alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
8 Juni, Mengenang Lahirnya ‘The Smiling General’
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1a56d3a09a39da738b4568/8-juni-mengenang-lahirnya-the-smiling-general

8 Juni, Mengenang Lahirnya ‘The Smiling General’

8 Juni, Mengenang Lahirnya ‘The Smiling General’
Sosoknya dikenal gagah berani, ia lahir pada 8 Juni 1921 tepatnya 97 tahun yang lalu di desa Kemusuk daerah Argomulyo Godean, sebelah Barat Yogyakarta. Bapak Pembangunan Indonesia ini merupakan putra ketiga dari Ibu Sukirah dan Bapak Kertosudiro, seorang ulu-ulu atau petugas pengatur air di desa Kemusuk.

Masa kecil Soeharto dihabiskan sebagaimana layaknya anak-anak pedesaan Jawa. Sebagai anak desa, ia tumbuh tidak dalam suasana kemegahan seperti kalangan bangsawan. Dilansir dari laman Soeharto.co, agar memperoleh sentuhan pendidikan secara lebih baik, usia 8 tahun Soeharto kecil dititipkan oleh ayahnya kepada adik perempuan satu-satunya yang berdomisili di Wuryantoro Wonogiri.

Suatu daerah sebelah timur Yogyakarta yang secara sosio-ekonomi tidak lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi Godean. Hanya saja bibinya bersuamikan mantri tani, Bapak Prawirowihardjo dan disinilah ia memperoleh pendidikan lebih baik daripada yang diperolehnya di Kemusuk.

Belum satu tahun tinggal di Wonogiri, Soeharto kecil dijemput untuk pulang ke Kemusuk karena dirindukan oleh Ibunya. Setahun kemudian ia baru dijemput keluarga Prawirowihardjo untuk menetap lagi dan melanjutkan sekolah di Wuryantoro Wonogiri.

Setelah menamatkan sekolah rendah lima tahun, ia dimasukkan sekolah lanjutan rendah (schakel school) di Wonogiri. Ia terpaksa pindah rumah ke Selogiri, 6 kilometer dari Wonogiri dan tinggal di rumah Citratani, kakak perempuan yang menikah dengan pegawai pertanian. Saat usia menginjak 14 tahun , ia baru di khitan (sunat), dan dirayakan dengan selamatan (tasyakuran) secara sederhana.

Kehidupan keluarga Citratani retak, sehingga ia terpaksa pindah ke Wonogiri lagi dan tinggal di keluarga Bapak Hardjowiyono, teman ayahnya, seorang pensiunan pegawai Kereta Api. Keluarga ini tidak punya anak. Di tempat ini, Soeharto kecil biasa membersihkan rumah sebelum berangkat sekolah, dan pergi ke pasar untuk belanja ataupun menjualkan hasil kerajinan tangan buatan Bu Hardjo.

Melalui keluarga ini pula, Soeharto kecil bersentuhan dengan Kyai Daryatmo, sosok kyai sufistik yang tidak hanya memiliki penguasaan ilmu agama sangat luas, akan tetapi juga merupakan seorang tabib (menguasai ilmu pengobatan) dan psikolog sekaligus guru masyarakat.

Kediaman Kyai Daryatmo tidak berjauhan dengan kediaman Bapak Hardjowiyono dan di langgar (mushola) Kyai inilah, Soeharto kecil belajar agama. Ia juga sering mendengarkan nasehat-nasehat Kyai Daryatmo kepada mereka yang banyak datang memerlukan, orang-orang terpelajar, pedagang, pegawai, petani sampau bakul-bakul (pedagang kecil).

Keceriaan tinggal di keluarga ini harus terputus dan Soeharto kecil harus kembali ke Kemusuk untuk melanjutkan sekolah Muhammadiyah yang dijalaninya setiap hari dengan naik sepeda dari Kemusuk ke Yogyakarta. Ia terpaksa meninggalkan keluarga Hardjowiyono dan langgar (mushola) Kyai Daryatmo karena ada peraturan sekolah yang mengharuskan murid pakai celana pendek dan bersepatu, sedang orang tuanya tidak sanggup membelikan.

Walaupun di kota, di Yogya ia bisa bersekolah dengan memakai sarung atau kain. Ia tidak kikuk, karena ada murid lain yang ke sekolah dengan pakaian seperti dirinya. Pada saat di Yogya inilah ia mulai mendengar gerakan-gerakan menentang penjajahan yang digerakkan oleh tokoh-tokoh politik. Ia tetap saja fokus pada pelajaran dan pada tahun 1939 (usia 18 tahun) ia berhasil menamatkan sekolah di schakel Muhammadiyah Yogyakarta.

Hidupnya penuh lika-liku perjalanan pahit getir, termasuk dalam hal bersekolah Soeharto juga dihadapkan pada banyak kesulitan. Sebab ayahnya maupun anggota keluarga yang lain tidak ada yang sanggup membiayai untuk lanjut sekolah.

“Nak… tak lebih dari ini yang dapat kulakukan untuk melanjutkan sekolahmu. Dari sekarang kamu sebaiknya mencari pekerjaan saja. Dan kalau sudah dapat, Insya Allah, kamu dapat melanjutkan pelajaranmu dengan uangmu sendiri”. ujar ayah Soeharto saat itu.

