alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Pilkada /
Empat Kepala Suku Minta AGK Resmikan Pembangunan Rumah Adat Beong
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1cbd9a947868bf7c8b4568/empat-kepala-suku-minta-agk-resmikan-pembangunan-rumah-adat-beong

Empat Kepala Suku Minta AGK Resmikan Pembangunan Rumah Adat Beong

Empat Kepala Suku Minta AGK Resmikan Pembangunan Rumah Adat Beong

Calon Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba mendapatkan kehormatan setelah diberikan kesempatan untuk meletakkan batu pertama pembangunan rumah adat Suku Beong di Desa Doro, Kecamatan Kao Utara, Kabupaten Halmahera Utara.
Kehadiran AGK untuk meletakkan batu pertama pembangunan rumah adat Suku Boeng juga sangat istimewa, karena AGK diminta langsung oleh empat kepala suku terbesar di Kecamatan Kao Utara. Selain itu, cagub petahana ini juga diminta untuk menjaga dan melestarikan rumah adat empat suku terbesar tersebut.

"Kedatangan saya yang diminta langsung oleh Sangaji Modole, Sangaji Pagu, Sangaji Sawai dan Sangaji Kao. Saya sangat berterima kasih kepada para sangaji yang sudah memberikan kepercayaan begitu besar untuk meletakkan batu pertama pembangunan rumah adat," kata AGK, Jumat (8/6/2018).

Ustadz Gani Kasuba mengatakan pembangunan rumah adat Suku Boeng ini merupakan langkah awal yang dilakukannya bersama wakilnya M. Yasin Ali (YA) dalam melestarikan rumah adat suku-suku yang ada di Maluku Utara (Malut).
" Pembangunan rumah adat ini nantinya tidak hanya untuk Suku Boeng saja, seluruh suku-suku di Malut yang sudah kehilangan rumah adatnya kami akan bangun jika dipercaya memimpin nanti," imbuhnya.

AGK yang maju pada Pilgub Malut 2018 mendapatkan nomor urut 3 menjelaskan pelestarian rumah adat demi menjaga budaya asli merupakan hal yang penting. Alasannya, seiring perkembangan zaman rumah-rumah adat ini mulai jarang dibangun.

"Selain keindahan alam di setiap pulau, rumah adat dari berbagai macam suku di Malut merupakan sebuah daya tarik untuk memikat wisatawan datang," ujarnya.
Dalam program kerja yang ditawarkan ke masyarakat, sambung AGK, sektor pariwisata merupakan salah satu faktor penting untuk menuju Malut Sejahtera 2023. Pada sektor pariwisata pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor agar wisatawan tertarik datang ke Malut.

"Infrastuktur tidak hanya melulu soal jalan saja. Pembangunan dan pelestarian rumah adat suku-suku di Malut juga masuk ke dalam infrastuktur. Sehingga Malut tidak hanya terkenal dengan keindahan alam saja, namun juga keindahan budaya melalui rumah adat," ungkapnya.

Saat perjalanan menuju Desa Doro, AGK mengaku sangat prihatin dengan kondisi Rumah Adat Hibualamo yang berasal dari Halut. Banyak sekali Rumah Adat Hibualamo yang rusak dan tidak terawat pasca Hein Nometemo tidak lagi menjadi Bupati Halut.

"Sangat disayangkan sekali Rumah Adat Hibualamo yang merupakan ciri khas dari Halut tidak terawat. Padahal Hibualamo bisa menjadi daya pikat wisatawan untuk datang kemari," jelasnya.
Lebih jauh, dia menambahkan adanya perhatian pembangunan dan pelestarian rumah adat bisa menambah objek wisata budaya di Malut dan penarik perhatian wisatawan selain wisata alam, kuliner dan sejarah. Sehingga target 10 ribu wartawan mancanegara dalam lima tahun ke depan bisa dipenuhi.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di