alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
ISIS juga memakai kutipan yang sama
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1ab116642eb669138b4567/isis-juga-memakai-kutipan-yang-sama

ISIS juga memakai kutipan yang sama

Melacak Sumber Kutipan Imam Syafi’i Soal Panah Fitnah



Belakangan ini beredar luas kutipan yang dikatakan berasal dari Imam Syafi’i tentang ulama mana yang harus kita ikuti. Dari kutipan baik berbentuk tulisan maupun meme (gambar) itu konon Imam Syafi’imenyarankan kepada muridnya untuk mengikuti ulama yang terkena fitnah atau dibenci oleh orang kafir.


Saya penasaran. Di kitab mana Imam Syafi’i mengatakan demikian? Saya telusuri sejumlah kitab karya Imam Syafi’i yang saya miliki, dari mulai ar-Risalah, al-Umm, Diwan dan Musnad, tapi saya tidak menjumpainya. Begitu juga sejumlah kitab babon yang ditulis oleh para murid Imam Syafi’i juga saya coba telusuri, namun saya tidak mendapatkan sanad kutipan tersebut.
Dalam bahasa Arab kutipan yang beredar itu begini teksnya:
[rtl]‎سئل اﻹمام الشافعي رحمه الله : كيف نرى الحق من بين كل هذه الفتن ؟ ‎فقال :اتبع سهام العدو ترشدك إلى الحق[/rtl]

Imam Syafi’i ditanya: “Bagaimana kita mengetahui pengikut kebenaran di jaman yang penuh fitnah?
Beliau menjawab: “Perhatikanlah panah-panah musuh (ditujukan kepada siapa), maka itu akan menunjukimu kepada siapa ‘Pengikut Kebenaran’ itu”.

Redaksi di atas telah dimodifikasi dalam berbagai versi yang viral sesuai kepentingan masing-masing. Misalnya yang saya temukan:

Versi pertama;
Imam Syafi’i berkata: “Carilah pemimpin yang banyak panah-panah FITNAH menuju kepadanya, IKUTILAH mereka yang banyak di FITNAH, Karena sesungguhnya mereka sedang berjuang di JALAN yang BENAR.”

Versi kedua;
Imam Syafi’i pernah berkata: Nanti di akhir zaman akan banyak Ulama yang membingungkan Umat, sehingga Umat bingung memilih mana Ulama Warosatul Anbiya dan mana Ulama Suu’ yang menyesatkan Umat.
Lantas murid Imam Syafi’i bertanya: “Ulama seperti apa yang kami harus ikuti di akhir zaman wahai guru?
Beliau menjawab: “Ikutilah ulama yang dibenci kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik. Dan jauhilah ulama yang disenangi kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik, karena ia ia akan menyesatkanmu, menjauhimu dari Keridhoan Allah“.

Saya menemukan pula di internet bahwa kutipan senada yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i itu juga sering disandarkan kepada Imam Ali bin Abi Thalib dan juga kepada Ibn Taimiyah. Jadi sebenarnya itu kutipan dari siapa? Wa Allahu a’lam.

Tapi yang jelas sejauh ini saya tidak menemukan rujukan dari kitab klasik manapun dan juga tidak mendapati sanad kutipan yang diklaim berasal dari pernyataan Imam Syafi’i. Terakhir, setelah usaha saya menelusuri lembaran kitab gagal, saya bertanya langsung kepada Syekh Ibrahim al-Shafie seorang ulama keturunan langsung dari Imam Syafi’i. Lewat WA beliau mengonfirmasi bahwa beliau pun tidak menemukan kutipan tersebut dalam kitab manapun baik dari Imam Syafi’i maupun dari murid-murid sang Imam.

Jadi, saya berani mengatakan bahwa kutipan di atas itu PALSU, sampai ada yang bisa menyebutkan sumber dan sanad kutipan tersebut dan kita verifikasi bersama kevalidannya.

Nah, kutipan di atas telah diviralkan sejumlah pihak sesuai kepentingannya. Para pendukung HRS misalnya mengatakan banyak fitnah terhadap HRS dari para musuh Islam dan itu membuktikan HRS sebagai ulama yang benar, berbeda dengan para ulama NU seperti Gus Dur dan Kiai Said Aqil Siradjyang justru disenangi oleh kaum kafir. Pendukung Gus Dur dan Kiai SAS juga melawan dengan menggunakan kutipan yang sama bahwa justru banyak sekali fitnah yang ditujukan kepada kedua kiai NU ini, dan itu menunjukkan mereka juga benar.
Yang mengejutkan ISIS pun ternyata memakai kutipan di atas dan mengatakan dulu panah musuh, sekarang pesawat tempur dan rudal musuh Islam ditujukan kepada mereka, maka merekalah kelompok yang benar dan harus diikuti umat Islam.

