alexa-tracking

Ketika Tuhan Tentukan Jalan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1d2f77902cfe6d478b456a/ketika-tuhan-tentukan-jalan
Ketika Tuhan Tentukan Jalan
Ketika Tuhan Tentukan JalanBadai datang secara tiba-tiba menghempaskan diri seketika, menghujam segala tubuh yang sudah teriris oleh sebuah duka. Haris masih duduk di atas bebatuan Air Terjun Grojogan Sewu yang teduh dan menenangkan. di Tempat inilah Haris mampu meluapkan emosi dirinya yang sudah tak bisa di tahan lagi, ingin keluar hanya saja terus tertahan seperti di dalam penjara.


Tidak lama kemudian, Evita datang dengan membawa bekal makanan yang sudah ia masak sejak awal. Mereka berdua memang selalu menyempatkan waktu pergi ke alam sebagai sebuah hal yang wajib. di Alam ini pula mereka berdua bertemu dalam sebuah pendakian Gunung Merapi, dan dilanjutkan ke Gunung-Gunung yang lainnya, hingga sudah lebih dari sepuluh Gunung yang telah mereka daki berdua.


Haris tampak memakan makanan yang dibawakan istinya itu dengan sangat lahap. Ia memang sangat menyukai masakan istrnya daripada masakan restoran mahal dan berbintang sekali pun. Oleh karena itu, Haris membuka sebuah restoran untuk istrinya dan juga untuk dirinya pula. Agar, setiap hari mereka bisa melakukan makan malam romantis, dengan sebuah lilin dan iringan musik biola yang merdu.


Setiap kali makan malam, Haris selalu membawakan bunga mawar merah untuk Evita. Bunga mawar yang merupakan bunga kesukaannya. Bunga ini dibeli khusus oleh Haris yang letaknya sangat jauh dari kantor Haris. Romantisnya, Haris membeli bunga itu sendiri dan memberikannya dengan penuh cinta kepada istrinya yang selalu membuatnya tersenyum bahagia.


Tawa dan Canda Haris dan Evita selalu pecah di saat momen apa pun. Apalagi saat berkunjung ke Grojogan Sewu, saat Evita dihadang beberapa ekor kera karena, mengincar makanan yang dibawanya. Evita tampak sekali ketakutan, ia memegang erat tangan suaminya meminta perlindungan. Dengan sigap, Haris pun mengambil tongkat dan mengusir kera-kera tersebut.
Quote:



Haris pun terdiam seribu bahasa, ia lupa jika tidak seharusnya ia berbicara demikian. Duka dan liuka itu kembali hadir diantara keduanya. Nuansa romatis dan harmonis berubah menjadi haru dan mendung. Penyesalan sangat terasa di raut wajah Haris dan juga Evita, walau penyesalannya jauh berbeda dengan yang dirasakan oleh Haris.

Quote:


Evita hanya terdiam seribu bahasa. Ia melihat dan menatap paras suaminya yang menunjukan kesedihan yang mendalam. Ia paham benar, badai ini memang tidak mudah untuk dilalui tetapi, inilah kenyataannya. Umur Evita sudah tidak akan lama lagi karena kanker yang dideritanya. Bahkan, dokter sudah memvonisnya jika umurnya tidak akan bertahan hingga 1 tahun.

Quote:



Haris masih mencoba berbagai macam cara untuk menyembuhkan Istrinya itu. Hanya saja, tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakitnya itu. Haris pun mengalah dengan keadaan yang ada. Hingga adzan pun berkumandang dan ia pun mengambil air wudhu, mendirikan sholat 4 rakaat seperti yang selalu ia lakukan setiap saat.

Quote:



Perempuan itu bernama Clara. Ia sudah sejak lama mencintai Haris. Tetapi, karena perbedaan agama, Clara pun tidak bisa mendapatkan cinta dari Haris. Tetapi, semangatnya untuk menjadi istri sah Haris tetap menggebu. Hanya saja, ia paham bagaimana bermain dengan bijak dan baik tanpa harus ada kejahatan yang nyata. Clara pun sadar jika, Evita pernah menyelamatkan hidupnya 3 kali.



Quote:


Haris pun tetap melanjutkan langkahnya dan pergi meninggalkan Clara. Ada pertentangan batin yang saat ini sedang terjadi di dalam hatinya. Haris pun tertarik dengan tawaran Clara toh setelah itu, dia pun bisa kembali masuk islam. Hanya saja, hati nuraninya tidak mengizinkannya. Sama saja, ia membohongi Evita, dan Evita paling benci kepada orang yang suka membohongi walau untuk kebenaran.

Semakin hari Evita semakin tambah cantik saja, seakan ia tidak pernah punya penyakit yang akan merenggut nyawanya. Haris masih belum bisa kehilangan perempuan yang menyebabkannya berhijrah dan mempunyai kebahagiaan yang sebenarnya seperti yang ia rasakan seperti saat ini.

