alexa-tracking

3 Alasan Kenapa Pencapresan Amien Rais Cuma untuk Menekan Prabowo

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1f7a8bded7707d468b4567/3-alasan-kenapa-pencapresan-amien-rais-cuma-untuk-menekan-prabowo
3 Alasan Kenapa Pencapresan Amien Rais Cuma untuk Menekan Prabowo
3 Alasan Kenapa Pencapresan Amien Rais Cuma untuk Menekan Prabowo
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais bertemu di
Masjidil Haram, Mekkah, 2 Juni 2018, saat keduanya melakukan ibadah Umrah. Foto: Istimewa



TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai keinginan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mencalonkan diri sebagai presiden di Pemilihan Presiden 2019 menyiratkan sinyal ketidakpercayaan pada elektabilitas Prabowo Subianto mengejar elektabilitas calon presiden inkumben Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Rangkuti menilai, Amien Rais tak benar-benar serius ingin maju sebagai Capres, melainkan hanya ingin menekan Prabowo Subianto sebisa mungkin mendorong munculnya figur baru. "Ini semacam sinyal ketidakpercayaan pada elektabilitas Prabowo yang semakin sulit mengejar Jokowi. Bahkan, kini sudah merasuk ke tokoh yang sebelumnya merupakan pendukung utamanya, yaitu Amien Rais," ujar Ray Rangkuti saat dihubungi Tempo pada Senin, 11 Juni 2018.

Pendapat tersebut, ujar dia, didasarkan tiga hal. Pertama, musabab koalisi keumatan yang dicanangkan kelompok oposisi, pada faktanya, tak memiliki kepercayaan diri dan soliditas yang kuat. Hal ini, kata Rangkuti, terlihat dari tak jua ditetapkannya calon wakil presiden Prabowo Subianto yang berjalan seiring dengan enggannya PKS menyatakan dengan tegas bahwa capres yang mereka usung adalah Prabowo Subianto.

"Tagar ganti presiden 2019 justru sinyal ketidaksolidan itu. PKS yang memulai tagar itu bahkan tidak dengan spesifik menyatakan Prabowo Subianto adalah pengganti Jokowi," ujar dia.

Ujungnya, lanjut Rangkuti, PAN yang diharapkan bergabung di koalisi ini malah terus menerus menjaga jarak. Bahkan, ketika Partai Gerindra membentuk struktur pengurus posko bersama, PAN menyatakan keberatan logo dan nama partainya dilibatkan. "Begitulah sampai ada rilis capres dari ulama-ulama yang tergabung dalam 212. Rilis itu hanya menempatkan Prabowo sebagai Capres nomor dua di bawah Habib Rizieq. Tentu ini di luar skenario," kata Rangkuti.

Kedua, ujarnya, umrah politik yang dilakukan Amien Rais bersama Prabowo Subianto dan pertemuan dengan Rizieq Shihab, yang berujung pada usulan koalisi keumatan, dinilai tidak berhasil mengembalikan wibawa Prabowo Subianto. "Tak berbilang hari, koalisi itu seperti pecah manakala beberapa pentolan kelompok ini malah mendeklarasikan Anis Baswedan sebagai capres. Puncaknya, Amien Rais juga menyatakan siap jadi capres 2019," ujar dia.

Ketiga, Rangkuti melanjutkan, langkah Prabowo dinilai semakin sulit karena tak ada tokoh yang ulung melakulan lobi-lobi politik. "Pernyataan-pernyataan mereka di publik menyerang Jokowi malah membuat simpati publik meningkat, elektabilitas Prabowo stagnan," ujar dia.

Untuk itu, ujar Rangkuti, Gerindra harus mengambil alih kembali kepemimpinan koalisi jika benar-benar ingin mengusung Prabowo Subianto. "Mereka harus mencari isu yang memang dapat menaikkan simpati dan elektabilitas. Elektabilitas Prabowo stagnan karena publik butuh isu dan tentu saja figur lain," ujar Rangkuti.

Amien Rais mengungkapkan rencananya maju sebagai calon presiden 2019 saat berkumpul di rumah dinas Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk buka puasa bersama pada Sabtu lalu. Pencapresan itu rencananya akan disampaikan secara resmi lewat rapat kerja nasional (Rakernas) PAN.

"PAN lewat Rakernas yang dipimpin Pak Zul tidak akan berlebihan. Jadi kita akan mencapreskan tokoh-tokoh partai sendiri. Pertama Zul, kedua Sutrisno, ketiga Hatta, keempat mbah Amien Rais," kata Amien di kediaman Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu, 9 Juni 2018.

Amien Rais menilai dirinya sedikit layak menjadi capres. Ia mengaku terinspirasi oleh Mahathir Mohamad yang terpilih menggantikan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Mahathir menjabat di saat usianya sudah 92 tahun. "Mbah Amien Rais ini walaupun tua enggak apa-apa. Begitu Mahathir jadi saya jadi remaja lagi sekarang," ujar politikus berusia 74 tahun ini.

