alexa-tracking

Mudik berpotensi menggerakkan ekonomi daerah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1e1aad14088d092c8b456c/mudik-berpotensi-menggerakkan-ekonomi-daerah
Mudik berpotensi menggerakkan ekonomi daerah
Mudik berpotensi menggerakkan ekonomi daerah
Personel Satlantas Polres Salatiga mengatur lalu lintas pertemuan arus mudik Lebaran dari jalan Semarang-Solo dan dari pintu keluar tol Salatiga di Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (10/6).
Hari Raya Idulfitri, selain menjadi sarana bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, adalah momentum untuk meningkatkan ekonomi sektor riil di berbagai daerah.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, mudik bisa sebagai momen untuk menggerakkan ekonomi yang selama ini masih berpusat di pulau Jawa, khususnya Jakarta.

"Kita berikan berkah ke daerah-daerah asal kita. Gunakan rezeki ini dengan bijak gerakan ekonomi di daerah insyaAllah daerah akan tumbuh ekonominya," ucap Sandiaga dikutip Tirto, Sabtu (9/6/2018).

Lembaga riset dan kajian ekonomi syariah, Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) memproyeksikan akan terdapat potensi 33,8 juta pemudik atau meningkat sekitar 2,2 persen dari tahun sebelumnya.

Rilis kajian IDEAS Senin (11/6), menunjukkan bahwa dari proyeksi 33,8 juta pemudik, sekitar 24,1 juta orang masih mengandalkan angkutan pribadi dan hanya sekitar 9,6 juta orang yang menggunakan angkutan umum.

Jumlah tersebut masing-masing menunjukkan peningkatan berturut-turut yaitu 0,6 persen (untuk pengguna angkutan pribadi), dan 6,5 persen (pengguna angkutan umum), dibandingkan dengan jumlah tahun sebelumnya.

IDEAS memproyeksikan mudik 2018 akan melibatkan hampir 10 juta kendaraan pribadi, yaitu 3,2 juta mobil dan 6,4 juta sepeda motor, yang meningkat masing-masing 8,2 persen dan 6,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Selain itu, hasil kajan memproyeksikan bahwa sekitar 15,3 juta pemudik yang berstatus pekerja akan membawa remitansi ke kampung halaman mereka sebesar Rp58,6 triliun atau meningkat 5,6 persen yoy.

Pada periode Ramadan dan Idulfitri, kebutuhan uang di masyarakat baik tunai maupun nontunai mengalami peningkatan. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya kegiatan transaksi di masyarakat.

Dengan demikian, IDEAS memproyeksikan total perputaran uang selama musim mudik 2018 ini adalah sebesar Rp196,5 triliun.

Sebelumnya Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi memperkirakan kebutuhan uang tunai di masyarakat meningkat hingga 15,3 persen dari kebutuhan uang Ramadan tahun lalu yang mencapai Rp163,2 triliun.

Peningkatan kebutuhan uang tunai tersebut disebabkan oleh tambahan libur pada tanggal 11, 12 dan 20 Juni, sehingga total libur lebaran menjadi 12 hari.

Sementara itu, Koordinator Presidium Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kamrusammad menuturkan, setiap tahun angka jumlah pemudik terus meningkat sehingga berpotensi memperbesar nilai transaksi yang akan terjadi selama masa mudik Lebaran.

Dari data yang dihimpun olehnya, angka pemudik tahun kemarin mencapai 30 juta orang, sehingga ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 27 juta pemudik. Dengan demikian, redistribusi pendapatan hasil aktivitas para pemudik pada momen Lebaran diperkirakan mencapai sekitar Rp90 triliun.

"Dana itu mengalir dari pembayaran zakat, transportasi, konsumsi, belanja dan yang lainnya," tutur Kamrussamad, yang juga pendiri HMIPreneur, saat dihubungi Beritagar.id, Senin (11/6).

Kamrussamad berharap dalam mudik ada proses transfer pengetahuan terkait jiwa wirausaha kaum urban selama hidup di kota dengan kompetisi dalam menciptakan kemandirian ekonomi kepada keluarga di desa. Sehingga terjadi redistribusi aset pendapatan dan redistribusi pengetahuan wirausaha.

Selain itu, meningkatnya arus mudik dan adanya jaminan pelayanan optimal transportasi mudik dinilai bakal membawa perekonomian daerah akan membaik. Serta meningkatnya transaksi perdagangan di seluruh Tanah Air sejalan dengan bertambah besarnya peredaran uang.

Dia melanjutkan, momentum mudik lebaran harus digunakan untuk pengembangan potensi riil. "Pasalnya hal tersebut untuk menggerakkan perekonomian lokal," kata Kamrussamad.

Jika mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), kegiatan ekonomi masyarakat selama ini memang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Per kuartal I 2018, tercatat pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa mencapai 5,78 persen, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan nasional, dengan kontribusi ke perekonomian nasional sebesar 58,67 persen.

Dia juga berharap kesadaran pemudik harus ditingkatkan untuk menumbuhkan investasi di daerah masing-masing melalui peningkatan investasi sebagian dana yang dibawa ke desa untuk kegiatan-kegiatan produktif di sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), industri rumahan, dan peternakan.

“Jadi sebenarnya momen mudik bisa dimanfaatkan untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi lokal,” tegas Kamrussamad.
Mudik berpotensi menggerakkan ekonomi daerah


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ekonomi-daerah

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Mudik berpotensi menggerakkan ekonomi daerah Jelang pertemuan Kim dan Trump di Singapura

- Mudik berpotensi menggerakkan ekonomi daerah Tol termurah dan termahal di Jawa

- Mudik berpotensi menggerakkan ekonomi daerah Kekuatan militer Indonesia masih nomor satu di Asia Tenggara

×