alexa-tracking

Pengertian Mubahalah dan Risikonya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b21b7be31e2e6f0288b4567/pengertian-mubahalah-dan-risikonya
Pengertian Mubahalah dan Risikonya
image-url-apps
Apa pengertian Mubahalah? Bagaimana hukumnya dalam Islam? Pernahkah Rasulullah Saw dan para sahabat melakukan Mubahalah?


Pengertian Mubahalah, Hukum, Syarat, dan Risikonya.


MUBAHALAH (malediction, imprecation) berasal dari kata bahlah atau buhlah yang artinya kutukan atau melaknat.


Menurut istilah, Mubahalah adalah dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah SWT supaya Allah SWT melaknat dan membinasakan atau mengadzab pihak yang batil (salah) atau menyalahi pihak kebenaran.


Peristiwa mubahalah pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw terhadap pendeta Kristen dari Najran pada tahun ke-9 Hijriah, sebagaimana disebutkan dalam Qs. Ali Imron (3): 61. 



فَمَنْ حَاجكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُم نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَةَ اللهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ [آل عمران/61]



"Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la'nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta."
Mubahalah atau bersumpah untuk menujukkan siapa yang benar dan siapa yang salah.


HUKUM MUBAHALAH


Hukum mubahalah adalah mubah atau diperbolehkan, merujuk pada ayat QS Ali Imran:61.


 “Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”
Menurut Ibn al-Qayyim dalam kitabnya Zaad al-Ma’ad, hukum mubahalah adalah sunah. Bila mendapati mereka yang ngeyel dan angkuh untuk mengakui kekuatan dalil-dalil yang telah disuguhkan, maka hendaknya mengajak mubahalah.

RISIKO MUBAHALAH


Risiko atau konsekuensi akibat mubahalah sangat besar, bahkan berujung kepada kematian. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani mengisahkan, menurut pengalaman di lapangan, pihak yang bermubahalah dan ternyata dialah yang salah, maka tak akan melewati masa hidupnya dari setahun, terhitung dari hari pelaksanaan mubahalah. 


“Pengalaman itu pernah terjadi padaku, ketika itu seorang ateis fanatis bermubahalah denganku, selang dua bulan, ia meninggal”(Ibnu Hajar) 
Riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas RA menguatkan hal itu. Penentang dakwah Rasulullah SAW yang bermubahalah, begitu mereka pulang usai mengeluarkan pernyataan mubahalah, mereka kehilangan harta dan keluarga mereka.

Mubahalah juga terbukti ketika Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku nabi, berdebat dengan Syekh Tsanaullah al-Amrtasari. Keduanya saling bermubahalah. Atas seizin Allah SWT, Mirza Sang pendiri Ahmadiyah itu meninggal dunia setahun usai peristiwa mubahalah. 


Rasulullah Saw bersabda:


، عن حذيفة قال: جاء العاقب والسيد، صاحبا نجران، إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم يريدان أن يلاعناه، قال: فقال أحدهما لصاحبه: لا تفعل، فوالله لئن كان نبيا فلاعننا لا نفلح نحن ولا عقبنا من بعدنا. قالا: إنا نعطيك ما سألتنا، وابعث معنا رجلا أمينا، ولا تبعث معنا إلا أمينا. فقال: (لأبعثن معكم رجلا أمينا حق أمين). فاستشرف له أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال: (قم يا أبا عبيدة بن الجراح). فلما قام، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (هذا أمين هذه الأمة).



Dari huzaifah dia berkata, “Aqib dan sayyid dari (nasara) Nnajran kepada Rasulullah saw untuk melaknat Rasulullah (melakukan mubahalah). Huzaifah berkata, salah seorang dari mereka berkata kepada sahabatnya, “Baiknya kamu jangan melakukan laknat Rasulullah. Demi Allah, jika ia benar sebagai utusan Allah, maka laknat kita tidak akan menguntungkan kita dan anak turun kita”. Mereka berdua lalu berkata (kepada huzaifah), “Kami akan memenuhi apa yang kalian minta kepada kami. Utuslah dua orang yang dapat dipercaya untuk datang kemari. Dua orang itu harus benar-benar dapat dipercaya”. Huzaifah berkata, “Kami akan mengutus orang yang dapat dipercaya untuk kalian”. Para sahabat Nabi menyaksikan peristiwa tersebut. Rasulullah saw bersabda, “Berdirilah wahai Abu Ubaidah bin Jarrah”. Setelah ia berdiri, Rasul bersabda, “Ia adalah orang yang paling di percaya dari umat ini” Setelah itu, mereka melakukan mubahalah

sumur : http://www.risalahislam.com/2017/07/pengertian-mubahalah-dan-risikonya.
image-url-apps
Fix ya,
Muhabalah harus dilakukan 2 belah pihak.

