alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Pilkada /
Survei Charta Politika: Ganjar-Yasin 70,5%, Sudirman-Ida 13,6%
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1cbb6aa2c06e52538b4567/survei-charta-politika-ganjar-yasin-705-sudirman-ida-136

Survei Charta Politika: Ganjar-Yasin 70,5%, Sudirman-Ida 13,6%

Survei Charta Politika: Ganjar-Yasin 70,5%, Sudirman-Ida 13,6%

Langkah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin untuk menduduki kursi nomor orang satu di Jawa Tengah kini kian mendekati kenyataan. Sebulan menjelang pemilihan Gubernur Jawa Tengah, Survei Litbang Kompas merilis hasil survainya.
Hasil menjukkan bahwa ekektabilitas pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin sebesar 76,6 persen, sedangkan untuk Sudirman Said dan Ida Fauziah sebesar 15 persen.

Pada survei dua bulan lalu, tingkat keterpilihan Ganjar-Yasin adalah 79 persen dan Sudirman-Ida 11,8 persen. Dengan demikian, pergerakan kampanye selama dua bulan belakangan mulai menunjukkan perubahan konstelasi dukungan pemilih. Survei Litbang Kompas dilakukan terhadap 800 responden di Jawa Tengah pada 10-15 Mei 2018 dengan margin of error sebesar +/- 3,46 persen.

Survei dilakukan menggunakan model responden panel sehingga perubahan perilaku memilih pada responden yang sama dengan survei sebelumnya dapat diketahui dengan jelas. Dengan model ini, diketahui jejak peralihan dukungan dari responden yang tadinya memilih Ganjar-Yasin, kini sebanyak 6,1 persen beralih dukungan kepada Sudirman-Ida. Sementara sebanyak 88,9 persen tak berubah, tetap memilih pasangan itu. Sebaliknya, mereka yang dulunya memilih Sudirman-Ida, sebanyak 25,3 persen sekarang beralih ke pasangan Ganjar-Yasin dan 70,1 persen tetap pada posisi pilihan awalnya.

Meningkatnya tingkat keterpilihan Sudirman-Ida seperti laporan Litbang Kompas yang dipaparkan Bambang Setiawan menyebutkan bahwa meningkatnya keterpilihan Sudirman dan pasangannya itu disebabkan oleh perubahan dukungan massa parta pengusungnya yang kian solid.

Sudirman-Ida yang diusung Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PKB mendapat dukungan yang semakin besar dari konstituen partai tersebut. Perubahan dukungan terutama terjadi pada massa Gerindra, PKS, dan PAN.
Sementara dukungan dari konstituen PKB relatif konstan. Terjadi perubahan dukungan massa partai pengusungnya yang kian solid.

Dukungan dari massa Partai Gerindra yang dua bulan lalu tercatat 23,1 persen kini menjadi 41,5 persen. Massa PKS yang sebelumnya hanya 40 persen mendukungnya kini meningkat ke angka 52 persen.
Demikian juga dengan dukungan massa PAN yang sebelumnya tercatat 31,3 persen kini meningkat menjadi 44 persen. Sementara massa PKB cenderung tak berubah, justru solid mendukung Ganjar-Yasin dengan kisaran angka 81 persen.
Padahal, seperti kita ketahui, PKB merupakan partai yang mengusung kadernya, Ida Fauziyah, sebagai pendamping Sudirman Said. Massa PDI-P tercatat sebagai pendukung paling solid dalam Pilgub Jateng dan suaranya kian terkonsentrasi pada pasangan Ganjar-Yasin. Dukungan massa PDI-P untuk pasangan ini sekarang mencapai 94,3 persen, naik dari 89,9 persen pada periode survei sebelumnya.

Pasangan ini juga solid didukung massa PPP, Demokrat, dan Nasdem yang menjadi mitra pengusung Ganjar-Yasin dalam pilkada ini. Dukungan suara dari massa PPP mencapai 80,6 persen, Demokrat 83,3 persen, dan Nasdem 70 persen.
Ganjar-Yasin juga dipilih oleh massa partai-partai nonpengusung, seperti Golkar dan Hanura. Kekuatan Ganjar-Yasin bahkan disokong oleh separuh pemilih Gerindra (58,5 persen), PKS (48 persen), dan PAN (56 persen) yang hingga kini masih belum beralih mendukung Sudirman-Ida. Dengan demikian, Sudirman-Ida harus berjuang keras membalik aliran dukungan massa partai.