Ia kesana kemari mencari pekerjaan. Pada waktu itu tidak gampang mendapatkan kerja tanpa uluran tangan orang yang berkedudukan, berpengaruh, orang kaya ataupun pengusaha besar. Setelah kesana kemari tidak berhasil, ia pergi ke Wuryantoro, karena di tempat tersebut banyak kenalan.

Bersusah payah mencari pekerjaan, akhirnya tangga karir Soeharto remaja mulai terbuka ketika ada pengumuman dibuka pendaftaran masuk KNIL (Koninlijk Nederlands-Indisch Leger) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Ia diterima masuk Kortverband di Gombong. Merupakan dinas pendek yang latihannya mirip milisi, dalam waktu 3 tahun. Ia menjadi lulusan terbaik dan ditugaskan praktek menjadi wakil Komandan Regu di Batalyon XIII Rampal Malang.

Pantang menyerah adalah sifat yang selalu Soeharto tanamkan. Seperti pada saat ketika ia sakit, hal itu tak menghalangi Soeharto muda ikut kursus mengetik di Yogyakarta. Di kemudian hari, Kepala Polisi Opsir Jepang bahkan menyuruhnya Belajar Bahasa Jepang dan menganjurkannya mendaftarkan menjadi tentara sukarela PETA (Pembela Tanah Air).

Presiden kedua Indonesia yang menjabat dari tahun 1967 sampai 1998 ini, di dunia internasional, terutama di Barat, Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer “The Smiling General” atau “Sang Jenderal yang Tersenyum” karena raut wajahnya yang ramah dan selalu tersenyum.

Pada masa kejayaannya, ‘The Smiling General’ ini juga salah satu pemimpin yang disegani di Asia, Soeharto bahkan pernah membawa Indonesia pada kondisi perekonomian yang stabil pada dekade 1980 – 1990, dan kesuksesan beliau dengan program swasembada pangannya melahirkan julukan lain yakni Soeharto Bapak Pembangunan.

Pada 27 Januari 2008 silam, ‘The Smiling General’ mengakhiri petualangan hebatnya. Soeharto meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, di sepanjang jalan Tanjung dan Jalan Cendana ribuan masyarakat pun mengiringi dengan penuh duka.

http://pedomanbengkulu.com/2018/06/8-juni-mengenang-lahirnya-the-smiling-general/

Piye le?
Diubah oleh: LordFaries
Urutan Terlama
Ohhhhh
Ah mending nunggu Suhartois saja heran gue dah ada kejadian tahun 1998 nggak kapok juga..emoticon-Ngakak (S)
gue taunya smiling titan
Dari orang gak punya, jadi punya dan berkuasa, jadi ya gitu deh.. emoticon-Traveller
Quote:


Ah lu, tanya bokap, enak jamane sopo?
20 tahun reformasi.
Intoleransi ?
Radikalisme?
Kriminalisasi?
Aksi bom?
Dll

Fine, saya mundur, bukan karena aksi mahasiswa, tokoh politik, tokoh militer, cendekiawan, ulama, bukan. Tapi karena rakyat yang sudah marah. Liat saja nanti, mengurus negara ini tidak mudah. ( Kata terakhir Pak Harto kepada tim 9 ).
Diubah oleh 54m5u4d183
dari pada gue ... ya jauh lebih hebat soeharto lah .... salute emoticon-Imlek
Quote:
ronaldinho?

8 Juni, Mengenang Lahirnya ‘The Smiling General’

Ane lebih suka mengenang saat-saat matinya Pak Harto
Menunjukkan seberapa hebat kekuasaan seseorang tidak ada artinya di hadapan kuasa Allah SWT

Quote:


Kenyataan emang enak awalnya tapi akhirnya susah juga..emoticon-Ngakak (S)
Gue sih heran kekurangan SBY apa wong itungannya nanggung kegagalan Simbok, Gus Dur, dan Habibie..emoticon-Ngakak (S)
Jaman Mbah Harto banyak perjanjian yang merugikan pihak Indo..emoticon-Big Grin
Gue malah aneh dulu ketika doi masih seterong nggakmikir proyek strategis semacam PLTN..emoticon-Big Grin
Terlepas dari segala kekurangannya, ane pilih untuk tidak juga melupakan pembangunan yang ada berkat dia
Quote:


Ok ntar foto bokap lu pas skarat wa pajang di kaskus

Biar...

Menunjukkan seberapa hebat seseorang bapak jadi bangke yg punya anak gak punya sopan santun tidak ada artinya di hadapan kuasa Allah SWT
Diubah oleh LordFaries
Quote:



Baka bisa baper juga ternyata emoticon-Leh Uga
Bales pake editan gambar Kowi dong
Kok malah mewek gitu

Bokap ane ga terkenal sih. Ngga kayak bapak pembangunan yang banyak disayang orang

8 Juni, Mengenang Lahirnya ‘The Smiling General’

Kalau besok mati ente bawa apa? emoticon-Maaf Agan
Diktator yg unik, saat yang lain poligami
Diktator yang ini takut sama istri emoticon-Ngakak (S)
Ini orang yg jual tambang emas papua ke mamarika ya gan?
Quote:


Yaelah.. Yasudahlah... Ntar kalau di sentil orang wa gak ikut2
bapak pembangunanemoticon-I Love Indonesia


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di