Kalo cuma satu itu namanya menyumpahi...
image-url-apps
Quote:


Demikian Pengertian Mubahalah dan Risikonya. Wallahu a'lam bish-shawabi.
KASKUS Ads
image-url-apps
Pengertian Mubahalah dan Risikonya
image-url-apps
Quote:


makasih bre udah mampir
bullshit
kalo gak ada deadline kapan azab turun, omong kosong
setelah 5 tahun ada nastak yang mati kegilas truk, pasti diklaim hasill mubahalah bijik silap emoticon-Wakaka
bijik cabul mubahalah pake meme doang emoticon-Wakaka
image-url-apps
minal aidin wal faidzin
image-url-apps
Quote:


kalo mau nyusul hina2 habib dan ulama aja bre emoticon-Cool
image-url-apps
Quote:


Taqabbalallahu minna wa minkum.
bree
image-url-apps
Sulit menang lawan teror yg sistematis



The son of al-Harith ibn Kalada, a doctor who attended the Persian school in Gundeshapur, Nadr ibn al-Harith was also a doctor and a practitioner in Hejaz.[5] He came from Taif and used to tell the Arabs stories of Rustam and Isfandiyar.[6] Per Islamic traditionists like Muqatil ibn Sulayman, Nadr had accused Muhammad of plagiarism in his Quranic verses based on the stories of ancient people. He was captured after the Battle of Badr and then executed. Mohar Ali states that while he did accuse Muhammad of plagiarism, he was executed for other offences though he doesn't specify what it was, although he names al-Nadr as one of the assassins who tried to kill Muhammad before his migration to Medina. David Samuel Margoliouth however claims that he was executed for his challenge and ridiculing Muhammad, a version supported by some ninth and tenth-century Muslim sources including Tabari who cites an oral report of Muhammad justifying his order on basis of Nadr accusing him.[7] Al-Waqidi mentions a report that Nadr asked the Muslims why he was to be executed, they replied that it was for him persecuting and torturing the Muslim as well as ridiculing the Quran.[8][9]


An-Nadr visited Persia and learned the stories of some Persian kings, such as Rustum and Isphandiyar. When he went back to Makkah, He found that the Prophet was reciting the ayats of Qur'an sent from Allah to the people. Whenever the Prophet would leave an audience in which An-Nadr was sitting, An-Nadr began narrating to them the stories that he learned in Persia, proclaiming afterwards, Who, by Allah, has better tales to narrate, I or Muhammad. When Allah allowed the Muslims to capture An-Nadr in Badr, the Messenger of Allah commanded that his head be cut off before him, and that was done, all thanks are due to Allah. The meaning of,

(. ..tales of the ancients) [Tafsir Ibn Kathir, on Quran 8:31]

image-url-apps
Quote:


gua translate dulu bre
image-url-apps
ENGLISH
INDONESIAN

The son of al-Harith ibn Kalada, a doctor who attended the Persian school in Gundeshapur, Nadr ibn al-Harith was also a doctor and a practitioner in Hejaz.[5] He came from Taif and used to tell the Arabs stories of Rustam and Isfandiyar.[6] Per Islamic traditionists like Muqatil ibn Sulayman, Nadr had accused Muhammad of plagiarism in his Quranic verses based on the stories of ancient people. He was captured after the Battle of Badr and then executed. Mohar Ali states that while he did accuse Muhammad of plagiarism, he was executed for other offences though he doesn't specify what it was, although he names al-Nadr as one of the assassins who tried to kill Muhammad before his migration to Medina. David Samuel Margoliouth however claims that he was executed for his challenge and ridiculing Muhammad, a version supported by some ninth and tenth-century Muslim sources including Tabari who cites an oral report of Muhammad justifying his order on basis of Nadr accusing him.[7] Al-Waqidi mentions a report that Nadr asked the Muslims why he was to be executed, they replied that it was for him persecuting and torturing the Muslim as well as ridiculing the Quran.[8][9]