Quote:


Seketika, Haris pun tampak tekejut dengan calon pilihan Evita, Perempuan yang ditemuiya tadi siang itu menjadi pilihan Evita untuk menggantikan posisinya. Haris pun tertegun dan masih tidak percaya dengan pilihan istrinya itu. Haris masih berharap jika, apa yang di dengarnya ini hanyalah mimpi belaka.



Quote:


Ingin sekali Haris berkata apa yang di tawarkan Clara tadi siang, hanya saja ia masih enggan untuk mengatakannya. Haris terlalu takut jika Evita akan sedih dan membuat umurnya semakin pendek. Dokter yang menangani Evita sudah memperingatkan Haris untuk membuat hari Evita selalu senang, demi meningkatkan semangat ingin sembuhnya dan memperpanjang waktunya.

Clara masih menyimpan fotonya dengan Haris, saat mereka masih bersama dahulu. Bagi Clara, tidak ada satu orang pun yang bisa membuka hatinya. Haris adalah orang yang pernah membantunya keluar dari masalah terberat dalam hidupnya. Sejak saat itu, Clara sudah menjatuhkan hatinya untuk Haris dan enggan untuk membuka hatinya untuk orang lain.


Quote:



Evita terdiam dan tiba-tiba saja ia jatuh pingsan. Clara pun panik dan mencoba menghubungi Haris. Ia mencoba untuk membawa Evita ke rumah sakit terdekat. Clara pun mulai timbul  rasa bersalah, terhadap Evita yang selalu baik dan tidak pernah sedikit pun bersikap jahat kepadanya. Bahkan, saat Clara mencoba untuk mempermainkan hati Haris dengan menawarkannya untuk bepindah agama.

Haris tampak begitu panik dan berderai air mata. Evita tampak begitu lemah dan tidak berdaya. Dokter dan para suster pun berusaha untuk menyelamatkan Evita dengan selang-selang yang harus terpasang dengan rapi. Haris tampak begitu lemas, dan tidak tahu apa yang akan dilakukannya setelah ini.

Quote:


Malam tiba, Clara datang ke rumah sakit dengan tak biasanya. Ia mengendap-endap ke kamar Evita. Clara melihat Evita dengan tetesan air mata, hanya saja ia tahu jika saat ini apa yang dilakukannya akan membuat Haris semakin jatuh, hingga ia bisa memanfaatkannya untuk merebut hatinya, merubah kepercayaan serta agamanya kemudian, menikah dan hidup bersama. Bagimya Haris adalah yang utama seperti impiannya dahulu.

Quote:


Haris pun kehilangan Evita untuk selama-lamanya. Ia pun sudah ikhlas walau ia tahu jika sebenarnya Clara yang membunuhnya. Semua orang sedih kehilangan Evita, sosok malaikat yang selalu memberi warna yang berbeda untuk orang lain. Kesabarannya dan juga senyumannya adalah sedekah yang paling berharga yang pernah di terima oleh semua orang.

Clara pun masih mencoba mendekati Haris yang sedang berduka. Ia berniat untuk membawa Haris menuju agama yang ia percaya. Haris pun menurut hanya saja, ia enggan untuk mengantar Clara pergi ke tempatnya beribadah.


Quote:


Clara pun hanya terdiam saja, ia pun pergi ke tempat ibadahnya. Hanya saja ia terhalang oleh beberapa orang tokoh muslim yang sedang berjalan menuju masjid. Clara pun marah-marah dan mengolok-olok mereka, tidak biasanya orang-orang ini akan menghalangi jalannya. Tiba-tiba saja, Clara mendapatkan kabar jika, tempat ibadahnya telah di bom dan menewaskan banyak orang, tidak ada satu pun yang selamat.



Quote:



Quote:



kata Haris yang tiba-tiba datang menghampiri Clara yang sedang bersedih


Sepanjang hidup Clara banyak sekali orang-orang muslim yang selalu menolong dan membantunya hingga ia bisa sampai di titik ini. Kebenciannya terhadap orang muslim di sebabkan karena doktrin dari ibunya yang selalu bercerita yang buruk mengenai islam. Hingga, ia pun membencinya sampai saat ini, apalagi saat ibunya memutuskan bunuh diiri, dan memfitnah orang islam yang melakukannya.




Quote:




Clara pun sadar akan kesalahannya, ia pun memutuskan untuk menjadi seorang muslimah. Ia paham jika sampai saat ini Haris masih belum bisa mencintainya. Ia pun sadar dan tidak lagi memaksanya. Hanya saja, Clara tetap memaksa Haris untuk memberikannya pelajaran tentang Islam agar menjadi orang yang lebih baik daripada ini.


Quote:




image-url-apps
Dari judul, menarik