alexa-tracking

Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1a163cd89b0975368b4588/dari-gol-bunuh-diri-escobar-hingga-tandukan-zidane
Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane
Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane

JAKARTA, Indonesia—Gelaran Piala Dunia 2018 hanya tinggal menghitung hari. Sejumlah tim nasional telah tiba di Rusia dan tengah mempersiapkan diri menghadapi kerasnya pertarungan dalam turnamen sepakbola empat tahunan ini. Sebanyak 736 pemain dari 32 negara bakal bersaing memperebutkan trofi juara.

Piala Dunia kali ini tidak dihadiri dua raksasa Eropa, yakni Belanda dan Italia. Namun demikian, bisa dipastikan seperti perhelatan Piala Dunia di masa lalu, Rusia 2018 juga bakal menghadirkan beragam ‘drama’ lapangan hijau.

Menjelang peluit Piala Dunia 2018 dibunyikan pada 14 Juni 2018, Rappler merangkum sejumlah fakta dan drama lapangan hijau paling menarik di enam putaran final Piala Dunia terdahulu.


Brasil 2014
Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane
Brasil menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2014. Sayangnya, tim Samba harus menangguk malu karena mengalami kekalahan terburuk sepanjang sejarah sepakbola Brasil. Di semi final, Brasil dipecundangi Jerman dengan skor 7-1.

Di laga itu, bintang baru tim Samba, Neymar harus absen karena cedera yang dideritanya di perempat final melawan Colombia. Meskipun tanpa Neymar, kekalahan dengan skor fantastis semacam itu membuat publik Brasil meradang. Pasalnya, itu merupakan kekalahan terburuk tim Samba di Piala Dunia dalam seratus tahun terakhir.

Di final, Jerman bertemu dengan Argentina di Rio de Janeiro. Messi dan kawan-kawan lolos ke final setelah menang dalam drama adu penalti melawan Belanda. Dalam laga menegangkan di final, gol gelandang energik Jerman Mario Goetze di babak tambahan menjadi penentu tim Panser merebut gelar juara Piala Dunia keempat


Afrika Selatan 2010  
Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane
Putaran final Piala Dunia perdana di Benua Hitam semarak dengan beragam warna dan bunyi. Suara bising terompet vuvuzela menjadi soundtrack utama hampir di setiap laga. Namun demikian, dukungan fan yang luar biasa dari pinggir lapangan tidak menjadi jaminan tim-tim Afrika tampil gemilang di lapangan hijau.

Dari delapan negara asal benua Afrika yang ikut serta di Piala Dunia 2010, hanya Ghana yang mampu lolos ke babak 16 besar. Ghana melaju hingga perempat final sebelum akhirnya takluk di tangan Uruguay lewat adu penalti. Tuan rumah Afrika Selatan memulai laga pembuka dengan gemilang, meskipun akhirnya malah jadi tim tuan rumah pertama yang harus tereleminasi di babak grup.

Spanyol—yang pada 2008 menjuarai Piala Eropa—meneruskan performa gemilangnya dan merengkuh trofi Piala Dunia perdananya berkat gol semata wayang Andres Iniesta pada menit 116 di laga final melawan Belanda. Sebelum mencapai final, tim Matador berturut-turut mengandaskan Portugal, Paraguay dan Jerman.


Jerman 2006  
Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane
Putaran final gelaran Piala Dunia kembali tanah Bavarian setelah 32 tahun. Ketika itu, tim Panser dijagokan untuk kembali merebut gelar juara. Nasionalisme publik Jerman sempat terpantik bangkit.

Putaran final di Jerman disebut sebagai momentum kebangkitan raksasa-raksasa sepakbola Eropa setelah untuk kali perdana sejak 1982, semua semi finalis berasal dari Eropa. Itu terjadi setelah dua raksasa Amerika Latin, Brasil dan Argentina kandas di perempat final.

Argentina sempat tampil memukau setelah membantai Serbia Montenegro di laga grup. Namun, Messi dan kawan-kawan harus angkat koper setelah kalah dalam adu penalti melawan tim tuan rumah. Brasil yang juga dijagokan untuk merebut gelar juara kandas di tangan Prancis.

