alexa-tracking

PDIP Pertanyakan OTT Tiga Kadernya, Murni Hukum atau Politik?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1e81b760e24b6b5c8b456c/pdip-pertanyakan-ott-tiga-kadernya-murni-hukum-atau-politik
PDIP Pertanyakan OTT Tiga Kadernya, Murni Hukum atau Politik?
PDIP Pertanyakan OTT Tiga Kadernya, Murni Hukum atau Politik?

AKURAT.CO, PDI Perjuangan (PDIP) mempertanyakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang telah dilakukan KPK terhadap tiga kepala daerah yang diusungnya.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jendral (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, saat menanggapi ditangkapnya Bupati Purbalingga dan Ketua DPC PDIP Purbalingga Tasdi, Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Blitar dan Calon Bupati Tulungagung inkumben Syahri Mulyo.

"Saat ini saya sedang berada di Kota Blitar dan Tulungagung. Banyak yang bertanya, apakah OTT ini murni upaya pemberantasan hukum atau sebaliknya? Ada kepentingan politik yang memengaruhinya?" ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Minggu (10/6) malam.

Menurut Hasto, pertanyaan-pertanyaan itu muncul mengingat bahwa yang sepertinya menjadi sasaran KPK adalah mereka yang memiliki elektabilitas tertinggi dan merupakan pemimpin yang sangat mengakar.

"Samanhudi misalnya, terpilih kedua kalinya dengan suara lebih dari 92 persen," ujarnya.

Hasto menjelaskan, kesan adanya kepentingan politik ini dapat dicermati pada kasus OTT terhadap Samanhudi dan Sahri Mulyo. Mereka berdua tidak terkena OTT secara langsung, namun mengapa beberapa media online tertentu di Jakarta dalam waktu yang sangat singkat memberitakan OTT kedua orang tersebut.

Seakan-akan, Hasto menegaskan, menggambarkan bahwa keduanya sudah menjadi target dan memang harus ditangkap baik melalui OTT langsung maupun tidak langsung.

"Dan faktanya, yang ditangkap di Kota Blitar adalah seorang penjahit, dan bukan pejabat negara. Lalu di Tulungagung seorang kepala dinas dan perantara, bukan Sahri Mulyo. Kesemuanya lalu dikembangkan bahwa hal tersebut sebagai OTT terhadap Samanhudi dan Sahri Mulyo. Ada apa di balik ini?," katanya penuh tanya.

Hasto menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPK manakala OTT tersebut dilakukan dengan berpegang pada prinsip keadilan, kebenaran dalam hukum dan sesuai mekanisme hukum itu sendiri.

"Namun pertanyaannya, apakah OTT tersebut tidak dipengaruhi oleh kontestasi pilkada? Siapa yang bisa memastikan hal ini bahwa segala sesuatunya dilakukan secara proper dan sesuai mekanisme hukum yang jujur dan berkeadilan?," ungkapnya.

Sebab di masa lalu, lanjut Hasto, ada oknum petinggi KPK yang tidak bisa melepaskan diri dari kepentingan di luarnya, misal terkait dengan pencoretan bakal calon menteri yang dilakukan tidak sesuai prosedur dan nampak ada vested interest. Demikian juga terhadap kebocoran sprindik Anas Urbaningrum misalnya.

Hasto menambahkan, sekiranya bahwa yang dilakukan oleh KPK tersebut sudah benar-benar sesuai SOP, tidak ada kepentingan lain kecuali niat suci dan mulia untuk memberantas korupsi tanpa kepentingan subyektif demi agenda tertentu, maka banyaknya pejabat daerah yang terkena OTT tidak hanya membuat pemerintahan daerah pincang akibat korupsi.

"Tetapi lebih jauh lagi, hal tersebut sudah menyentuh aspek yang paling mendasar, (yakni) kegagalan sistem pencegahan korupsi negara," ujarnya.[]

http://m.akurat.co/id-240041-read-pd...m-atau-politik
Klo yg ketangkap kubu sebelah..pasti teriak campur tangan penguasa..
Quote:


Masa sih gan?
pdip anjing itu sudah.....
Quote:


lagi menyebar hoax membangun tak
jadi maunya gimana tuh?


Quote:


was, tar ada nastak mewek lagi. emoticon-Wakaka
sama saja to
mau masalah hukum ataupun politik .... yg pasti "boleh korupsi asal jangan ketahuan" emoticon-Stick Out Tongue
Quote:


nastak yg mana? Yg rada pinter apa yg tolol macem detik KW itu?
ciee lagi belain koruptor
masih mau dipimpin sama partai yang ngebela koruptor?
ntar ada yg ngancem ngeratain kapeka ga nih?
Quote:


muga2 banyak yang udah sadar tipuannya si kodok gan. Masak partai juara korupsi dijadiin pemimpin emoticon-Hammer (S)
pilih orangnya,. bukan partainya,. pret
Politik itu pak...politik
emoticon-Leh Uga
masalahnya cma ketahuan sama belom ketahuanemoticon-Big Grin
Quote:


Segoblok2nya nastaik adalah yang percaya kata2 ginian... Hahahaa

Faktanya si kodok ngasih gratisan 1.3M pertahun ke simbok... Korupsi yang dikemas secara legal... Ongkang2 kaki... Dapet duit... Uenaaakkkkeeeeee rekkkk
PDIP partai bosok, contohlah Demokrat kadernya kena gasak KPK ga pernah intervensi bahkan sedikitpun ga pernah komen negatif ke kpk.



Quote:


lah lebih konyol lagi kalo partai penguasa curiga aparat main politik untuk menghancurkan partai penguasa tersebut

emoticon-Ngakak (S)


klo memang bersih ya bersih aja ga usah ngeles..buktikan dengan hukum
Udah banyak yg ketangkep masih coba membiaskan persoalan

Beneran kan partai nomor 1 terkorup? data udah bicara, jadi apa ga malu masih maju lagi?
demokrat yg kader nya dicokok kpk ga ada koar2nya tuh
ini yg jelas2 jadi sarang koruptor malah denial & bikin alibi
emoticon-Ngakak

mbok ya perbaiki mental kadernya

sok2 an revolusi mental, yg hasilnya entah apa

kena ott malah nyalahin pencegahan
emang koruptor ga pinter main diem2 apa

pencegahan penyakit noh jelas sistemnya

pencegahan korupsi = mitos


PDIP Pertanyakan OTT Tiga Kadernya, Murni Hukum atau Politik?