alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
CINTAMU DIKALA RINDU [REAL STORY]
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1a981bded770a2558b4567/cintamu-dikala-rindu-real-story

CINTAMU DIKALA RINDU [REAL STORY]

So guys, ini pertama kalinya aku nulis cerita di kaskus karena sebelumnya aku lebih jentikin jemari aku untuk buat cerita di wattpad. Dengan niat, sengaja aku nulis something yang beneran real alias nyata dari kehidupan seseorang. Ini memang bukan dari diri aku, tapi kisah nyata ini aku ambil dari seseorang yang punya jiwa tegar, lebih tegar dari yang bakalan kalian bayangin sebelumnya.
untuk mendalami karakter maka aku sebut saja tokoh dari cerita ini sebagai AKU. 
Selamat membaca dan menikmati jentikan jemariku emoticon-Smilie

***


Namaku Racinta Anastasia panggil saja Cinta, aku terbuat dari sel pria bijaksana, dermawan dan segala yang mencakup hal baik pada dirinya. Dan, aku lahir dari rahim wanita yang ku sebut bidadari. Karena segala hal baik juga mencakup pada dirinya. Mama dan Papa, menyayangiku. Aku teringat saat baru bisa belajar mengendarai sepeda, mereka memberikan sepeda lipat mahal yang kalau aku sebut bisa membeli satu buah handphone kalangan atas. Aku bersyukur, karena bisa mendapatkan apa yang aku mau.
karena di balik itu ada teman-teman yang kehidupannya tidak sebahagia dan semewah yang aku rasakan. Saat kecil, aku hanya asik menikmati hidup tanpa tau rasanya bahwa ada kesengsaraan yang dialami terlebih dahulu sebelum mandapatkan kebahagiaan. Atau bahkan, setelah kebahagiaan baru merasakan kesengsaraan. Ah, entahla. Hidup memang selalu berputar, bahkan berbanding terbalik. Semua itu mulai aku rasakan saat usiaku menginjak 17tahun.

Aku memiliki kakak perempuan, dia tidak terlalu banyak masuk kedalam ceritaku karena kecelakaan yang aku alami, sama sekali tidak ada sosok dia yang berada disisi atau bahkan sama sekali dia tidak tau. Racitra Ananta, aku memanggilnya Citra tanpa sebutan kakak. Jarak ku dengannya sekitar delapan tahun. Saat aku mulai menginjak remaja, dia sudah terbang ke Jerman untuk melanjutkan study. Jadi, hanya sedikit peran yang dia lakukan didalam kisah yang akan aku ceritakan.

Mama dan Papa, mereka lah yan setia menemani.Papa memiliki saham di Jakarta Selatan, ia memulai bisnis turunan dari Kakek ku. Saat aku masuk SMP, Papa mulai meresmikan Apartment di Jerman itulah sebabnya kakak-ku berada disana sembari study. Mama-ku hanya wanita biasa yang bergelar SE dibelakang, sekarang kerjanya hanya mengurus aku dan rumah. Sungguh hebat Mamaku berjodoh dengan Papaku, bukan?

Dan. Aku seorang model, sudah limatahun lebih menginjakan kaki didunia modeling sejak sekolah menengah pertama. Mama menyukai postur tubuhku yang gemulai, Mama menyukai fashion maka dari itu ia menobatkan aku sebagai dirinya di masa muda. Kakak-ku tidak menyukai sesuatu yang menurutnya ribet, dia tidak menyukai apa yang Mama suka. Dia lebih memihak ke Papa yang lebih berperan aktiv pada dunia bisnis. 

Aku menyukai fashion, aku menyukai pose, aku menyukai sesuatu yang highclass. 

Cukup segini saja, tentang aku. 
Karena aku sudah tidak sabar menceritakan inti dari cerita ini

---


Aktivitas dibumi akan segera dimulai. Matahari belum menampakan diri tetapi aku sudah stay didapur. Berdiri diantara kompor-kompor dengan tangan berpegangan pada pisau merah muda kesayanganku. Jangan ditanya seorang modeling terkenal ini sedang apa di dapur. Aku sedang memasak nasi goreng naget kesukaan Rindu, Ya! Bukan hanya lihai urusan catwalk dan berpose didepan kamera, Aku juga lihai urusan memasak. Karena Mama-Ku bilang, setiap wanita harus pandai memasak.

Rindura Kalangga, gadis itu lahir dari rahimku. Gadis itu muncul saat usiaku 19tahun. Gadis itu muncul karena kecelakaan. Seperti yang aku bilang. Hanya Citra yang tidak pernah disisi bahkan hingga usia Rindu 7tahun, Citra masih belum mengetahui kalau ia memiliki keponakan yang lucu, menggemaskan, dan cantik. Bayangkan saja selama 10tahun, keluargaku masih merahasiakan kehamilanku dari Citra hingga kemunculan Rindu

Dua tahun aku habiskan untuk Rindu, ratusan tawaran dengan iming-iming pendapatan mahal untuk sesi photoshoot sekalipun tidak aku toleh demi Rindu. Aku mengurusinya, membedongnya, menimangnya, membersihkan pantatnya dari kotoran, membuat bubur atau nasi tim atau yang disebut MPASI untuknya, sendiri.

