alexa-tracking

[Tradisi Ramadan] Dila Leman, Terangi Malam Lailatul Qadar di Sumbawa Barat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1a598cdbd770ab348b4567/tradisi-ramadan-dila-leman-terangi-malam-lailatul-qadar-di-sumbawa-barat
icon-hot-thread
[Tradisi Ramadan] Dila Leman, Terangi Malam Lailatul Qadar di Sumbawa Barat
[Tradisi Ramadan] Dila Leman, Terangi Malam Lailatul Qadar di Sumbawa Barat



Di bagian barat Pulau Sumbawa, berbatasan langsung dengan Laut Flores di sebelah timur, dan Samudera Hindia di sebelah selatannya, sebuah tradisi turun temurun saat bulan Ramadan masih dijalankan dan masih kental akan makna religinya. Tepatnya di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Desa yang masih menjalankan tradisi tersebut adalah Desa Sermong. Mereka menyalakan lampu pada malam-malam ganjil 10 malam terakhir Ramadan, yang disebut Tradisi Dila Leman.

Tradisi ini dibuat agar masyarakat terpanggil untuk melakukan ibadah sebanyak-banyaknya secara khusyu, dan berkesempatan mendapatkan kemuliaan malam lailatul qadar. 

[Tradisi Ramadan] Dila Leman, Terangi Malam Lailatul Qadar di Sumbawa Barat

Rumah di Sermong (Foto: fitrioktariniblog.wordpress.com)


Tradisi ini merupakan ciri khas masyarakat Kab. Sumbawa Barat, dan memiliki nilai kebudayaan yang tinggi untuk terus diwariskan kepada generasi penerus. 

Dulu, tradisi Dila Leman menggunakan penerangan yang disebut pelita, yaitu sebuah lampu tradisional. Pelita diletakkan di depan rumah penduduk pada setiap malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadan. Menariknya, penduduk saat ini menggunakan beraneka ragam pelita. Ada yang berbentuk obor, yang terbuat dari batang bambu dan diberi sumbu kain dengan minyak tanah sebagai bahan bakarnya. Selain obor, ada juga yang memanfaatkan buah jarak yang ditumbuk hingga jadi seperti kapas yang dililitkan ke bilah bambu. Kini, pelita bahkan dibuat menyerupai lampion. 

[Tradisi Ramadan] Dila Leman, Terangi Malam Lailatul Qadar di Sumbawa Barat



[Tradisi Ramadan] Dila Leman, Terangi Malam Lailatul Qadar di Sumbawa Barat

Ibu-ibu membuat obor/fitrioktariniblog.wordpress.com


Menurut filosofi penduduk Sumbawa Barat, Dila Leman mengandung arti dalam bahasa samawa, dila berarti pelita, alat penerangan, sedangkan leman/eman berarti datang atau dari. Kesatuan kata ini memiliki arti alat penerangan yang diperuntukkan menyambut kedatangan sesuatu. Yang disambut adalah kedatangan malam lailatul qadar. Dila kemudian jadi simbol penerang jalan atau petunjuk, pemberi cahaya dalam gelap.


Secara filosofi, menggunakan media Dila pada malam ganjil memiliki pesan yang kuat dan mendalam. Artinya malam tersebut adalah malam pemberi petunjuk, penerang jiwa bagi umat muslim yang secara ikhlas, jujur, dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.

Inti dari tradisi Dila Leman, terdapat pada hakikat maknanya sebagai penyambung syiar tentang pentingnya sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan. 

Tradisi berikutnya yang khas di Sumbawa Barat adalah Gernat, yaitu semacam meriam bambu yang bisa menghasilkan suara dentum yang cukup keras jika disulut api. 

[Tradisi Ramadan] Dila Leman, Terangi Malam Lailatul Qadar di Sumbawa Barat



[Tradisi Ramadan] Dila Leman, Terangi Malam Lailatul Qadar di Sumbawa Barat

Membunyikan Gernat dari bambu/fitrioktariniblog.wordpress.com


Grenat dibunyikan seusai salat tarawih dan istirahat siang, yaitu pada waktu masyarakat tidak terganggu dengan bunyi-bunyian. Ada yang membunyikannya di lapangan desa, ada juga yang dilakukan di halaman rumah.

Tradisi Dila Leman dan Gernat ini merupakan kearifan lokal yang baik untuk dilestarikan di GanSist.

emoticon-Bedugemoticon-Bedugemoticon-Bedug


Spoiler for Sumber:


image-url-apps
Tiada terasa Ramadan sudah di penghujung waktu
Spoiler for Bulan puasa segera berlalu:
image-url-apps
[Tradisi Ramadan] Dila Leman, Terangi Malam Lailatul Qadar di Sumbawa Barat
Meriam bambu mainan di kampung waktu kecil dulu nih
KASKUS Ads
image-url-apps
di kampung disebutnya lodong
[Tradisi Ramadan] Dila Leman, Terangi Malam Lailatul Qadar di Sumbawa Barat
keren bgt gan kayaknya tuh

pelita dimalam hari

ditambah serunya meriam bambu

emoticon-Matabelo
image-url-apps
meriam bambu..permainan lejen nih
image-url-apps
Alhamdulillah gan, diterangi.
image-url-apps
Dulu pernah bikin juga, sayang udah ga ada minyak tanahnya, pake premium takut meledak
image-url-apps
bagus ya fotografinya
image-url-apps
Mantap jadi ingat di kampung maen meriam dari batang pohon besar dan karbit emoticon-Ngakak
image-url-apps
Kebanyakan anak-anak dan ibu-ibu ya yang buat bambu itu. Kebetulan ane lg di sumbawa besar, yg ane heran orang2 sini kok laki2 dewasa nya ga ada yang puasa sama sekali yah ( 8 dari 10 orang lah kira ).. padahal ktp nya islam. Kebetulan ane lg dinas dari jakarta.
Dan perayaan iedul fitri disini kalah meriah jauh dibanding pulau jawa. Ga bakal betah orang jawa disini. Sepi banget
keren bre
emoticon-Matabelo
tp yg ane sedih bentar lagi ramadhan sdh mau habis
emoticon-Cendol Gan
image-url-apps
keinget ane kecil maen meriam bambu, di kampung ane namanya bebeledugan
image-url-apps
meriam bambu kalo dulu gan, skrg meriam bambu nya di ganti maen hape
image-url-apps
Keren
image-url-apps
bagus.....
image-url-apps
gitu ye
image-url-apps
hmmmm
Gernat kalau ditempat ane namanya long bumbung
image-url-apps
oh namanya dila leman di Sumba.. di tempat lain ape ye?
×