alexa-tracking

Sumut Djoss Jadikan Semua Urusan Mudah Dan Transparan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1f74d0d89b09db228b4568/sumut-djoss-jadikan-semua-urusan-mudah-dan-transparan
Sumut Djoss Jadikan Semua Urusan Mudah Dan Transparan
Sumut Djoss Jadikan Semua Urusan Mudah Dan Transparan

Medan, apa yang anda pikirkan tentang birokrasi di Sumatera Utara saat ini, bagaimana menurut Anda pelayanan publik birokrasi Sumut kepada masyarakat? Apakah sangat memuaskan, cukup memuaskan, atau justru membuat Anda emosi? Selama ini, sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk mengurus apa saja harus menggunakan uang agar bisa cepat selesai dan lancar. Betul tidak?
SUMUT dulu adalah Semua Urusan Mesti Uang Tunai. Mereka mengatakan bahwa untuk mengurus apapun harus memberikan "pelicin" agar semuanya cepat selesai dan lancar hingga sampai ke tangan kita.

Mereka juga mengatakan bahwa birokrasi sangat sulit dan berbelit-belit. Mereka heran dengan keadaan ini, padahal Jokowi sudah menggalakkan revolusi mental. Tapi tetap saja revolusi tersebut tidak terjadi di sini. Tetap saja semuanya bekerja dengan paham asal bapak senang. "Palak kali kalo aku ceritakan birokrasi di sini lek, emosi aja bawaan aku," ujar salah seorang teman saya ketika saya tanyai kondisi birokrasi di Sumatera Utara.
Setelah nama Djarot muncul, warga langsung semangat dan meminta saya untuk menemani dia sebagai relawan. Menanggapi permintaannya pun saya pun menjawab, "Gak perlu kau minta pun aku udah gerak sendiri jadi relawan bro."
Kami yakin Djarot adalah pemimpin yang bersih dan mau mewujudkan reformasi birokrasi di Sumut, maka dari itu tanpa diminta rekan saya pun sudah bergerak menjadi relawan Djarot. Saya rela mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendukung Djarot dan mewujudkan SUMUT menjadi Semua Urusan MUdah dan Transparan.

Rekam jejak Djarot sebagai pemimpin sudah dimulai sejak tahun 2000 ketika dirinya menjadi Walikota Blitar. Pada saat dirinya menjabat di Blitar, birokrasi di sana sangat berbelit dan banyak sekali jabatan yang tidak efektif. Karena jabatan tidak efektif tersebut Djarot membiarkan posisi tersebut kosong saat pejabat yang mengisi posisi tersebut memasuki masa pensiun. Hasilnya, 300 jabatan di jajaran pemerintah Kota Blitar berhasil dihapuskan Djarot.
Proses rekrutmen birokrat di Blitar pun dilakukan secara terbuka dengan melibatkan Universitas Airlangga. Pemerintah kota tidak sama sekali ikut serta dalam proses rekrutmen birokrat. Hasilnya sudah jelas dan bisa dirasakan oleh masyarakat Blitar yang memperoleh kemudahan dalam berbagai akses. Hal ini juga yang membuat Blitar memperoleh penghargaan atas terobosan inovasi daerah se-Jawa Timur pada tahun 2007.

Dengan adanya Djarot, kita tentu yakin bahwa proses rekrutmen bisa dilakukan seperti yang ia lakukan di Blitar. Dengan demikian, terciptalah birokrat yang melayani masyarakat bukan dilayani masyarakat. Maka dari itu mari menjadi bagian yang mewujudkan Sumatera Utara dimana semua urusannya mudah dan transparan.