An-Nadr visited Persia and learned the stories of some Persian kings, such as Rustum and Isphandiyar. When he went back to Makkah, He found that the Prophet was reciting the ayats of Qur'an sent from Allah to the people. Whenever the Prophet would leave an audience in which An-Nadr was sitting, An-Nadr began narrating to them the stories that he learned in Persia, proclaiming afterwards, Who, by Allah, has better tales to narrate, I or Muhammad. When Allah allowed the Muslims to capture An-Nadr in Badr, the Messenger of Allah commanded that his head be cut off before him, and that was done, all thanks are due to Allah. The meaning of,

(. ..tales of the ancients) [Tafsir Ibn Kathir, on Quran 8:31]
Putra al-Harith ibn Kalada, seorang dokter yang menghadiri sekolah Persia di Gundeshapur, Nadr ibn al-Harith juga seorang dokter dan seorang praktisi di Hijaz. [5] Dia berasal dari Taif dan sering menceritakan kisah-kisah Arab tentang Rustam dan Isfandiyar. [6] Menurut para tradisiis Islam seperti Muqatil ibn Sulayman, Nadr menuduh Muhammad melakukan plagiarisme dalam ayat-ayat Alqurannya berdasarkan kisah-kisah orang kuno. Dia ditangkap setelah Pertempuran Badar dan kemudian dieksekusi. Mohar Ali menyatakan bahwa sementara ia menuduh Muhammad melakukan plagiarisme, ia dieksekusi karena pelanggaran lain meskipun ia tidak menyebutkan apa itu, meskipun ia menyebut al-Nadr sebagai salah satu pembunuh yang mencoba membunuh Muhammad sebelum ia bermigrasi ke Madinah. Namun, David Samuel Margoliouth mengklaim bahwa ia dieksekusi karena tantangannya dan mengejek Muhammad, sebuah versi yang didukung oleh beberapa sumber Muslim abad kesembilan dan kesepuluh termasuk Tabari yang mengutip laporan lisan Muhammad yang membenarkan perintahnya atas dasar Nadr yang menuduhnya. [7] Al-Waqidi menyebutkan sebuah laporan bahwa Nadr bertanya pada Muslim mengapa dia akan dieksekusi, mereka menjawab bahwa itu untuknya menganiaya dan menyiksa Muslim serta mengejek Quran. [8] [9]


An-Nadr mengunjungi Persia dan mempelajari kisah-kisah beberapa raja Persia, seperti Rustum dan Isphandiyar. Ketika dia kembali ke Mekah, Dia menemukan bahwa Nabi sedang membaca ayat-ayat Al Qur'an yang dikirim dari Allah kepada orang-orang. Kapan saja Nabi akan meninggalkan audiensi di mana An-Nadr sedang duduk, An-Nadr mulai menceritakan kepada mereka kisah-kisah yang ia pelajari di Persia, yang menyatakan sesudahnya, Yang, demi Allah, memiliki kisah-kisah yang lebih baik untuk diceritakan, aku atau Muhammad. Ketika Allah mengijinkan Muslim untuk menangkap An-Nadr di Badar, Rasulullah memerintahkan bahwa kepalanya dipotong sebelum dia, dan itu dilakukan, semua terima kasih adalah karena Allah. Arti dari,

(. ..tales of the ancient) [Tafsir Ibn Kathir, di Quran 8:31]
image-url-apps
Quote:


Turut berduka buat si An nadr breemoticon-Frown
image-url-apps
Quote:


Allah SWT maha pengampun lagi maha penyayang 😊
image-url-apps
Quote:


Bisa jadi
Tapi kenapa pesuruhnya jadi tukang penggal?


emoticon-Takut
image-url-apps
Quote:


ane ga lahir pada saat kejadian tsb bree
image-url-apps
Quote:

taqabbal yaa karim
dari pada sumpah sumpahan, mending maaf maafan ya bre emoticon-Bedug
image-url-apps
Quote:


iyaa bre setuju