alexa-tracking

Faizal Assegaf: AHY Politisi Ingusan Hidup dalam Delusi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1fbe0d14088d14498b4574/faizal-assegaf-ahy-politisi-ingusan-hidup-dalam-delusi
Faizal Assegaf: AHY Politisi Ingusan Hidup dalam Delusi
Faizal Assegaf: AHY Politisi Ingusan Hidup dalam Delusi


TRIBUNWOW.COM - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf melontarkan sindiran kepada Agus Harimurti Yudhoyono.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter @faizalassegaf yang diunggah pada Senin (11/6/2018).

Faizal Assegaf mengatakan jika AHY merupakan sosok yang baik secara jasmani.

Akan tetapi menurut Faizal Assegaf, jiwa dan nalarnya terlanjur dipasung oleh ambisi sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia pun menyebut jika AHY adalah politisi ingusan yang hidup dalam delusi.

@faizalassegaf: AHY sosok yg baik scr jasmani, tp jiwa & nalarnya terlanjur dipasung oleh ambisi buta SBY.
Terlebih AHY kejebak harapan palsu yg disuguhi loyalis Century, diklaim pantas jd capres/cawapres, faktanya di Pilgub DKI aja ga laku.
Alhasil politisi ingusan itu hidup dlm delusi.
*FA*



Faizal Assegaf: AHY Politisi Ingusan Hidup dalam Delusi
Postingan Faizal Assegaf (Capture/Twitter)


Diberitakan sebelumnya, AHY melakukan orasi bertajuk "Dengarkan Suara Rakyat" yang ditayangkan secara live di sebuah stasiun TV pada Sabtu (9/6/2018).

Dalam orasinya AHY menyoroti sejumlah hal yang kesimpulannya dibagikan oleh sang Ibu, Ani Yudhoyono.

@aniyudhoyono: Orasi AHY “Dengarkan Suara Rakyat”, Jakarta 9 Juni 2018.
1. Hasil tidak pernah mengkhianati usaha.
2. Etika berbangsa dan bernegara sangat ditentukan oleh karakter bangsa itu sendiri.
3. Jika Pemimpin menghormati dan menyayangi rakyatnya, maka rakyat juga akan menghormati dan menghargainya.
4. Apa kabar Revolusi Mental?
5. Negara adil, rakyat sejahtera, Tuhan bersama kita.

Dalam orasinya, AHY juga menyoroti sejumlah isu ekonomi hingga tenaga kerja asing dan lapangan kerja.
Berikut penggalan orasi AHY, saat menyoroti daya beli masyarakat.

"Intinya, kita sepakat isu ekonomi harus menjadi prioritas bangsa saat ini. Jika kita peras isu ekonomi ini, maka ada dua persoalan utama, yaitu: daya beli dan lapangan kerja.
Pertama, daya beli.

Meski angka-angka indikator ekonomi makro relatif baik, namun pada kenyataannya di lapangan, masyarakat merasakan hal yang berbeda.

Hampir di setiap tempat yang kami datangi, rakyat berteriak, “Pak, bagaimana ini?

Harga-harga kebutuhan pokok naik! Barang-barang makin mahal.” Bahkan, ada satu perkataan seorang ibu di Jawa Tengah yang selalu terngiang di telinga saya,
“Jangankan untuk sekolah anak, untuk hidup sehari-hari saja, susah.”

Di satu sisi, harga-harga kebutuhan naik secara signifikan. Di sisi lain, kemampuan dan kesempatan masyarakat makin terbatas untuk memperoleh penghasilan yang layak.

Sebagai contoh: di laut Pangandaran, para nelayan menunjukkan kepada saya minimnya tangkapan mereka.

Petani garam di Kabupaten Cirebon, mengeluhkan melimpahnya garam impor.

Buruh, di berbagai tempat mengadukan upah minimum mereka yang sulit mengejar kenaikan harga barang.
Para pekerja honorer - guru dan bidan – mengadukan, ketidakpastian masa depan mereka yang tidak kunjung diangkat menjadi PNS.

Sekarang, mari kita lihat gambar besarnya.

Konsumsi rumah tangga menurun.
Padahal, konsumsi rumah tangga merupakan, komponen utama dalam ekonomi kita, mewakili lebih dari setengah Produk Domestik Bruto (PDB) kita," kata AHY.


Sejumlah pihak pun angkat suara dan sebagian mencemooh AHY atas orasi yang ia sampaikan.

Seperti yang dilakukan oleh Dede Budhyarto.

