alexa-tracking

Telah Terjadi Revolusi Mudik dan Transformasi Berbasis Konsumsi menjadi Produktif

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1ff421dad7700f4c8b4574/telah-terjadi-revolusi-mudik-dan-transformasi-berbasis-konsumsi-menjadi-produktif
Telah Terjadi Revolusi Mudik dan Transformasi Berbasis Konsumsi menjadi Produktif
Telah Terjadi Revolusi Mudik dan Transformasi Berbasis Konsumsi menjadi Produktif

JPP, BANTEN - Selama beberapa hari terakhir di masa arus mudik perayaan Hari Idul Fitri tahun 2018 ini, banyak masyarakat yang melihat dan merasakan langsung adanya “Revolusi Mudik”.

Hal itu disampaikan oleh Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (Dismed FMB9) dengan tema "Puncak Mudik 2018 Guyub, Aman, dan Nyaman" di Kantor ASDP Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (12/6/2018).

“Pada awalnya kita harap-harap cemas mengenai kelancaran arus mudik ini. Terlebih, kalau kita teringat adanya Brexit (Brebes Exit) di tahun 2016 lalu. Saat itu, dari Jakarta ke Semarang bisa memakan waktu lebih dari 25 jam,” ungkap Dharmo, sapaan akrab Dharmawan Prasodjo.

Tapi kali ini, lanjut Deputi I KSP, dari Jakarta ke Semarang jika berangkat saat ini, ternyata hanya butuh waktu 5,5 jam. “Hari ini saja, dalam perjalanan dari Jakarta ke Merak saya iseng-iseng ngecek, hanya kurang dari dua jam,” jelas Dharmo.

Jika di waktu yang sama, menurut Deputi I KSP, juga melakukan perjalanan dari Jakarta ke Semarang hanya 5 jam 51 menit. Jakarta-Jogja hanya 9 jam.

“Melihat kondisi Revolusi Mudik ini, banyak testimoni yang mengalir. Mereka kaget semua. Bahkan sampai ada yang mengatakan, Rasanya bukan (sedang) hidup di Indonesia,” jelas Dharmo.

Sehingga, Deputi I KSP menegaskan, tujuan Presiden melakukan percepatan pembangunan infrastruktur adalah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Apakah hanya ini saja? Kalau kita lihat jalan tol yang telah beroperasi itu sepanjang 760 km. Dari merak sampai ke Palimanan, dari Palimanan sampai ke Pemalang, Pejagan sampai ke Pemalang. Dari Merak sampai ke pejagan itu operasional,” papar Dharmo.

Deputi I KSP menjelaskan, dari Pejagan ke Pemalang juga sudah. Batang ke semarang itu masih tol fungsional. Dan Besok malam mudah-mudahan jembatan Kali Kuto, Kendal, Jawa Tengah, sudah tersambung.

“Dari Semarang turun ke Salatiga sudah tol operasional. Kita perlu membangun aset nasional, yaitu konektivitas. Di saat bersamaan kita juga membangun tol Trans Sumatera yang dimulai dari Bakehueni, Lampung. Juga ada tol Indralaya, Palembang. Ke depan, akan terbangun tol dari Bakahueni sampai Aceh sepanjang 2.885 km,” ungkap Dharmo.

Menurut Deputi I KSP, kalau mau memakmurkan rakyatnya perlu ada pembangunan industri sehingga perlu ada investasi. Tapi kalau tidak ada akses jalan yang baik, mau bangun investasi tidak ada pelabuhan laut, bisa menjadi permasalahan sendiri.

“Impian Presiden memajukan bangsa ini adalah membuka ruang-ruang yang tadinya terisolasi bisa menjadi berkembang. Selain itu, saat ini kita sudah membuka tol Bocimi, yakni Bogor, Ciawi, sukabumi,” jelas Dharmo.

Deputi I KSP juga mengungkapkan, pihaknya sudah mengecek dari ruas ke ruas, ternyata dari Kementerian PUPR sudah bekerja keras, juga Kementerian BUMN sudah bekerja keras. “Targetnya yang dari 1.000 KM, pada 2019 akan terbangun 1.851 Km. Jadi hampir dua kali lipat,” ujar Dharmo.

Menariknya, Deputi I KSP sempat melayangkan pertanyaan, apa visi misi dari Presiden? “Presiden ingin membangun pondasi agar bagsa Indonesia lebih produktif. Transformasi ekonomi berbasis konsumsi menjadi produktivitas,” ulasnya.

Produktivitas bangsa itu, lanjut Deputi I KSP, dipengaruhi oleh aset bangsa yang bisa meningkatkan produktivitas, yakni aset konektivitas transportasi, energi daya listrik, dan saluran air yang baik.

“Kalau kita lihat data dari BPS, ukur aset pertumbuhan aset bangsa, konsumsi stabil sekitar 5%, dari PMTB di kuartar 1 tahun 2017, 4,77 persen. Kuartar 3 pada 2017 meningkat jadi 7%. Kuarter 018 hampir 8%. Terbukti bahwa di masa mendatang dengan peningkatan aset bangsa untuk produktivitas akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi,” pungkas Dharmo. (nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/24-nasional/322070...jadi-produktif

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Telah Terjadi Revolusi Mudik dan Transformasi Berbasis Konsumsi menjadi Produktif Arus Mudik Lancar Memudahkan Distribusi BBM

- Telah Terjadi Revolusi Mudik dan Transformasi Berbasis Konsumsi menjadi Produktif All Out Amankan Mudik, Polda Banten: Ingin Masyarakat Bahagia 

- Telah Terjadi Revolusi Mudik dan Transformasi Berbasis Konsumsi menjadi Produktif Dirjen IKP: Pemerintah Serius Mempersiapkan Pelayanan Mudik 2018

image-url-apps
nasbung kejang
WKWKWKWKWK GAK NGELIAT WAKTU ARUS BALIKNYA !!!!

BIKIN SUSAH

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka