alexa-tracking

Senyum Untuk Ibu Di Lebaran Ini

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1d47f2902cfec10e8b456a/senyum-untuk-ibu-di-lebaran-ini
Senyum Untuk Ibu Di Lebaran Ini
Senyum Untuk Ibu Di Lebaran Ini Selalu ada cerita yang berbeda disetiap Ramadhan. Ini adalah Ramadan yang ke 23 ku, 1439 H. 23 Tahun lalu aku dilahirkan. Keluarga kecil ku terdiri dari 14 Anggota. Bapak Ibu dan 10 saudara kandungku. Senyum Untuk Ibu Di Lebaran Ini

Waktu terus berlalu hingga Bapak pergi meninggalkan kami. Saat itu usia ku masih 9 tahun, duduk di bangku kelas 3 MI. Kakak pertama hingga ke enam telah berkeluarga. Tinggallah aku, kedua kakak ku dan kedua adikku.
Suka duka hidup sangat terasa saat itu. Ibu berdiri sendiri berjuang menghidupi kami, pendidikan kami. Mengandalkan tenaganya mengayuh sepeda setiap pagi kepasar, menjual sayur-sayuran. Terhimpit masalah ekonomi. Belum lagi omongan orang yang terdengar dari sana-sini. Tapi bagi ibu, pendidikan nomor satu, ibu tidak suka melihat anak-anaknya harus putus sekolah.
Senyum Untuk Ibu Di Lebaran Ini

Sulitnya keadaan membuatku sempat bertanya, kenapa Bapak terlalu cepat pergi meninggalkan kami? Akankah semua berbeda jika bapak masih ada disisi kami?

Masalah demi masalah datang silih berganti. Terkadang hati terasa menjerit. Namun, ibu selalu tegar, dengan lembut berkata kepada kami:
“nak, syukuri saja hidup ini. Yang sabar, Kita selalu punya Allah bersama kita”.

Ibu wanita yang kuat, tidak pernah menangis di depan anak-anaknya. Tidak pernah berkeluh kesah di depan anak-anaknya. Hingga suatu malam aku mendengar ibu menangis, isaknya tertahan. Namun, aku hanya bisa diam tak dapat melakukan apa-apa.

Masih teringat jelas, tangis tertahan ibu saat berselisih paham dengan kakak ke empat. Wajah cemas ibu saat aku berada di akhir semester di bangku kuliahku. Wajah khawatir ibu saat adik ke dua ku malas-malasan untuk pergi kesekolah ditahun terakhirnya di bangku sekolah menengah pertama.
Namun, ibu benar. Hidup tidak selalu harus diratapi, namun hidup harus disyukuri. Usaha dan do’a saja tidak cukup, namun harus ada sabar disana.

Ibu, di Lebaran ibu yang 58 ini genap sudah buah sabar dari perjuanganmu. Kakak ke empat, yang sempat membuat tangis, datang mengirim bingkisan lebaran tanda sayangnya ke ibu. Tunai sudah perjuangan ibu kepada ku, aku telah menyelesaikan Strata Satu ku. Adikku lulus sekolah menengah pertama. Kakak ke tujuh, genap juga baktinya di pesantren.
Lebaran kali ini, meski kami bersebelas tidak dapat berkumpul bersama di pangkuanmu ibu. Namun, senyummu cukup sudah menjadi penawar dalam pahit hidup ini. Menjadi nikmat terbesar dalam Lebaran ini. Terimakasih ibu mengajarkan langsung kepada kami bagaimana cara bersabar, dan apa yang kami peroleh dari sabar.

Senyum Untuk Ibu Di Lebaran Ini

Maha benar Allah dengan segala firmaNya.



Sumber gambar: media-islam.or.id/2010/05/11/allah-bersama-orang-yang-sabar/#jp-carousel-4521