alexa-tracking

(#Cerpen Religi) Mimpi Buruk Di Kamar Tengah Rumah Si Embah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1f4d8454c07ad9638b4572/cerpen-religi-mimpi-buruk-di-kamar-tengah-rumah-si-embah
(#Cerpen Religi) Mimpi Buruk Di Kamar Tengah Rumah Si Embah
(#Cerpen Religi) Mimpi Buruk Di Kamar Tengah Rumah Si Embah

Sama seperti tahun sebelumnya, kampung halaman orang tuaku masih terasa menusuk kulit dipagi hari. Dengan suara motor yang sesekali berlalu lalang dan suara detak jantung yang berdetak tiap detiknya.

Dua tahun lalu aku dan abangku berangkat lebih dulu menggunakan kereta dengan alasan untuk menambah ruangan di mobil kami karena orang tuaku harus membawa beberapa barang yang akan ditaruh dirumah si embah.

Saat itu, dari 3 kamar tidur yang tersedia, aku memutuskan untuk menggunakan kamar tengah. Kamar yang sebelumnya digunakan oleh keluarga om ku. Namun kini mereka sudah pindah kerumah barunya. Dan sesekali berkunjung kerumah si embah untuk menjenguknya.

Karena lelah setelah perjalanan panjang di kereta, akupun memutuskan untuk merebahkan tubuh di kamar itu. Sebuah kamar berukuran 3 x 3 meter yang memiliki isi kasur kapuk, lemari kayu dan meja kayu yang sudah sangat tua.

Dalam hitungan detik akupun terlelap. Tiba-tiba aku seperti melihat sesosok bayi yang merangkak di sebelah kasurku dan menghilang di bawah kolong twmpat tidurku. Saat itu jantungku berdegup kencang dan tubuhku keringat dingin. Kucoba beranikan diri untuk mengecek siapa bayi itu. Namun tubuhku terasa berat dan tidak bisa digerakkan. Sedangkan jantungku semakin berdegup kencang dan pikiranku mulai kemana-mana

Hingga akhirnya aku terbangun dengan kondisi baju yang basah oleh keringat dan jantung yang masih berdegup kencang. Dan kuperiksa handphoneku untuk melihat jam, 01.30 pagi, ternyata aku sudah tertidur 5 jam di kamar ini.

Karena takut mengalami hal serupa, akupun memutuskan untuk pindah tidur di depan tv.

Dua tahunpun berlalu, kemarin aku baru saja tiba di rumah si embah. Bedanya kini aku pergi menggunakan kendaraan pribadi bersama keluarga. Setelah menurunkan semua koper dan barang-barang dari dalam mobil, akupun memutuskan untuk beristirahat sejenak. Sekalian meluruskan tubuh yang tertekuk seharian.

Pilihanku kembali tertuju pada kamar tengah itu. Aku yang kini jauh lebih berani berusaha tidak terlalu memikirkan mimpi yang terjadi dua tahun lalu.

Memasuki kamar tersebut, kondisi ruangannya sudah berubah. Lemari dan meja sudah tidak ada di kamar itu. Si embah bilang dibawa pakde kerumahnya.

Sekali lagi, akupun dengan mudah tertidur di kasur itu. Padahal kasur itu masih menggunakan kapuk yang jauh dari kata empuk dibanding kasur jaman sekarang.

Tiba-tiba aku tersadar pada sebuah tempat yang asing bagi diriku. Sebuah tempat yang kotor dan jorok, dan seketika muncul orang dari belakang yang mencoba membunuhku. Jantungku kembali berdegup kencang, dan rasa takut itu mulai memenuhi pikiranku.

Tiba-tiba suasana berubah menjadi terang dan bersih. Orang yang mencoba membunuhku sudah menghilang. Namun kini ada sesuatu yang membuatku merinding. Tiba-tiba didepanku ada sesosok mayat yang telah selesai dimandikan. Sesosok mayat laki-laki yang aku tidak bisa aku lihat dengan jelas mukanya.

Jantungku kembali berdegup lebih kencang dan membuatku terbangun dengan mimpi buruk yang masih terniang dikepalaku. Kucoba raih handphone untuk periksa jam saat ini, pukul 3.30 pagi. Aku putuskan untuk bangun dan pindah keruang tengah sembari menunggu waktu sahur.

Selesai sahur aku ceritakan kejadian itu dan kejadian dua tahun yang lalu. Mendengar ceritaku itu, orang tua dan saudarakupun terkejut. Dan membuat ayahku bertanya "apa kamu sudah solat isya sebelum tidur?". Aku mencoba mengingat-ingat, dan benar aku belum solat isya selama tiba dirumah si embah hari ini. Dan aku mencoba mengingat lagi kejadian dua tahun lalu, dan ternyata aku juga belum solat isya setibanya di rumah si embah saat itu.

Saat itu aku menyimpulkan bahwa mungkin itu peringatan dari yang maha kuasa bahwa aku harus bangun dan segera melaksanakan solat Isya.

Ini adalah kamar itu
(#Cerpen Religi) Mimpi Buruk Di Kamar Tengah Rumah Si Embah
image-url-apps
sepi ra enek sing komen
×