alexa-tracking

Pergerakan Bumi Semakin Melambat dan Bulan Lah Penyebabnya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1e56ac98e31bce5a8b4571/pergerakan-bumi-semakin-melambat-dan-bulan-lah-penyebabnya
Pergerakan Bumi Semakin Melambat dan Bulan Lah Penyebabnya
Pergerakan Bumi Semakin Melambat dan Bulan Lah Penyebabnya

Bumi dan bulan terjerat dalam ikatan gravitasi, dengan bulan mengorbit bumi dan keduanya mengelilingi matahari. Pergerakan ini menimbulkan konsekuensi khusus; misalnya: pergerakan ombak dan bulan menuju arah yang sama. Fakta lainnya adalah bumi memperlambat durasi waktu harian di bumi, membuat hari-hari lebih panjang. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini penjelasan selengkapnya!


1. Jumlah jam per hari di bumi saat 1,4 miliar tahun lalu itu 18 jam lho!
Pergerakan Bumi Semakin Melambat dan Bulan Lah Penyebabnya
Yang kita tahu saat ini, jumlah jam dalam satu hari adalah 24 jam. Penemuan ini dipublikasikan dalam sebuah studi baru, di Proceeding of National Academy of Science.

Untuk menelitinya, para peneliti menggunakan pendekatan statistik yang disebut astrochronology, yang menggabungkan pengamatan astronomi dan analisis geologi untuk mempelajari sejarah tata surya. Ini mereka anggap sebagai pendekatan kunci untuk menjelaskan iklim kuno bumi.


2. Astrochronology mampu memberi tahu waktu di masa lampau yang paling jauh dari masa ini sekalipun
Pergerakan Bumi Semakin Melambat dan Bulan Lah Penyebabnya
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh perwakilan peneliti, Profesor Stephen Meyers dari University of Wisconsin-Madison. Mereka ingin bisa mempelajari bebatuan yang berusia milyaran tahun, dengan cara yang sebanding dengan cara mereka mempelajar proses geologi modern.

Bulan terbentuk dalam tabrakan antara bumi dan protoplanet seukuran Mars pada 4,5 miliar tahun lalu. Bulan lebih dekat ke bumi saat itu, daripada saat ini. Bulan bergerak menjauhi bumi pada tingkat 3,82 cm per tahun, sehingga ketika sistem berinteraksi, itu mengakibatkan bumi melambat.


3. Penambahan 6 jam pada durasi waktu sehari di bumi selama 1,4 miliar tahun itu tidak sesederhana yang dipikirkan banyak orang
Pergerakan Bumi Semakin Melambat dan Bulan Lah Penyebabnya
Tim peneliti harus menggunakan analisis statistik untuk mencari tahu bagaimana perubahan ini berevolusi dari waktu ke waktu. Mereka juga menggunakan bukti geologis untuk memperkuat model mereka.

Nilai berubah secara signifikan dari waktu ke waktu, sehingga semakin jauh kita mundur ke masa lampau, maka kesimpulannya semakin kurang dapat diandalkan. Misalnya kita mengambil tingkat surut bulan yang sekarang dan menelitinya berdasarkan seluruh sejarahnya, maka kita bisa menyimpulkan bahwa bulan terbentuk 1,5 miliar tahun yang lalu. Dari perhitungan tersebut, diketahui tidak mungkin lebih lama lagi, karena jika bulan lebih dekat ke bumi daripada itu maka bulan akan terkoyak dan hancur.


4. Orbit bumi telah berubah dari lingkaran menjadi cenderung elips selama jutaan tahun
Pergerakan Bumi Semakin Melambat dan Bulan Lah Penyebabnya
Rekaman geologis juga sangat membantu observasi astronomi untuk menyelidiki awal permulaan tata surya. Meyers mengatakan bahwa mereka melihat irama perkembangan objek antariksa, diawetkan di bebatuan dan berbagai artefak sejarah.

Para peneliti baru-baru ini menggunakan bukti geologis untuk menunjukkan bagaimana orbit bumi telah berubah dari lingkaran menjadi cenderung lebih elips. Jadi memang semakin bertambahnya hari, durasi satu hari akan semakin lebih panjang, walau penambahannya sedikit demi sedikit. Kira-kira menurutmu berapa lama jumlah jam yang ideal dalam sehari?


Sumber : https://www.idntimes.com/science/dis...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Pergerakan Bumi Semakin Melambat dan Bulan Lah Penyebabnya Ada Alasan Mengkhawatirkan Kenapa Kita Belum Bertemu Alien Sampai Saat Ini

- Pergerakan Bumi Semakin Melambat dan Bulan Lah Penyebabnya Para Ahli Gak Sengaja Temukan Partikel Nano Teh Bisa Bunuh Sel Kanker

- Pergerakan Bumi Semakin Melambat dan Bulan Lah Penyebabnya 14 Foto Menakjubkan Jupiter dari Kapal Luar Angkasa Juno Milik NASA