alexa-tracking

Panjang pendek tol tak tercermin dari ongkosnya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1a316e31e2e6bd2f8b456b/panjang-pendek-tol-tak-tercermin-dari-ongkosnya
Panjang pendek tol tak tercermin dari ongkosnya
Panjang pendek tol tak tercermin dari ongkosnya
Pengendara mobil melintasi jalan tol Salatiga-Solo di Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (7/6/2018).
Jalan tol sesak dengan barisan kendaraan pribadi yang mengantre keluar dari ibu kota sepertinya akan menjadi pemandangan warga Jakarta malam ini, Jumat (8/6/2018).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini terjadi lebih awal, yakni pada hari ini dan esok.

Kendaraan pribadi masih menjadi pilihan favorit pemudik. Longgarnya waktu libur Lebaran tahun ini, sekitar dua minggu, boleh menjadi sebab pemudik kembali ke kendaraan pribadi--meski jatah kursi kereta api dan pesawat terbang sudah ditambah.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub, Bambang Prihartono, mengatakan pemudik dengan kendaraan pribadi pada tahun ini diperkirakan naik 27,7 persen menjadi 12,24 juta dibanding tahun lalu.

“Penggunaan kendaraan pribadi memang masih cukup tinggi karena alasan aksesibilitas yang lebih mudah. Ini tantangan untuk angkutan massal supaya lebih kreatif,” ucap Bambang dalam Okezone, Kamis (7/6).

Pemerintah pun meladeni tren mudik dengan kendaraan pribadi itu melalui tujuh ruas tol baru yang siap pakai untuk Lebaran 2018. Ruas tol ini tak hanya ada di Jawa, melainkan juga di Sumatra.

Pembangunan ketujuh ruas tol ini sudah rampung. Tapi belum semuanya siap beroperasi, alias masih ada yang status penggunaannya fungsional.

Misalnya pemudik yang menuju Jawa Tengah melalui jalur tol Jakarta-Semarang. Pemudik kemungkinan masih harus menggunakan sebagian jalur biasa dan tol untuk mencapai titik akhir di Semarang.

Pada jalur operasional tol sudah laik berfungsi dan memiliki tarif. Sementara jalur fungsional berarti jalan tol tersebut belum sepenuhnya selesai dalam penggarapan namun bisa dilalui kendaraan tanpa dipungut biaya.

Data Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diolah Lokadata Beritagar.id menunjukkan, sampai 2018 sudah ada 43 ruas jalan tol operasional di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut; sebanyak 35 di antaranya berada di Pulau Jawa, disusul Sumatra dengan empat ruas, Sulawesi dengan dua ruas, dan Bali dengan satu ruas.

Ruas terpanjang untuk saat ini adalah Cikopo-Palimanan sejauh 116,72 kilometer (km). Sementara yang terpendek adalah ruas Surabaya-Mojokerto Seksi IA dengan panjang hanya 2,3 km.
Panjang pendek tol tak tercermin dari ongkosnya
Panjang dan tarif tertinggi jalan tol, 2018
Sementara daftar tol fungsional di Sumatra antara lain, Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 (SS Bakauheni-SS Sidomulyo), Paket 2 (SS Sidomulyo-SS Lematang), Paket 3 Branti-Metro, dan Paket 4 Gunung Sugih-Terbanggi Besar sepanjang 88,44 km.

Kemudian, Tol Palembang-Indralaya Seksi 2 dan 3 (Pamulutan-Indralaya) sepanjang 14,18 km dan Tol Medan Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) Seksi 1 SS Tanjung Morawa-SS Parbarakan sepanjang 10,75 km. Terakhir, Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 22 km.

Untuk Trans Jawa, beberapa ruas fungsionalnya antara lain, Tol Pejagan-Pemalang Seksi 3 dan 4 (Brebes Timur-Pemalang) sepanjang 37,3 km, Tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km, dan Tol Batang-Semarang sepanjang 75 km.

Berikutnya, Tol Semarang-Solo Seksi 4 dan 5 (Salatiga-Kartasura) sepanjang 32,54 km, Tol Solo-Ngawi Segmen Kartasura-Sragen dan Segmen Sragen-Ngawi sepanjang 86 km, dan Tol Ngawi-Kertosono Seksi IV (Wilangan-Kertosono) sepanjang 39,05 km.