Laju Jerman yang relatif lancar hingga perempat final harus terhenti di semifinal saat bertemu Italia. Tim asuhan Marcello Lippi ketika itu sukses dua kali menjebol gawang Jerman tanpa balasan. Di laga semifinal lainnya, Prancis sukses mencuri kemenangan lewat sepakan Zinedine Zidane dari titik putih.

Laga pamuncak Piala Dunia 2006 antara Italia dan Prancis berlangsung panas sejak awal. Sayangnya, laga harus tercoreng akibat drama tandukan playmaker Prancis Zinedine Zidane terhadap bek Italia Marco Materazzi. Akibat tandukan ke dada Materazzi itu, Zidane langsung diusir wasit.

Pascalaga yang dimenangkan Italia lewat adu penalti itu, Zidane menyebut Materazzi bermain kotor dan sengaja memancing kemarahannya dengan membisikkan kata-kata tak pantas. Usai Piala Dunia 2006, Zidane memutuskan gantung sepatu dari timnas Les Bleus.


Prancis 1998
Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane
Prancis menjadi tuan rumah pada turnamen kali itu. Didukung fan fanatik di kandang sendiri, tim asuhan Aime Jacquet melaju kencang sebelum akhirnya memecundangi favorit juara Brasil di Stade de France dengan skor 3-0 di partai puncak.

Di laga itu, playmaker Les Bleus Zinedine Zidane menunjukkan kelasnya lewat dua gol cantik. Zidane bangkit dari keterpurukan setelah mengantongi kartu merah di laga melawan Arab Saudi.

Di lain sisi, perjalanan Brasil diselimuti serangkaian misteri setelah bintang mereka Ronaldo Nazzario da Silva sempat ditendang keluar dari skuat inti timnas menjelang final. Nama Ronaldo baru masuk lagi ke susunan tim hanya beberapa menit sebelum peluit wasit dibunyikan.

Belakangan, baru diketahui Ronaldo berbuat onar di kamar hotelnya selang beberapa jam sebelum laga final. Keputusan sang pelatih untuk tetap memainkan Ronaldo di laga pamuncak dikritik keras oleh publik Brasil.


Amerika Serikat 1994
Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane
Meskipun sepakbola bukan olahraga favorit di Amerika Serikat (AS), publik negara berjuluk ‘Paman Sam’ itu menyambut Piala Dunia 1994 dengan antusiasme tinggi. Namun demikian, AS tak mampu berbicara banyak. AS hanya mampu melaju hingga perdelapan final sebelum takluk di tangan Brasil 1-0.

Sejumlah drama dan tragedi lahir di Piala Dunia 1994. Dalam laga melawan Yunani, legenda sepakbola Argentina Diego Maradona sukses menjebol gawang lewat kerja sama apik dengan rekan setimnya. Maradona berkontribusi besar dalam kesuksesan Argentina mencukur Yunani 4-0. Sayangnya, usai laga, Maradona terbukti menggunakan doping dan diusir dari turnamen.

Di lain sisi, nasib tragis menghampiri pemain bertahan Kolombia Andres Escobar. Pria yang dijuluki 'the Gentleman of Football' itu ditemukan tewas tak lama setelah Kolombia tersingkir dari putaran final Piala Dunia. Escobar diberondong peluru karena mencetak gol bunuh diri dalam laga Kolombia versus AS di babak penyisihan.

Partai puncak Piala Dunia 1994 mempertemukan Brasil dan Italia. Brasil mencapai final setelah melewati hadangan Belanda di perempat final dan Swedia di semifinal. Sedangkan Roberto Baggio dan kawan-kawan melaju ke final usai mengandaskan Spanyol dan Bulgaria.

Di laga puncak, Baggio yang tampil gemilang sepanjang babak penyisihan justru harus menelan pil pahit setelah bola yang ia sepak melenceng jauh dari gawang Brasil dalam drama adu penalti. Trofi Piala Dunia pun direbut oleh Romario dan kawan-kawan.

—Rappler.com


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane 13 Potret Buka Bersama di Crown Prince Hotel Surabaya, Bikin Kerasan!

- Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane Wajib Dicoba, 5 Resep Mudah Bikin Takjil Berbahan Kentang

- Dari Gol Bunuh Diri Escobar hingga Tandukan Zidane Yuk Bikin 4 Minuman Segar Khas Bali Ini untuk Buka Puasa!