alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Alasan Singapura Dipilih Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1ef024a09a39dc518b4577/alasan-singapura-dipilih-jadi-lokasi-pertemuan-trump-kim-jong-un

Alasan Singapura Dipilih Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un

Alasan Singapura Dipilih Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Kim Jong-un

SINGAPURA - Selasa (12/6/2018) besok, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) akan melakukan pertemuan bersejarah di Singapura. Washington dan Pyongyang tak mengungkap mengapa negara tetangga Indonesia itu dipilih sebagai tuan rumah pertemuan kedua pemimpin tersebut.

Namun, pakar hukum di Singapura berpendapat bahwa keamanan dan ketertiban di negara kecil itu menjadi alasan utama. Selain itu, sikap netral juga dianggap layak bagi Singapura menjadi Swiss-nya Asia.
 
Singapura selama ini menikmati hubungan yang kuat dengan AS dan merupakan salah satu dari sedikit negara yang memiliki kedutaan Korea Utara. Uniknya, negara itu kerap diejek sebagai "negara pengasuh" karena menerapkan larangan mengunyah permen karet dan majalah dewasa seperti Playboy.

Demonstrasi publik jarang terjadi, dan tidak pernah terjadi secara spontan. Bahkan untuk menyuarakan protes atau aspirasi, publik wajib melakukan pendaftaran sebelumnya di situs pemerintah.

"Justru karena Singapura adalah uber-orderly dan aman, dia menarik dan diterima baik AS dan Korea Utara sebagai tuan rumah untuk pembicaraan yang bersifat sensitif dan halus," Eugene Tan, seorang profesor hukum di Singapore Management University, kepada Al Jazeera.

"Hukum ketertiban umum yang ketat juga berarti bahwa Trump dan Kim tidak mungkin menghadapi ancaman keamanan besar dan merasa malu dengan protes jalanan, (hal ini) memungkinkan mereka untuk fokus pada substansi pembicaraan," ujar pakar hukum tersebut.

Sekitar 3.000 wartawan diperkirakan berdatangan ke Singapura untuk meliput pertemuan bersejarah antara Trump dan Kim Jong-un. Kamar hotel dan pengemudi taksi bersiap untuk melayani permintaan yang berlebihan. Kemacetan lalu lintas juga telah diantisipasi otoritas setempat terkait dengan penutupan jalan, pemeriksaan keamanan, serta pemeriksaan terhadap angkutan massal yang berlebihan.

Pasukan Gurkha bersenjata berat, yakni pasukan khusus polisi Singapura warisan era kolonial, telah siaga di sekitar Shangri-La Hotel, hotel yang ditempat Trump.

Pertemuan Trump dan Kim dilaporkan akan berlangsung di Hotel Capella di pulau resor Sentosa, sebuah hotel mewah yang terletak di tengah hutan tropis dengan pantai dan pemandangan pelabuhan yang luas.

Promosi Singapura sebagai tuan rumah pertemuan itu juga disuarakan media lokal, Straits Times. Media itu menulis Singapura sebagai tempat terbaik di mana Trump dan Kim Jong-un dapat membuat kesepakatan.

Kim Jong-un telah tiba di Singapura lebih dulu dengan pesawat Air China 747 yang dikawal beberapa jet tempur Beijing, kemarin. Pemimpin muda itu tidak menggunakan pesawat jet pribadinya, yang dijuluki sebagai "Air Force Un".

Beberapa jam kemudian, Trump menyusul tiba dengan pesawat Air Force One. 

Ada sejumlah hal yang berlum terjawab dari pertemuan ini. Pertama, siapa yang menanggung akomodasi hotel mewah untuk Kim Jong-un dan delegasinya. Sebab, dalam kesepakatan awal, Korea Utara tidak mau menanggung biayanya.

Kedua, agenda pasti dari pertemuan tersebut. Media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan pertemuan itu untuk membahas perdamaian dan denuklirisasi. Namun, sejak awal Trump ingin pertemuan itu membuahkan hasil nyata termasuk pelucutan senjata nuklir Korut.

(mas)

https://international.sindonews.com/...-1528690354/13

Quote:
Diubah oleh Kaskus Support 15
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Ea ea..
sejak jaman bung karno kita dekat dg korea utara... kebetulan belakangan juga dg korea selatan, kalo ini karena faktor ekonomi
Karena bebas dari libtard idiot.
Diubah oleh anti.liberal
On The Way Singapore..
emoticon-Cool
Susah kalau di Indonesia
Di Indonesia ini ada sekelompok manusia yang merasa paling hebat di alam semesta ini
Nggak boleh dekat USA, China, Rusia, Israel, Eropa dll
Padahal sendirinya juga susah
Kaum yang selalu mengeksklusifkan diri tapi selalu tertinggal peradabannya emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
karena di singapore aman dari jihadis dan aktivis leftist emoticon-Ngacir
Quote:


Ooohh kaum itu ya. Ya ya ya. emoticon-Leh Uga

Kaum yang bermimpi kelak akan menguasai dunia dalam satu panji dan agama. Tapi dari sekarang belum ada geliatnya. emoticon-Wakaka
Karena Singapura itu ... cenderung netral? emoticon-Bingung (S)


Quote:

Elu yak?
kalau di sini ntar siapa yang bayar ongkos 20 juta dollar
Quote:


Kaum yang selalu merasa jadi korban dan akhirnya jadi pemenang
Padahal sendirinya juga tidak melakukan hal besar apapun buat dunia ini pada jaman2 skrg

Masih bermimpi akan masa lalu emoticon-Big Grin
Entah apapun yang dimimpikan emoticon-Ngakak (S)

Quote:


Gua nggak kayak gitu emoticon-Ngakak (S)

tjahaja esia emoticon-Sorry
Kalo disini ntar ada kaum nyinyir soal biaya dll...
kurang aman apa lagi coba Indo dengan 1000 jin nya mijon emoticon-Mad
Di singapura nasbung2 tolol yg bisa membahayakan keselamatan trumph itu jumlahnya seđikit bre

lah indo jadi tuan rumah perhelatan pemimpin dunia berkali2 ga dianggep ya ?..tendensius amat kaskuser disini heran emoticon-Big Grin
trump dari dulu punya keinginan pengen selfie di bawah air mancur patung mulut singa yg fenomenal itu. Makanya dipilihlah singapura. emoticon-Big Grin
Diubah oleh asoez
Kalau di indonesia

Satu2nya tempat yg cocok ya..di bali

Paling netral

Kalau singapura adalah swiss nya asean

Maka bali adalah swiss nya indonesia

emoticon-Leh Uga
"...Pemimpin muda itu tidak menggunakan pesawat jet pribadinya, yang dijuluki sebagai "Air Force Un".."

punya rasa malu juga kayaknya dia, takut dibandingin sama air force one. jiper ntar.
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di