alexa-tracking

7 Tingkatan Strategi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1ef381162ec2575d8b456a/7-tingkatan-strategi
7 Tingkatan Strategi
Teks : Jemy Confido

7 Tingkatan Strategi

Strategi seperti air. Begitulah nasihat bijak dari Sun Tzu, ahli strategi yang hidup 500 tahun sebelum masehi di negeri China. Di dalam kolam air, air mengikuti bentuk kolam. Di Sungai air mengikuti liku-liku sungai. Di lautan, air bisa menutupi samudera. Begitu pula dengan strategi. Paling tidak ada tiga kriteria yang dapat digunakan untuk menilai sebuah strategi yaitu moral, hasil & sumber daya. 7 tingkatan strategi sebagai berikut :

1. Menang dengan menghalalkan segala cara
Strategi ini adalah strategi yang paling rendah tingkatannya, curang & tidak bermoral. Dalam film Red Cliff, dikisahkan pasukan Cao-Cao sedang mengepung pasukan Zhou Yu di sebuah teluk dengan tebing disekitarnya berwarna merah. Saat kedua pihak mengatur strategi, ternyata sebagian pasukan Cao-Cao terkena wabah. Para jendral Zhou Yu menyarankan agar Zhou Yu melakukan serangan. Namun Zhou Yu menolak dengan alasan kemanusiaan. Sebaliknya, Cao Cao justeru mengirimkan mayat pasukannya yang terkena wabah itu dengan rakit ke markas Zhou Yu dengan maksud agar pasukan Zhou Yu tertular wabah tersebut.

2. Menang dengan menghabiskan kekuatan yang dimiliki.
Mungkin sering mendengar saat Wings food menyerang Indofood dengan strategi red ocean. Meskipun Wings bisa mengambil market share Indofood tetapi sumber daya & dana saat itu “bisa habis”.

3. Menang dengan menyerang titik lemah.
Strategi ini membutuhkan informasi yang sangat akurat dan kejelian serta kecerdasan dalam memanfaatkan celah sekecil apa pun untuk kemudian melancarkan serangan secara akurat.

4. Menang dengan mengalihkan atau membagi kekuatan lawan.
Dulu Indonesia di jajah oleh belanda dengan “Devide et Impera”. Secara tidak Sadar belanda memisahkan kekuatan IQ,EQ & SQ yang menjadi kekuatan nenek moyang kita saat itu. Tapi untuk menghancurkan Indonesia, Belanda membangunkan Masjid dan benar-benar dijadikan hanya untuk Sholat bukan untuk berbicara dunia. Sedangkan saat menjalankan kehidupan sehari-hari seperti berdagang nilai-nilai shalat tidak ikut di dalamnya.

5. Menang dengan menyerang atau memanfaatkan kekuatan lawan.
Pada saat menghadapi pertempuran di Asia Tenggara, pasukan Inggris yang terkenal dengan angkatan laut & meriamnya siap menyongsong serangan Jepang di laut. Perhitungannya, pasukan Jepang tidak akan menyerang dari darat karena perjalanan darat sangat jauh dan harus melalui hutang tropis di Birma yang sangat berat sehingga pasukan Inggris cukup aman terlindung dari serangan darat. Namun secara mengejutkan, pasukan Jepang justeru menyerang dengan melakukan perjalanan darat sehingga perlindungan hutan yang merupakan kekuatan posisi pasukan Inggris berubah menjadi kelemahan sementara meriam-meriam Inggris yang menghadap ke laut tidak bisa dipergunakan.

6. Menang dengan membuat lawan menang. Istilahnya “ Mengalah untuk menang”. Strategi ini membutuhkan kematangan mental & spritual. Hal ini bisa tertuang dalam Skenario kisah Batara Kresna agar Arjuna bisa mengalahkan Adipati Karna (keduanya putri dewi Kunti)dalam perang Bharata Yuddha. Untuk menghindari pertempuran tersebut Kresna menugaskan Gatot Kaca untuk memancing Karna agar bangkit amarahnya dan mengeluarkan senjata Konta. Senjata berbentuk tombak pendek yang bisa menghancurkan apa pun juga dan pasti tepat sasaran itu semula disimpan karena untuk mengalahkan Arjuna. Namun apa daya, setelah kereta yang dinaikinya hancur, Karna pun tak kuasa menahan amarahnya sehingga ia mengeluarkan senjata pamungkas tersebut. Konta memiliki syarat yaitu sekali ia dikeluarkan, maka ia harus dilepaskan. Alhasil, Karna menang dengan mengalahkan Gatot Kaca. Tapi, kemenangan besar tersebut membuat ia kehilangan kemenangan yang lebih besar yaitu mengalahkan Arjuna, Karna masih memberikan perlawanan sengit, namun Arjuna keluar sebagai pemenang.

7. Menang dengan tanpa berperang.
Contoh yang bagus dari strategi ini adalah pada saat Rusia diserang oleh Napoleon. Dengan berbekal 670 ribu pasukan, Napoleon merengsek masuk ke Rusia. Namun di luar dugaan, hingga masuk ke pedalaman Rusia beratus-ratus kilometer jauhnya, Napoleon tidak mendapatkan pasukan Rusia. Demikian pula kota atau desa yang mereka lalui semuanya kosong dan tidak terdapat barang atau makan yang bisa dipergunakan. Berbulan-bulan mereka melakukan perjalanan hingga akhirnya pasukan Napoleon kehabisan bahan makanan dan kedinginan diterjang salju. Bahkan setelah memasuki Moskow sekali pun, pasukan Napoleon tidak berhasil menemukan makanan ataupun harta benda yang berharga. Setelah bertahan dengan memakan Kuda yang mereka tunggangi & sepatu kulit serta bertahan melawan wabah penyakit, akhirnya pasukan Napoleon tersebut tinggal tersisa 15 ribu orang. Kejadian ini merupakan penerapan yang hampir sempurna dari strategi tingkat ke-7 ini. Strategi ini bisa dilakukan oleh Tsar Alexander karena ia mendapatkan informasi sebelumnya bahwa Napoleon akan menyerang Rusia.

Tidak ada strategi yang selalu tepat waktu untuk setiap situasi. Tentu saja sangat elegan bila kita bisa menggunakan strategi tingkat ke- 7. Tetapi sedapat mungkin hindarilah strategi ke-1, Strategi tingkat ke-2 sebaiknya menjadi pilihan terakhir, strategi ke-1 dijadikan pelajaran agar wapada terhadap kecurangan-kecurangan.
Semoga kemenangan gemilang dan terhormat menyertai Anda!