Jika diluar sana wanita berusia 19tahun kebanyakan memberikan anaknya pada orangtuanya, dan ia bekerja. Tetapi tidak untukku. Selama dua tahun aku menghidupi Rindu dengan sisa uang tabunganku. Papa sangat membantu, ia tidak marah karena kecelakaan itu. Ia tau, mungkin ini takdir. Tidak ada samasekali Papa ataupun Mama tidak suka atas kehadiran Rindu karena sebuah kecelakaan. Papa membantu segala kebutuhanku, bahkan Mama membantu banyak

Dan bahkan, Agensi permodelan yang aku lakoni tidak menuntut banyak. Mereka tetap menerima kehadiranku, walaupun posisinya aku tidak sebaik sebelumnya. Mereka juga berterimakasih karena atas berkat dari bakat dan talenta yang kupunya, nama agensi itu naik daun. Maka dari itu mereka tetap menerima ku dengan baik. Bayangkan saja, Agensi permodelan mana yang masih menerima wanita dengan kelatarbelakangan dengan masalalu kelam? Mereka bahkan masih mengadakan photoshoot saat kehamilanku, mereka bahan membuat sebuah album saat aku melahirkan. Banyak gunjingan dari dunia luar atau sosial media yang menuntu agar aku, tidak lagi berada didalam agensi itu. Larn Agency, anggap saja begitu

plak..plak

Aku sedang memotong beberapa siung bawang, guna mendapatkan aroma yang khas pada nasi goreng buatanku. Suara potongan itu tidak sendirian, aku ditemani nyanyian yang keluar dari speaker ponsel. Your Still The One dari pelantun terkenal ShaniaTwain mengisi suasana dapur pagi itu. Rumah ku terbilang mewah, walaupun minimalis. Memiliki tiga asisten rumah tangga menurut keluargaku itu cukup. Yang satu bertugas memasak, yang satu bertugas menggosok baju dan menyuci, dan Yang satu lagi mengurus bertugas membersihkan rumah. Mereka sudah memiliki tugas masing-masing

"Perlu bantuan, Non?" Tanya Bi Yem, salah satu ART dirumahku

Bi Yem, tugasnya memasak makanan untuk Papa dan Mama. Aku sudah terbiasa bangun pagi untuk memasak makanan khusus untuk Rindu, itulah sebabnya aku tidak memberikan tugas ini kepada bi Yem

Sudah pukul enam kurang dan sarapan pagi telah tersedia diatas meja makan. Papa dan Mama sudah dengan pakaian rapi. Seperti biasa, Papa akan dengan cepat pergi bekerja mengurusi bisnisnya sedangkan Mama menggantikan Papa bertemu client karena kesibukan Papa yang tidak bisa diganggu gugat. Untungnya, sesibuk apapun Papa masih sempat menikmati sarapan bersama keluarga

Aku menaiki tangga dengan cepat, niatku ingin membangunkan putri kecilku untuk berangkat sekolah. Saat tiba dilantai atas, aku mendapati Rindu tengah menutup pintu kamarnya. Ia sudah siap dengan baju putih merah dan rambut hitam panjang dikuncir kuda, seperti pertanda bahwa dirinya siap untuk pergi kesekolah. 

"Selamat pagi Mama" sapanya sembari mendekatiku yang masih bertengger disenderan tangga

Aku membalasnya dengan penuh kasih "Selamat pagi anak Mama, hayuk kita sarapan" ucapku

Rindu berjalan mengikutiku turun menuju meja makan melalui tangga, Ia duduk dikursi tepat ditengah-tengah Nana dan Nini nya

"Hai cucu Nana yang cantik, gimana sekolahnya?" Tanya Papa

"Alhamdulillah Nana, Rindu dapat nilai tinggi diulangan IPA" jawab Rindu

Papa mengelus rambut Rindu dengan lembut "Wah, pinter!! Besok kalo nilai nya lebih tinggi lagi. Nana bakalan ajak Rindu ke Disneyland!" bujuk sang Papa

Nana, adalah panggilan Rindu kepada Papa sejak kecil. Saat Rindu berusia delapan bulan, ia hanya fasih memanggil Nini, ia tidak fasih memanggil Atuk. Itulah kenapa Nana menjadi sebutan pengganti Atuk. Papa pun menyukainya, hingga saat ini ia lebih suka dengan sebutan Nana ketimbang Atuk

Aku mengantar Rindu menuju salah satu sekolah dasar di jakarta selatan saat ia sudah selesai menghabisi sarapan paginya. Ia sangat semangat bersekolah, aku berharap keceriaan itu takberakhir begitu saja. Aku berharap selalu dekat dengan putri kecil kesayanganku


BERSAMBUNG


KOMEN UNTUK LANJUT
Diubah oleh vegaaudia
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
wih ini cerita tentang sistah sendiri atau orang lain tepatnya ?


Mampir pejwan emoticon-Matabelo


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di