Saya ingin mengatakan bahwa kutipan di atas yang belum terverifikasi itu sudah menjadi BOLA LIAR dan dipakai untuk membela kepentingan masing-masing. Tapi jangan-jangan kita semua yang memakai kutipan di atas jadi turut berdusta atas nama Imam Syafi’i.

Dan kalau kita mau kaji lebih jauh, masak sih standar ‘kebenaran’ itu diukur dari berapa banyak fitnah yang ditujukan kepada ulama? Jangankan para ulama, lha wong saya saja yang bukan siapa-siapa sering kena fitnah dibilang liberal, Syi’ah, sesat, bahkan setiap saat akun saya di medsos diserang para haters. Apa otomatis itu menjadikan pendapat saya benar? Ya belum tentu. Ukuran kebenaran bukan semata-mata soal kebencian dan fitnah dari orang lain, tapi yang terutama adalah soal otoritas keilmuan dan kekuatan argumentasi berdasarkan Nash dan kitab-kitab rujukan.

Kembali ke masalah di atas. Saya tegaskan sekali lagi, bahwa klaim kutipan dari Imam Syafi’i di atas belum terverifikasi, dan harus kita anggap sebagai PALSU dan jangan lagi disebarkan selama belum ada sumber dan sanadnya. Kalau ada yang menyebarkannya, tanya saja: “di kitab apa Imam Syafi’iberkata demikian?” Jangan sampai kita dianggap berdusta atas nama Imam Syafi’i.

Mari kita kirimkan al-Fatihah untuk Imam Syafi’i ISIS juga memakai kutipan yang sama
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School


Sumber

Ternyata kutipan tersebut berasal dan dipopulerkan oleh ISIS
emoticon-Cool
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
#terroristhasnoreligion

Jangan lihat agama teroris dari ktp nya, tapi dari cara dia dikebumikan.
isis udah game over emoticon-Traveller
Quote:


Nisan tanpa BIN? emoticon-Big Grin
Quote:


Sekarang mereka maen kemana lagi, gan?
begitulah HRS...
Quote:


Bukan HRS, bro
Cuman kutipan akal²an buat lucu²an
emoticon-Big Grin
Quote:


iya lucu, kek HRS...

tapi menarik juga, salut buat barisan NU, keilmuan mereka, yang notabene dari kalangan santri, bisa meng-counter klaim2 dari fihak HRS, padahal ane berharap sih sebenernya muhammadiyah yang dari dulu terkenal islam yang moderat yang mempelajari agama "kelihatannya" lebih luas study2 nya, kalah ama NU yang pedoman belajarnya dari kitab KUNING.

Diubah oleh adhietampan
Quote:


Buang laut aja...

astajimz nikmat pitonah mana yg kaw dustai wahai nasbung emoticon-Kagets
Truss ana harus bijimane Gan emoticon-Bingung
maksud iki thread opooo
Quote:


Iya, bro... ane juga bingung sebenarnya tentang kutipan ini. Hamdalah adalah yg mampu menjelaskannya
Quote:


Nikmat dr dahan berduri tempat mereka bergelantungan
emoticon-Big Grin
Quote:


Terserah ente, gan...
Kebenaran udah diungkapkan ini
emoticon-Big Grin
Quote:


Thread anti nasbung kampret kale, gan
emoticon-Big Grin
Quote:


Si zakir juga ada disitu, gan
emoticon-Big Grin
Quote:


nah itu gan, ane juga lahir dan besar di muhammadiyah, akhir2 ini kok di grassroot banyak yang mlenceng, ane sendiri masih percaya dengan sepuh2 macem syafi'i maarif, ane juga sering bergaul ama kalangan NU, BEDA sekali, Nu dari zaman dulu selalu jadi yang terdepan menjaga NKRI, SIAPAPUN presidennya.

HRS ini kan baru muncul 1998 yah, dan bawa2 atribut arab, catut sana sini plintir sana sini ayat Qur'an.. seenak sendiri mentafsirkan.. bahayanya di generasi sekarang yang minim orang yang mau belajar kitab kuning, mondok dan hidup dikalangan santri, jauh dari info2 hoax, justru banyak generasi mudah muhammadiyah, banyak bikin kajian2, mentoring2, tapi menyaring info hoax, menyaring mana tafsir dan pendapat ulama yang benar mana yang di plintir justru malah kalah, jd memang benar sih.. belajar agama itu sebaik2nya ya mondok, nderes qur'an, belajar kitab kuning...
Quote:


Setuju, bro...
emoticon-Cool
Quote:


mau nanya,sebagai pemuda kota, saya sendiri ga tau apa itu kitab kuning. Bisa dijelaskan?
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di