Terakhir, Tol Kertosono-Mojokerto Seksi IV (Bandar-Batas Barat) sepanjang 0,9 km, dan Tol Gempol-Pasuruan Seksi 2 (Rembang-Pasuruan) sepanjang 6,6 km.
Panjang pendek ongkos tol
Naik kendaraan pribadi untuk pulang kampung dirasa nyaman bagi sebagian orang. Daya angkut yang fleksibel membuat ongkos perjalanan bisa ditekan ketimbang membeli satu tiket untuk tiap anggota keluarga.

Apalagi, pemerintah sudah berjanji memberikan diskon tarif tol selama arus mudik dan balik Lebaran 2018. Waktu dan besaran diskon bervariasi, antara 10 persen hingga 28 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut diskon tarif ini sebagai “harmonisasi”. “Kenapa harmonisasi? Kan harganya bervariasi, ini diharmonisasi. Jadi supaya tidak terlalu beda per kilometernya karena itu tarif dasar,” sebutnya.

Tarif dasar tol memang berbeda-beda. Jalan tol yang dibangun tahun 70-an hingga 2000, tarifnya berkisar Rp400 per km, untuk tahun 2000-2010 tarifnya berkisar Rp700 per km, tahun 2010-2015 tarifnya naik lagi menjadi sekitar Rp900 per km, dan tol yang baru dibangun 2015 sampai saat ini berlaku tarif sekitar Rp1.500 per km.

Saat ini tarif tol (per km) tertinggi berlaku di Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), yakni Rp2.800 per km untuk golongan I. Dengan kata lain, untuk menyebrangi jembatan Suramadu dengan jarak 5,4 km, pengendara golongan I harus menyiapkan ongkos Rp15.000.

Tarif tol termahal kedua adalah ruas Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Tarifnya adalah Rp1.700 per km, dengan total panjang tol 8,4 km.

Sementara tarif tol terendah adalah Semarang Seksi ABC dengan tarif per kmnya adalah Rp100. Jadi, untuk melintas tol dengan panjang 24,75 km itu pengendara hanya cukup membayar sebesar Rp2.500.
Panjang pendek tol tak tercermin dari ongkosnya
Tarif tertingggi tol menurut tahun beroperasi
Membangun jalan tol memang tak murah, begitu juga dengan perawatannya. Tak ayal, pemerintah selalu menggandeng pihak swasta untuk memuluskan proyek ini.

Alhasil swasta pun berhak atas bagi hasil dari penerimaan jalan tol atau internal rate of return (IRR). Agar penerimaan negara dari tol tak terlalu minim, pemerintah pun memberikan hak konsesi (pengusahaan) kepada pihak swasta.

Untuk tiap ruas, durasi konsesi bisa berbeda, rata-rata 30-40 tahun. Namun belakangan, ada rencana pemerintah memperpanjang konsesi hingga 50 tahun demi tujuan penurunan tarif tol.

Jika sudah memiliki investor pun tak berarti penentuan tarif bisa seragam. Sebab, ada faktor-faktor seperti kemampuan membayar (ATP/ability to pay), kemauan membayar (WTP/willingness to pay), dan biaya operasional kendaraan yang menentukan besaran tarif tiap ruas.

Aturan tersebut ada dalam [URL="file:///C:/Users/Ronna/Downloads/uu38tahun2004.pdf"]UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan[/URL] dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol.

Hingga saat ini, terdapat lima perusahaan swasta yang memegang konsesi jalan tol, baik yang masih dibangun atau yang sudah beroperasi.

Kelimanya adalah PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), PT Nusantara Infrastructure (META) Tbk, PT Astratel Nusantara (Astra Infra), Kompas Gramedia, dan Sinarmas Land.
Panjang pendek tol tak tercermin dari ongkosnya


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...dari-ongkosnya

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Panjang pendek tol tak tercermin dari ongkosnya Waspada kenaikan bunga KPR

- Panjang pendek tol tak tercermin dari ongkosnya Ribuan prajurit TNI kawal pilkada Maluku dan Maluku Utara

- Panjang pendek tol tak tercermin dari ongkosnya Indeks Perdamaian Global yang kian merosot