghrib acara dilanjutkan dengan makan bersama dan sedikit hiburan dari beberapa teman kelas kami.

Saat setelah selesai acara tiba-tiba Yasser bangun dari duduknya dan berjalan ke meja temanku yang aku mengira mungkin dia ingin ngobrol dengan temanku yang lain. Namun hal mengejutkan ternyata Yasser mengumpulkan tiap makanan yang tak habis di makan oleh teman-temanku, dan disitu aku merasa kaget apa yang dilakukan Yasser.

Setelah mengumpulkan makanan sisa Yasser duduk dengan satu piring penuh nasi dan lauk sisa dari teman-temanku yang makan, kemudian dia mengeluarkan tempat makan memasukkan setengah makanan yang ada di piringnya dan setengah lagi ia makan saat itu.

Hal ini membuat temen gue bertanya-tanya.

"Del itu si Yasser kenapa deh jorok banget makan, makanan sisa dari temennya padahal makanan masih banyak loh" bisik salah seorang teman ke telingaku.

"Ga tau coba ya nanti gue tanya" timbal aku sambil berbisik ke temenku.

Setelah melihat sepertinya Yasser sudah habiskan makananya, aku langsung bertanya padanya apa yang dia lakukan tadi, dan jawabannya sangat menyentuh dan membuat aku sedikit menitikan air mata, ya ternyata seorang apatis seperti saya ini bisa menangis dengan jawaban seorang pemuda yang dipandang sebelah mata dan dipandang menjijikan oleh temannya karena mengambil makanan sisa dari teman-temannya.

"Del kamu tahu di negara saya sedang terjadi perang dengan tentara zionis Israel, yang setiap harinya banyak anak yang kehilangan orang tuanya, orang tua kehilangan anaknya, dan anak-anak yang masih hidup kehilangan mimpinya, ini saya lakukan agar teman-teman saya sadar bahwa kami (di Palestine) tidak bisa makan senyaman kalian di sini, kadang kami makan kadang kamipun 3 hari harus menahan lapar dan haus, del kamu harus tau di negara kami, mau minumpu sulit karena sumur-sumur kami sudah diracun oleh tentara zionis oleh karena itu, aku menghabiskan makanan kalian dengan aku berdoa agar rizki yang aku makan dapat Allah berikan juga kepada saudara-saudara saya yang ada di Gaza maupun di Palestine". Ujarnya sambil menitihkan air mata. (ini jawaban yang suda di translate ya gan).

Saat itu tak terasa air mata akupun jatuh dan menangis dan meminta maaf kepada Yasser karena selama ini aku sering memandang sebelah mata, orang-orang yang memang belum aku kenal dengan baik, bahkan kadang melukai perasaan mereka dengan ucapan yang tak sepantasnya di ucapkan.

Seketika akupun tersadar bahwa tinggal di daerah konflik dan masa ramadhan seperti saat ini tidak mudah bagi setiap muslim didaerah perang atau konflik, dan ini menjadi pembelajaran untuk aku sendiri sebagai seorang muslim agar lebih memiliki empati untuk merasakan dan setidaknya berbagi dan memberikan sedikit harta untuk mereka makan dan minum. Setelah balik acara buka bersama itu aku langsung menangis sejadi-jadinya di kamar, bahwa apa yang saya lakukan sebagai seorang manusia dan hamba sangat jauh ketimbang perjuangan Yasser dan saudar sesama muslim yang ada di Palestine.

Saat itu pula tersadar bahwa hal sekecil yang pernah aku lakuin dengan sifat yang memalingkan muka dan pandangan terhadap saudara sesama muslim di luar sana ternyata ini juga pernah terjadi pada Rasullah SAW
Quote:


Inilah yang menjadikan aku harus terus bersyukur atas setiap nikmat yang Allah kasih dan pelajarannya yang dapat aku ambil tidak baik memalingkan muka atau menutup mata dari apa yang terjadi kepada saudara sesama muslim, boleh jadi mereka adalah orang yang terbaik dan kita bisa belajar dari kehidupannya, dan boleh jadi orang yang datang pada kita adalah teguran Allah agar kita selalu bisa berbuat baik dan mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan di kehidupan kita yang belum tentu nikmat itu sama seperti yang dirasakan oleh saudara muslim kita di Palestine, Syria, Yaman, Afghanistan maupun Rohingya di Myanmar dan kuncinya adalah bersyukur dan melakukan jihad menggunakan harta jika tidak bisa dengan harta lakukan doa untuk saudara muslim kita disana

وَلَا نُكَلفُ نَفْساً إِلا وُسْعَهَا وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنطِقُ بِالْحَق وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).” (QS.al-Mukminun:62)



قُلْ هُوَ الذِي أَنْشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

Katakanlah: "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (QS. Al-Mulk:23).


"Sebaik-baiknya manusia adalah ia yang bersyukur atas nikmat yang Allah Berikan Kepadanya".
Sedikit Video untuk kita lebih bersyukur bisa melaksanakan puasa dengan aman dan tenang.



image-url-apps
Di Palestina ada agama yahudi, begitupun di Israel ada warga" nya yang memeluk Islam. Sedangkan, sebagian besar warga negara kita telah menduga apa yg terjadi dengan kedua negara ini adalah perang agama. Padahal kenyataannya tidak benar. Setahu ane apa yang terjadi adalah pelanggaran-pelanggaran yg dilakukan masing masing kedua negara. Walaupun tdk bisa dipungkiri bahwa mayoritas pemeluk agama di kedua negara itu ikut mengkobarkan konflik perebutan wilayah suci dan wilayah strategis. Ini jelas memunculkan peperangan dan di atas peperangan ini Israel berusaha menundukam Palestina dg cara menginvasi wilayah wilayahnya. Dan apa yg dilakukan Israel sesungguhnya tidak dibenarkan. Anehnya... tidak ada yg bisa berkutik termasuk dari negara yang paling mengecam penjajahan (baca;Indonesia)

kurang lebih mohon dikoreksi.. semoga kedua negera berdamai. aamiin
Quote:


Ya gan amin semoga cek link ini juga ya gan agar tau masalah yang ada di palestine https://id.wikipedia.org/wiki/Konfli...80%93Palestina dan memang ini bukan konflik agama kare palestinepun ada komunitas agamanasrani yang merupakan agama kedua terbesar di palestine, namun sebagian memang menganggap bahwa ini konflik agama karena sejak awal yahudi ingin bangun israel dalam sejarah mereka ingin membeli tanah palestine dari Sultan Abdul Hamid II (karena sejarahnya Palestina dibawah kekuasaaan ottoman), semoga berharap konfliknya selesai dan ini sebagian kisah nyata yang emang ane jadiin cerpen juga buat share ke agan sekalian....

×