Sumber

opisisi mulai goyang kapiten emoticon-Angkat Beer
Masalahnya bukan soal tekan menekan ini, karena Tuhan sudah diamanahi ten commandments oleh Yang dipertoan A- Roses untuk mengalahkan JKW. Bisa malu nanti Tuhan klo tidak terlaksana.
Tolooong...
Kapal mulai goyang !!!
KASKUS Ads
image-url-apps
PKS kampret pada gelojotan
image-url-apps
Sudah berapa banyak lembaga survei dengan berbagai macam metode dan simulasi buat mengaktrol elektabilitas jkw ?

Sudah berapa ribu volunter, akun medos, pakar dan media untuk menjaga citra jkw dan melambungkan jkw secara masiv dan kontinyu.

Tapi mentok elektabilitas jkw nggak sampai angka 60 persen lebih sejak 2014 hingga sekarang.

Jadinya ya wajar saja
Jkw dan para pendukungnya panik. Mencoba berbagai cara agar bisa mengubah keadaan.

Dari perspektif apa pun, kans Jkw menang pilpres 2019 sangat kecil. Butuh mukjizat agar jkw bisa kembali 2 periode. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
image-url-apps
amin rais - riziq
wowo king maker, case closed
image-url-apps
prabowo akhirnya sadar klo amien rais ikut nyerang jokowi buat bidik kursi presiden sndiri. klo jokowi tumbang amien rais bakal nyerang ke prabowo...
image-url-apps
Quote:


wajar aja klo jokowi itu elektabilitasnya cm 60% orang pilpres 2014 dia cm dpt 53% suara doang. malahan artinya ada 7% kenaikan suara....

yg ngenes itu prabowo, suaranya hilang lbh dr separuh makanya dia keliatan bingung
Quote:


jokowi emang ga bagus2 amat. pada milih jokowi karena jokowi is the lesser evil than the two evils

ada juga pemilih yg ga mau milih 22nya. pada milih coblos logo kpu saja
image-url-apps
Quote:


Elektabilitas jkw yang saya baca dari 7 lembaga survei nggak nyampai 60 persen, sejak 2014 sampai sekarang. Padahal sudah melakukan ina ini ina itu.

Rakyat sudah cerdas, sudah paham dan tau, segala macam pencitraan yang ampun-ampunan dah. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Oiya jkw kan sempurna gitu loh. Saking sempurnanya dan sucinya. Rakyat ogah nyoblos mending rakyat coblos yang empuk-empuk saja.emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


berarti itu emang trmasuk logis lah. pilpres 2014 pemilih dia 53% , klo pun skrng elektabilitas dia 60% berarti udh autowin....hahahahaha


image-url-apps
Kesalahan fatal pihak oposisi menurutku, mereka terlalu fokus meningkatkan elektabilitas prabowo dengan cara menggali kegagalan petahana. Harusnya mereka fokus sosialisasi program2 unggulan dan prestasi prabowo utk dijual ke voters.

Ibaratnya kalo orang disuruh "pikirkan seekor hewan selain gajah", pasti yg pertama dipikirkan gajah. 2019 ganti presiden sebenarnya kampanye yg bagus, tapi fatal di eksekusi. Harusnya 2019 prabowo presiden. Terus dijabarkan program2 unggulannya apa aja. Baru itu personal branding yg betul dan bisa menggaet swing voters.

Kalo 2019 ganti presiden, yg pertama ada di pikiran masyarakat ya presiden petahana.
image-url-apps
Quote:


Dia bilang jokowi gak bagus2 amat. Kok lu balesnya jkw sempurna. Gimana sih gan. Kan jadi jaka sembung bawa golok.
image-url-apps
Ada maho kelojotan di atas
Topiknya apa komentar apa

emoticon-Leh Uga
Quote:


makanya, gw rasa wajar kurang dari 60% karena angka golput dari pilpres ke pilpres makin tinggi.

makin kesini orang makin tau jokowi ga bagus dan prabowo banyak yg nunggangi di belakang emoticon-Cape d... (S)
wajib ada poros ketiga biar rakyat bergairah di pilpres nanti emoticon-Berduka (S)
kalau ga ada, ya siap2 aja angka golput makin tinggi emoticon-Takut (S)
image-url-apps
Quote:


Elektabilitas jkw belum sampai 60 persen, kemenangan jkw di pilpres 2014 silam lawan Prabowo sangat tipis selisihnya.

Jkw sudah memasuki tahun ke-4 nya, dengan elektabilitas dibawah 60 persen masih belum kuat, mentok 57 persen kalau ndak keliru, belum aman, lampu kuning buat jkw.

Seharusnya jkw dengan mencalonkan diri kembali untuk kedua kalinya, elektabilitasnya harus di atas 60 persen lebih, agar aman, rakyat indonesia total 260 juta jiwa lebih, kalau dengan elektabilitas seperti itu maka ada 43 persen rakyat yang tidak memilih jkw.

Dan kalau timsws lawan jkw bisa sukses dalam mengkampanyekan program-program calonnya dan bisa tau titik lemah jkw selama memerintah, dan jkw gagal dalam melakukan counter attack dari kubu lawan, bukan tidak mungkin dari 57 persen pendukung jkw bisa balik kanan dukung lawan jkw. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Lha kalau menurutmu jkw gimana gans. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Quote:


lu ga kalkulasi faktor golput disana
image-url-apps
Quote:


Rakyat sudah pada cerdas dan tau mana calon pemimpin yang baik dan mana yang ngak baik, mana yang ikhlas dan mana yang nggak ikhlas.
×