alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasus E-KTP, KPK Periksa Keua DPR Bamsoet Soal Aliran Uang ke DPD Golkar Jateng
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1a6bbcded770dd2a8b4568/kasus-e-ktp-kpk-periksa-keua-dpr-bamsoet-soal-aliran-uang-ke-dpd-golkar-jateng

Kasus E-KTP, KPK Periksa Ketua DPR Bamsoet Soal Aliran Uang ke DPD Golkar Jateng

Kasus E-KTP, KPK Periksa Ketua DPR Bamsoet Soal Aliran Uang ke DPD Golkar Jateng
Jum'at, 8 Juni 2018 - 16:02 WIB

Kasus E-KTP, KPK Periksa Keua DPR Bamsoet Soal Aliran Uang ke DPD Golkar Jateng
Ketua DPR Bambang Soesatyo menghadiri panggilan KPK untuk menjadi saksi kasus dugaan korupsi e-KTP. Foto/SINDOnews/Raka Dwi Novianto 

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memeriksa Ketua DPR Bambang Soesatyo sebagai saksi dalam kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Usai menjalani pemeriksaan, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengaku dicecar penyidik KPK terkait aliran uang sebesar Rp50 juta ke DPD Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng). Uang itu disinyalir berasal dari proyek pengadaan e-KTP. 

Namun, pria yang akrab disapa Bamsoet itu menegaskan dirinya tak tahu mengenai aliran uang Rp50 juta pada Mei 2012 silam. Menurutnya, uang itu diserahkan ketika dirinya duduk di Komisi III DPR, yang tidak ada kaitan dan tidak berurusan dengan Komisi II DPR. 

"Saya sampaikan bahwa saya selaku anggota DPR, itu tahun 2012, saya sampaikan tidak mengetahui sama sekali soal transfer Rp50 juta itu dan dari mana, dari siapa, motifnya apa," kata Bamsoet di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (8/6/18). 

Bamsoet mengatakan, dirinya sempat ditujukan bukti transfer Rp50 juta kepada DPD Golkar Jateng. Meskipun demikian, Bamsoet tetap mengaku tak mengetahui asal-usul transfer uang yang diduga terkait proyek e-KTP. "Tadi ditunjukkan ada bukti transfer ke Jateng dan saya sampaikan saya tidak tahu sama sekali," tuturnya.

Menurut Bamsoet, uang sebesar Rp50 juta yang di terima DPD Golkar Jawa Tengah itu sudah di kembalikan ke KPK pada Desember 2017. "Kemudian dikembalikan, menurut tadi disampaikan, itu Desember 2017 (dikembalikan). Saya tidak tahu sama sekali. Itu pertanyaan sudah setop di situ," katanya. 

Bamsoet hari ini diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi dan pengusaha Made Oka Masagung. Terkait kedua tersangka itu, Bamsoet mengaku hanya mengenal Irvanto saja, yang merupakan pengurus Golkar. 

"Saya tidak kenal sama sekali dengan Made Oka. Saya hanya tahu Irvanto karena itu keponakan Pak Nov (Setya Novanto) dan dia pengurus Partai Golkar. Hanya itu aja. Pertanyaan selesai," tuturnya. 

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya meminta kesaksian Bamsoet terkait informasi yang didapat penyidik dari pengurus DPD Golkar Jateng terkait adanya aliran uang sebesar Rp50 juta. 

Pemeriksaan Bamsoet pun berlangsung singkat. Dia datang sekitar pukul 08.15 WIB dan keluar pukul 09.40 WIB. "Pada saksi diklarifikasi informasi yang didapatkan penyidik terkait keterangan saksi-saksi pengurus DPD Partai Golkar Jateng yang diperiksa sebelumnya," kata Febri dikonfirmasi lewat pesan singkat. 

Namun Febri enggan menjelaskan secara rinci materi pemeriksaan tersebut. KPK, kata Febri dalam hal ini menghargai kedatangan Bamsoet memenuhi panggilan penyidik KPK. 

"Materi pemeriksaan secara rinci dan hal teknis lainnya tentu tidak dapat disampaikan. Tapi tentu kedatangan saksi perlu dihargai," tuturnya.

https://nasional.sindonews.com/read/1312730/13/kasus-e-ktp-kpk-periksa-bamsoet-soal-aliran-uang-ke-dpd-golkar-jateng-1528448507


Rekam Jejak Ketua DPR Bambang Soesatyo di Kasus-Kasus Korupsi

Senin, 15 Januari 2018 09:59 WIB


Kasus E-KTP, KPK Periksa Keua DPR Bamsoet Soal Aliran Uang ke DPD Golkar Jateng
Bambang Soesatyo. Dok.TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang dilantik hari ini, Senin, 15 Januari 2018, memiliki beberapa catatan tentang pemberantasan korupsi. Sejumlah catatan memberi kesan Bambang tidak sejalan dengan pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang berjanji membangun citra partainya yang bersih.

Berikut adalah rekam jejak Bambang Soesatyo:


Korupsi Simulator Kemudi

Beberapa kali diperiksa KPK untuk kasus korupsi simulator ujian surat izin mengemudi di Korps Lalu Lintas Polri pada 2013. Ia membantah terlibat.


Menekan Saksi
Bersama sejumlah anggota DPR lain disebut menekan koleganya, Miryam S. Haryani, agar tidak berterus terang dalam pemeriksaan kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik. Bambang membantah.


Pansus KPK
Salah satu penggagas Panitia Angket KPK pada Mei 2017. Ia mengatakan hanya melaksanakan tugas partai

.
Saksi E-KTP
Pada 20 Desember 2017, KPK memanggilnya sebagai saksi kasus korupsi e-KTP untuk tersangka Anang Sudihardja. Bambang absen.

Revisi UU KPK
Mendukung revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang dinilai banyak pihak memangkas beberapa kewenangan lembaga itu.


Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie tak ambil pusing soal kiprah Bambang dalam Pansus Hak Angket KPK. Menurut Ical, penunjukan Bambang tidak berkaitan dengan keberadaannya dalam Pansus Hak Angket KPK dan dugaan keterlibatan dalam kasus e-KTP dan gerakan Golkar Bersih yang didengungkan Airlangga.


“Kalau pansus-nya diberhentikan kan enggak ada keterlibatan lagi," kata Ical, Ahad, 14 Januari 2018 di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan. Ia yakin Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto akan segera mengakhiri keterlibatan partai dalam Pansus Hak Angket.

Pansus Angket KPK dibentuk DPR saat KPK tengah menyidik kasus korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik, yang melibatkan sejumlah anggota DPR, termasuk Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPR. Ketika itu, kursi Ketua Umum Golkar masih diduduki Setya.


Sejumlah kader Golkar pun menjadi inisiator hak angket dan tergabung dalam Pansus Angket KPK. Beberapa di antaranya adalah Ketua Komisi Hukum Bambang Soesatyo, Agun Gunandjar, Muhammad Misbakhun, Adies Kadier, dan John Kenedy Azis. Belakangan, Airlangga meminta kerja pansus segera diakhiri.

https://nasional.tempo.co/read/10504...-kasus-korupsi

--------------------------------------

Politik ... Oooo politik ...

emoticon-Sorry

Diubah oleh annisaputrie
hajar bleh....
Akan kah bernasib sama kayak papa ?
Quote:


dehewan pada ngaku gak nerima, tapi duitnya dibalik2in emoticon-Imlek
esbeye si kebo kapan nyusul neh emoticon-Leh Uga
Main Chara yang sekarang udah Ex PM kok gak di periksa?


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di