alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Health /
Syaraf kejepit (HNP) apakah harus operasi ?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1b40a1582b2ef4658b4567/syaraf-kejepit-hnp-apakah-harus-operasi

Syaraf kejepit (HNP) apakah harus operasi ?

Harus operasi ?
Harus operasi ?
Ya, harus operasi
0%
Tidak harus operasi
0%
Assalamualaikum,.. saya pernah mengalami syaraf kejepit tahun 2011, sakit dikedua kaki, dibuat jalan sakitnya luar biasa, kalau dibuat tiduran, susah untuk bangun (butuh ber menit menit untuk mencari posisi bangun). Sempat masuk RS dan dirujuk operasi. Setelah melalui banyak pertimbangan dan masukkan dari teman dan sodara, akhirnya saya gak mau operasi. Akhirnya semua treatment saya lakukan sendiri, mulai tusuk jarum, pijat dll. Alhamdulillah setelah satu bulan saya bisa sembuh, bisa bekerja seperti biasa. Tetapi klo kondisi tubuh sedang drop, misalnya kecapaian, flu, atau habis olah raga (futsal / sepak bola ) sakit di kaki akan muncul kembali, nanti klo di pijit, seminggu atau dua Minggu kemudian akan sembuh. Sempat tahun 2016 karena terlalu capek main bola (ada even antar bagian di kantor), efeknya kaki kanan saya serasa gak ada tenaga, istilah orang jawa sengkleh pas di engkel kanan. Saya periksa di dokter syaraf, lalu rutin mengikuti rehab medik, salaman kurang lebih 2 bulan (seminggu 3 kali), Alhamdulillah sembuh normal. Saran dari dokter syaraf, saya sdh tidak boleh melakukan olah raga yg menyebabkan benturan atau hentakan dikaki, seperti meloncat, menendang, mengangkat. Olah raga yg di anjurkan hanya berenang dan jalan kaki. Ok, sejak itu saya mulai lakukan, rutin berenang, dan jalan kaki. Alhamdulillah sakit dikaki sdh tak pernah muncul lagi. Sampai akhirnya karena kesibukan dan lain2, kegiatan berenang dan jalan kaki mulai ketinggalan. Di awal bulan April 2018, mulai terasa sakit, ngilu dan ngganjal di paha kanan atas, biasanya saya pijit Alhamdulillah sembuh, tapi karena kesibukan dll, gak sempat pijit, akhirnya sakitnya tambah menjadi, ketambahan dipicu suatu pagi mengangkat / mindahin kursi dirumah. Sejak itu kawan kawan menyarankan ke dokter syaraf lagi. Karena masalah tempat, saya pindah ke dokter syaraf yg agak dekat, sudah kontrol rutin, sakitnya malah menjadi jadi, karena panik, saya putuskan pijit yg bukan langganan saya, selesai pijit sdh dipesan jgn dipijit lagi sebelum satu minggu. Sehari berikutnya, bangun tidur Alhamdulillah sakitnya berkurang banyak, sampai terheran heran. Dg perasaan bahagia, saya berangkat kerja naik turun tangga sudah ok, kawan2 juga pada heran, kok sdh sehat lagi. Tiga hari setelah dipijit, sakit kembali terasa, karena pingin tuntas, saya pijit ke langganan saya. Setelah dipijit akibatnya malah saya kesakitan susah berjalan, sakitnya minta ampun. Karena sdh gak tahan sakit, buat berdiri sholat aja gak kuat, akhirnya saya terima saran dokter untuk operasi. Dari sini, ganti dokternya yg menawarkan operasi nya nanti aja setelah lebaran, tapi saya Selak kesakitan, akhirnya sama mas dokter (karena dokternya seusia anak saya) dikasik resep untuk mengurangi rasa sakit, sampai lebaran nanti. Sambil menunggu proses administrasi, duduk disebelah saya seorang bapak tentara, setelah omong sana sini, akhir nya dia cerita kalau beliau juga penderita sakit spt saya, dan bisa sembuh bisa beraktivitas seperti biasa, tanpa operasi. Beliau melakukan olah raga renang secara rutin, beliau sarankan kepada saya untuk olah raga renang, Insyaa Allah sembuh, begitu katanya. Hari berikutnya saya bertekad untuk sembuh tanpa operasi, saya pergi ke kolam renang. Ketika saya masuk kolam renang, saya berdiri, heran banget, saya bisa berdiri tegak, kuat lebih dari lima menit, tidak terasa berat, tidak terasa ngilu. Saya berjalan didalam kolam renang kira kira 15 menit tidak terasa sakit. Sesekali saya berenang, karena lagi puasa jadi takut ketelan air, Alhamdulillah rasa sakit agak berkurang, malamnya saya kuat mengikuti sholat tarawih di masjid, meskipun di akhir akhir sholat masih terasa ngilu. Tapi ini hal yg luar biasa perkembangannya. Pada saat saya membuat tulisan ini, program renang saya akan masuk ke hari kedua, insyaa Allah, nanti sore, ba'da ashar saya terapi dg berenang lagi.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Waalaikumsalam, Gan.

Ibu saya juga kena syaraf kejepit kurang lebih dua tahun ini. Harus rutin kontrol dan minum obat (termasuk pain killer dan obat maag). Renang juga disarankan untuk terapi oleh dokternya.

Setahun lalu, ibu saya mencoba terapi lain: ketofastosis (KF). Orang-orang biasanya bilang diet keto, tapi buat yang paham KF ini ga sekedar diet, tapi lifestyle. Alhamdulillah sejak ikut KF ibu saya ga ngerasa sakit lagi. Kontrol ke dokter tetap jalan biar tau progress, tapi obatnya ga diminum karena ga diperlukan. Berenang dan olahraga rutin di rumah masih tetap lanjut juga.

Mungkin bisa coba terapi KF dulu sebelum memutuskan untuk operasi, Gan... Siapa tau cocok dan bermanfaat. Biar jelas infonya, cek di www.ketofastosis.com aja... Menurut saya di situ infonya jelas dan mudah dimengerti. Tubuh kita bisa menyembuhkan dirinya sendiri kok kalau penanganannya tepat.

Semoga ga perlu dioperasi, Gan... Lekas sembuh ya! emoticon-Blue Guy Smile (S)


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di