alexa-tracking

Menjadi anggota Dewan Keamanan, jangan lupa amanat konstitusi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1fd005a2c06e3a398b4575/menjadi-anggota-dewan-keamanan-jangan-lupa-amanat-konstitusi
Menjadi anggota Dewan Keamanan, jangan lupa amanat konstitusi
Menjadi anggota Dewan Keamanan, jangan lupa amanat konstitusi
Ilustrasi: Reaksi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sesaat setelah Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Keamanan PBB
Dalam kancah diplomasi dunia, Indonesia mencatatkan prestasi lagi: menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam kerja diplomasi dunia, posisi sebagai anggota DK PBB adalah tempat yang sangat bergengsi--dengan kewenangan khusus dan kesempatan mengambil peran lebih besar dan penting.

Dengan kewenangan khusus itu, peran apa yang akan dimainkan Indonesia sebagai anggota DK PBB?

Indonesia terpilih sebagai anggota DK PBB mewakili kelompok Asia dan Pasifik, untuk menggantikan Kazakhstan yang akan berakhir masa keanggotaannya pada 31 Desember 2018. Indonesia dipilih menjadi anggota DK PBB untuk periode 2019–2020 oleh 144 dari 190 negara.

Dengan begitu, Indonesia menjadi salah satu anggota tidak tetap DK PBB pada periode itu selain Jerman, Republik Dominika, Afrika Selatan, dan Belgia.

Menurut Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, prestasi itu merupakan kerja keras “seluruh komponen bangsa, khususnya para diplomat kita di pelbagai penjuru dunia”. Bahkan, masih menurut Menlu, kampanye agar Indonesia terpilih sebagai anggota DK PBB sudah dilakukan sejak 2016.

Terpilihnya Indonesia sebagai anggota DK PBB bukanlah untuk pertama kali. Ini adalah kali keempat bagi Indonesia.

Pertama kali Indonesia terpilih sebagai anggota DK PBB untuk periode 1973–1974. Kemudian, pada periode 1995–1996. Dalam periode itu, Wakil Tetap RI Nugroho Wisnumurti tercatat dua kali menjadi Presiden DK-PBB. Ketiga, pada periode 2007 – 2008.

Pada periode 1973–1974 dan 1995–1996, sebagai anggota DK PBB, Indonesia secara umum banyak terlibat dalam isu keamanan di Timur Tengah; selain isu lain terkait dengan sengketa di berbagai kawasan.

Pada saat menjadi anggota DK PBB untuk ketiga kalinya, Indonesia berpartisipasi dalam kelanjutan pembentukan resolusi DK PBB tentang sanksi tegas nuklir di Iran. Kelima belas anggota DK PBB, termasuk Indonesia, menyatakan setuju atas resolusi itu.

Dengan sikap itu, Indonesia dianggap tidak konsisten atas isu kebijakan nuklir Iran. Bahkan, muncul anggapan bahwa sikap Indonesia atas resolusi itu sangat dipengaruhi oleh Amerika Serikat. Adalah KH Abdurrahman Wahid, Presiden ke-3 RI, yang memberi kritik keras atas sikap Indonesia itu.

Menurut Gus Dur, sikap tidak konsisten Indonesia itu terlihat dengan membandingkan resolusi itu dengan sikap dukungan penuh pengayaan uranium di Iran yang disampaikan ketika Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berkunjung ke Indonesia pada 2006.

“Indonesia tidak punya sikap konsisten. Kalau begitu, Indonesia tidak akan dihormati orang (negara dan bangsa) lain. Kehormatan itu kuncinya kan konsistensi sikap,” kata Gus Dur saat itu, yang pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa Indonesia takut dengan “ndoro”-nya. Semua mafhum, “ndoro” yang dimaksud Gus Dur saat itu tentulah Amerika Serikat.

Hasan Wirajuda, Menteri Luar Negeri Indonesia pada saat itu, membantah tudingan tersebut.

"Seruan-seruan dalam resolusi yang sekarang disahkan, termasuk upaya memberi Iran kesempatan untuk mencari solusi damai dan bukan militer, konsisten dengan posisi kita," kata Hasan Wirajuda kala itu.

Jalan diplomasi dan politik luar negeri Indonesia di kancah dunia sebetulnya telah diberi arah yang jelas oleh konstitusi. Pembukaan UUD 1945 dengan jelas memberi arah agar “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Tiga frasa kuncinya termaktub di sana: kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Bagaimana Indonesia akan mengambil peran sebagai anggota DK PBB pada periode kali ini dengan bersandar kepada 3 frasa kunci itu?

Presiden Joko Widodo memberi arahan kepada Menlu Retno Marsudi agar menjadikan isu kemerdekaan Palestina sebagai agenda prioritas yang didorong oleh Indonesia dalam kedudukannya sebagai anggota DK PBB.

Dalam tulisannya, Menlu Retno Marsudi, memang menyatakan bahwa isu Palestina akan mendapat perhatian khusus Indonesia. Selain isu Palestina, Menlu Retno juga menyebutkan beberapa isu lain yang akan diusung dalam kedudukannya sebagai anggota DK PBB. Salah satunya pendekatan global dan komprehensif untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme.

Agenda yang terkait dengan upaya memerangi terorisme, radikalisme dan ekstremisme itu adalah pilihan tepat dan cerdas sesuai dengan situasi dunia saat ini. Ketiga isu saat ini tidak lagi melulu hadir sebagai isu domestik; melainkan-–lewat pengembangan jaringannya yang gencar dan meluas--telah menjadi isu global.

Meski telah menjadi ancaman global, sampai sekarang PBB belum menyepakati definisi terorisme. Indonesia dapat berperan aktif dalam mengusung agenda ini. Bagaimanapun kita sudah-–dan masih--menghadapi kecenderungan penguatan terorisme, radikalisme dan ekstremisme. Dengan pengalaman yang telah dimiliki dalam menanganinya selama ini, Indonesia dapat memberikan sumbangan besar dalam agenda tersebut.

Tak kalah penting, Indonesia harus tetap berada dalam prinsip “bebas aktif” dalam mengusung isu-isu tersebut. Memberikan perspektif negara berkembang atas isu-isu yang akan diusung bisa menjadi salah satu pendekatan konkretnya.

Yang paling utama, dalam perannya sebagai anggota DK PBB, langkah-langkah Indonesia harus berdasarkan “kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”
Menjadi anggota Dewan Keamanan, jangan lupa amanat konstitusi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/editori...nat-konstitusi

---

Baca juga dari kategori EDITORIAL :

- Menjadi anggota Dewan Keamanan, jangan lupa amanat konstitusi Surat dari Jatibaru: Lebaran dalam angka

- Menjadi anggota Dewan Keamanan, jangan lupa amanat konstitusi Jangan beri tempat bagi pelecehan seksual

- Menjadi anggota Dewan Keamanan, jangan lupa amanat konstitusi Jangan berkelit, bayarlah THR dan gaji ke-13

Ragu saya tpi ada baiknya di pantau saja dulu, dan liat gimana performa-nya kedepan.
mau dapat uang tambahan? mainkan sekarang juga dengan hp kesayanganmu dan menangkan juga jackpot hingga ratusan juta rupiah hanya di WWW,ALADINQQ,ORG ,,, Pin BBM : D8ED5390