Awalnya, politisi Demokrat Andi Arief mengatakan jika AHY dipilih sejarah untuk tidak memimpin warung martabak.

"Diterima saja kenyataan, Titipkan saja cita-cita pada orang yang tepat. AHY adalah kenyataan, dia berada di tempat dan waktu yang tepat. Sejarah memilih dia untuk tidak memimpin warung martabak," tulis Andi Arief.

Tweet dari Andi Arief ini mendapatkan balasan dari penggiat sosial media, Dede Budhyarto melalui akun @kangdede78.

Dede membalas Tweet Andi dengan mengatakan bahwa lebih terhormat jualan martabak dan tidak merengek-rengek karena jabatan orangtuanya daripada 'memaksakan diri' untuk jadi pemimpin karena orangtuanya.

Dede menambahkan Pilkada Jakarta adalah bukti dan fakta hancurnya AHY.

Sebutan 'Anak Ingusan' juga ditambahkan Dede di belakang nama AHY.

"Lebih terhormat jualan martabak ndak merengek2 krn jabatan orng tuanya, drpd "memaksakan diri" untuk jadi pemimpin krn orng tuanya, pilkada Jakarta adalah bukti & FAKTA hancurnya AHY 'Anak Ingusan'," tulis @kangdede78.

Menanggapi hal tersebut, Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat pun memberikan komentar.

@LawanPoLitikJKW: De, lu ngga tau yang hancur di pilkada DKI adapah Ahok? Yg dapat dukungan dr penguasa?
Kasihan km De cm mengedepankan kebencian akhirnya tdk bisa jujur.
Coba sesekali renungi hidup Ahok yg hancur di pilkada. Beda dgn AHY yg skrg jd Politisi paling keren dan top.



http://wow.tribunnews.com/2018/06/12...452.1528752574


AHY orangnya idealis tanpa substansi. Masih ingat rumah apung?
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
KASKUS Ads
ahy dijolimi .....
image-url-apps
Makjleb emoticon-Ngakak (S)
image-url-apps
Dukung pemimpin alternatif.
gua tau nih bocah2 ingusan tukang menghayal..
akibat didikan bokap nyokapnya yg overprotektif..

emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Hajar terus zal, jangan kasih kendor emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
image-url-apps
AHY mulailah dari jualan cilok
image-url-apps
Awas ada yang baper emoticon-Malu (S)
image-url-apps
Apah yg maw diarapin dri tentara gagalemoticon-Ngakak
awas di lempar tustel emoticon-Takut
Quote:


Saya tetap masih ga bisa percaya sama ini orang, Faizal Assegaf. Rekam jejaknya tukang fitnah. Di manapun posisi politiknya, layak dicurigai.

Dia segolongan dengan para tukang fitnah & provokator lain: Setiyardi, Raden Nuh, Mustofa Nahra, Faisal Tonong, Jonru...
image-url-apps
RAM ahy nggak nyampe buat mikirin masalah negeri ini, menang gagah doang
emoticon-Ngakak


rumah apung apa kabar gus?
image-url-apps
Quote:


Oh menyenangkan sekali, ternyata masih ada pendukung Presiden Jokowi yang mempunyai nalar yang sangat baik, tajam feeling, kiraian sudah nggak ada.

Ya buat saya si FA carmuk, beberapa aktivis juga tau.
Masalah sama PKShit dah selesai lom zal? kok ngurusi orang lain ya demennya...
Quote:


Saya masih nggak lupa, 2014 Faizal Assegaf bikin tuduhan soal Mega intervensi Jaksa Agung, rekening luar negeri Jokowi, semuanya ga ada bukti. Sampai 2017 juga FA masih anti Jokowi. Aneh aja kalau sekarang tau-tau nyerang PKS, nyerang Amien, dll. Dugaan saya ini orang petualang politik yang menghalalkan segala cara.

Satu tulisan tentang dia tahun 2014 di situs Saiful Mujani:
Faizal Assegaf, Perwira atau Pion Bayaran Anti Jokowi?
image-url-apps
Netijen kok berani ngeledek mas ganteng?
Udah siap dilempar tustel sama memo yah?
Atau minta didemo sama jaringan majelis taklim nya pepo?
emoticon-Blue Guy Bata (L)
image-url-apps
apakabar hambalang. bgm keadaan mu hari ini
image-url-apps
Quote:


Petualang politik. Keren bahasanya. Ya kurang lebih gitulah, seperti apa yang agan bilang.

FA itu sombong, angkuh, dan ngak mau mendengar, mau menang sendiri. Itu yang saya tau.
×