alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Kiprah Menteri Susi Diulas Khusus New York Times
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1d966fdc06bdc4768b4568/kiprah-menteri-susi-diulas-khusus-new-york-times

Kiprah Menteri Susi Diulas Khusus New York Times

Kiprah Menteri Susi Diulas Khusus New York Times

Meski kerap mengundang kontroversi, namun kiprah Menteri Susi Pudjiastuti dalam Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diakui banyak pihak memberi warna baru pada geliat industri perikanan nasional. Hal ini pula yang menjadi sorotan New York Times, sebuah laman berita berpengaruh di dunia. Bahkan laman berita tersebut menurunkan profil khusus tentang sang menteri berikut sepak terjangnya di dunia perikanan Indonesia.

Dalam reportasenya di rubrik Asia Pasifik Sabtu kemarin (9/6), New York Times menuliskan tentang bagaimana gaya slengek’an Menteri Susi membuatnya dicap sebagai menteri “yang tidak konvensional”. Misalnya saja kesukaannya ngudud, pakai tato burung phoenix di kaki kanannya atau pendidikan formalnya yang tak sampai lulus SMA.

Namun semua itu tak mempengaruhi kinerjanya menyelamatkan perairan Indonesia dari pencuri-pencuri ikan skala internasional. Menteri Susi dikenal tak mau kompromi menghadapi para perampok ikan yang menjadikan laut Indonesia medan jarahan selama puluhan tahun.

Sejak menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo, tercatat lebih dari 10 ribu kapal asing yang biasa mondar mandir mengambili ikan seenaknya, diusir dari perairan Indonesia. Tak sedikit di antaranya yang ditenggelamkan untuk menimbulkan efek jera. Langkah tegas ini berakibat positif pada melonjaknya stok ikan nasional lebih dari dua kali lipat dari tahun 2013 hingga 2017 serta menyelamatkan kerugian negara hingga USD 1 triliun setiap tahunnya.

Tak heran jika kiprah Menteri Susi ini menuai dukungan dari berbagai kalangan. Apalagi pernyataan “perang” terhadap illegal fishing ini tak hanya ditujukan pada kapal-kapal kecil dari Asia Tenggara. Tapi juga menyasar kapal-kapal nelayan dari negara besar seperti China.

Baca Juga : Kejahatan Industri Perikanan Ancam Kedaulatan Negara

Bulan Juni 2016 sempat ada insiden yang sedikit memanaskan hubungan kedua negara setelah kapal perang Indonesia mengamankan kapal nelayan China yang beroperasi di Natuna, kepulauan paling utara Indonesia.

Walau pun menurut hukum laut internasional wilayah itu masih masuk sebagai Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia, Menteri Luar Negeri China memprotesnya. Alasannya, perairan tersebut merupakan “tempat mencari ikan tradisional” warga China.

Menteri Susi sendiri tak terlalu menanggapi keberatan Beijing. Ia malah menjawabnya dengan cerdas.

“Nenek moyang bangsa Indonesia biasa berlayar jauh sampai ke Madagaskar. Lantas apa kami musti mengklaim seluruh Samudera Hindia sebagai “tempat mencari ikan tradisional” kami?” ujarnya dalam wawancara dengan New York Times.

Ironisnya, tak semua pejabat negara mendukung kiprah Menteri Susi. Awal tahun ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan ibu tiga anak ini bahwa tindakan menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan ini bisa menakut-nakuti investor asing. Pernyataan Wapres ini didukung pula oleh Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia.

Komunitas nelayan yang beranggotakan sekitar 2,4 juta pun menolak upaya Menteri Susi menghentikan praktik-praktik yang umum dilakukan seperti menggunakan pukat harimau atau dinamit untuk menangkap ikan. Padahal praktik-praktik tersebut merusak ekologi dan habitat lautan.

Baca Juga : Menteri Susi Diselorohi Pangeran Charles Soal “Tenggelamkan”

Tapi lagi-lagi pemilik Susi Air ini menjawabnya diplomatis.

“Saat memulai terjun di bisnis ini, ikan-ikan itu sebesar ini,” jelasnya sembari merentangkan kedua tangannya.

“Sekarang ikannya kecil-kecil. Sebagian lenyap karena ditangkap secara berlebihan. Sayangnya, pemerintah sebelum-sebelumnya tidak peduli,” sesalnya.

Selain mengulasnya sebagai pebisnis sukses dan perempuan mandiri, New York Times tak ketinggalan menyoroti masa depannya di dunia perpolitikan Indonesia. Digadang-gadang sosok yang tepat mendampingi Joko Widodo sebagai Wakil Presiden di Pilpres tahun depan, Menteri Susi tak mau berkomentar lebih jauh. Ia hanya mengatakan lebih senang menghabiskan waktu luangnya di laut.

“Saya merasa bahagia ketika berada di laut,” pungkasnya.

(sumber)

Bravo Bu Susi emoticon-Cool
Urutan Terlama
hebat! terus berkarya bu Susi.
Post ini telah di hapus oleh kaskus.support17
Kapan fahri dan fadli diulas di new York Times?
sangat memberikan inspirasi..
Tanya dong, kenapa lebih baik ditenggelamkan daripada di simpan, disita atau diberikan ke nelayan Indo (jangan dibiarkan ditebus balik) ?
Quote:


konon katanya salah satu alasannya berkaitan dengan biaya.
Quote:


tanyain ke bigboss-nya gan
Quote:


itu jatuhnya barang ilegal/terlarang sama seperti narkoba. makanya harus di musnahkan.
Quote:

Bikin hull kapalnya lama lagian dah THT dah aparat sini korup ditebus pake uang suap bisa makanya dibakar..emoticon-Big Grin
Quote:


kalo gak dimusnahin tu kapal balik ke mafia ikan ato dibeli lagi ama orang suruhan yg punya kapal

btw kkp disclaimer kgk ditanya ama NYT juga wkwkwkw

emoticon-Leh Uga
Quote:


sayang sekali, padahal seenganya bisa dimanfaatkan, gk kyk narkoba yang memang dilarang

Quote:

Quote:


berarti ini permasalahnnya ketidak percayaan pada petugas di lapangan, (mudah disuap dsb)
mungkin perlu ada sistem yang lebih baik lagi


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di