Dinamika politik juga terlihat pada sisi kewilayahan. Ada kecenderungan Sudirman-Ida menuai pengaruh yang cukup signifikan dengan bergerak di perdesaan sehingga menyusutkan dukungan terhadap Ganjar-Yasin
Dua bulan lalu, Sudirman-Ida yang memperoleh 11,3 persen dukungan di perdesaan kini menjadi 16,2 persen. Sebaliknya, posisi keterpilihan Ganjar-Yasin cukup stabil di perkotaan, sebelumnya 78,4 persen kini 79,1 persen.

Perubahan Elektabilitas Kandidat di Perkotaan dan Perdesaan Elektabilitas Sudirman-Ida meningkat di eks Karesidenan Kedu, Pekalongan, Surakarta, dan Banyumas. Di eks Karesidenan Kedu, keterpilihan pasangan ini mengalami kenaikan 7,1 persen, di Pekalongan 3,9 persen, Surakarta 5,1 persen, dan Banyumas 3,2 persen. Sebaliknya, keterpilihan Ganjar-Yasin juga meningkat di eks Karesidenan Banyumas dari 75 persen menjadi 79,8 persen. Namun, mereka mengalami penurunan dukungan di eks Karesidenan Pati (-7,4 persen), Pekalongan (-3,9 persen), dan Semarang (-1,3 persen).

Perubahan elektabilitas kandidat Kenaikan keterpilihan Sudirman-Ida juga disumbang oleh membesarnya dukungan dari kalangan Muhammadiyah, yang semula 22,6 persen menjadi 29,5 persen. Sementara itu, kalangan NU terlihat lebih sulit berubah. Dukungan kalangan NU terhadap Ganjar-Yasin masih sama dengan dua bulan sebelumnya, yakni di kisaran 81 persen. Dukungan terhadap Ganjar-Yasin berasal dari semua strata usia. Meski demikian, ada kecenderungan membesarnya suara yang diberikan kepada pasangan Sudirman-Ida pada kelompok usia matang dan senior (di atas 35 tahun).
Saat ini, popularitas Ganjar mencapai 91,8 persen sehingga dapat dikatakan hampir semua calon pemilih Jateng mengenalnya. Dua bulan lalu, popularitasnya berada di angka 78,4 persen. Kenaikan popularitas Ganjar, yang juga diikuti oleh meningkatnya pengenalan masyarakat terhadap pasangannya, Taj Yasin, turut mendorong popularitas atau brand image mereka sebagai pasangan.

Berdasarkan hasil survei, ingatan pertama publik (top of mind) ketika ditanyakan siapakah pasangan pilgub Jateng yang diketahui, menunjukkan makin kuatnya gambaran Ganjar-Yasin di mata publik. Popularitas mereka naik signifikan dari 66,1 persen menjadi 79,6 persen.

Gejala ini menunjukkan makin intensnya penetrasi pasangan ini dalam memengaruhi ingatan publik. Ganjar tercatat sangat gencar memublikasikan segala aktivitasnya lewat media sosial, baik lewat Instagram maupun Facebook. Upaya ini tampaknya cukup berhasil memikat ingatan publik kepada mereka. Menanjaknya popularitas Ganjar-Yasin berdampak langsung pada kian susutnya popularitas pasangan Sudirman-Ida sebagai pasangan yang disebut pertama, yang semula 6 persen menjadi 3 persen.

Top of mind merujuk pada nama pasangan calon yang disebut pertama kali oleh responden ketika ditanya siapa pasangan calon yang responden ketahui di Pilkada Jateng 2018. Tingkat resistensi Tarik-menarik dukungan dalam Pilgub Jateng menampakkan gejala yang kian menghangat dengan tingkat resistensi yang trennya menguat dalam dua bulan belakangan ini.
Terdapat kecenderungan resistensi yang semakin membesar baik terhadap pasangan Sudirman-Ida maupun Ganjar-Yasin. Saat ini resistensi atau penolakan terhadap pasangan Sudirman-Ida mencapai 61,1 persen, padahal sebelumnya 42,1 persen. Resistensi juga dirasakan oleh calon petahana Ganjar.

Penolakan yang dialami oleh pasangan Ganjar-Yasin bahkan meningkat hampir dua kali lipatnya dibandingkan Maret lalu, yakni dari 7,1 persen menjadi 13,5 persen.
Peningkatan resistensi tersebut, yaitu sebesar hampir dua kali lipat pada pasangan Ganjar-Yasin dan 20 persen pada pasangan Sudirman-Ida, menggambarkan polarisasi yang kian tajam dalam pilihan politik masyarakat.
Thread Sudah Digembok
Urutan Terlama
×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di