alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Waspada kenaikan bunga KPR
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1a046d1ee5df9c128b4573/waspada-kenaikan-bunga-kpr

Waspada kenaikan bunga KPR

Waspada kenaikan bunga KPR
Pengunjung mengamati maket apartemen yang dipajang pada Festival Properti Grup Pakuwon di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/5/2018).
Langkah Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan BI 7 Day Repo Rate menjadi 4,5 persen diikuti oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang turut menaikkan suku bunga pinjaman.

Kenaikan suku bunga tersebut secara perlahan diyakini mampu mendorong kenaikan bunga kredit perbankan, terutama segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan dengan kenaikan suku bunga acuan BI ini dipastikan akan ada peningkatan pada bunga kredit perbankan. Kenaikan bisa terjadi dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga bulan setelah langkah BI itu.

Ia menambahkan, selama ini, perbankan tidak selalu langsung merespon dengan penurunan bunga kredit ketika BI menurunkan suku bunga acuan. Namun, sebaliknya terjadi ketika BI menaikkan suku bunga acuan. Suku bunga KPR dan KPA cenderung mudah menyesuaikan.

"Pada saat kenaikan bunga, perbankan pasti akan menjaga keuntungan yang optimal, sehingga mereka langsung menyesuaikan suku bunga," ujar Josua kepada Beritagar.id, Jumat (7/7/2018).

Kenaikan suku bunga acuan ini jelas merupakan ancaman bagi masyarakat yang memiliki KPR dengan acuan bunga mengambang (floating rate).

Berdasarkan data industri perbankan nasional, rata-rata suku bunga KPR normal saat ini berada di kisaran 9 hingga 10 persen. Sementara, suku bunga promo dengan skema tetap dalam tenor tertentu berkisar 5 hingga 7 persen.

Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Budi Satria mengatakan, kenaikan suku bunga acuan sebanyak dua kali pada bulan lalu memang memberikan ruang untuk menaikkan bunga KPR. Namun, pilihan itu belum diambil pada saat ini.

Menurutnya apabila suku bunga KPR naik terlampau cepat maka akan memengaruhi kemampuan debitur untuk mengangsur cicilan yang berujung pada peningkatan kredit macet (Non Performing Loans/NPL).

“Hingga saat ini kami belum memilih opsi tersebut, kami masih memantau perkembangan permintaan kredit,” katanya.

Sepanjang empat bulan awal tahun 2018, fungsi intermediasi perbankan dalam menyalurkan kredit mengalami pertumbuhan meski tidak signifikan.

Berdasarkan data BI, tercatat pertumbuhan kredit nasional April 2018 sebesar 8,9 persen dibanding akhir bulan yang sama tahun lalu (year on year). Dalam empat bulan pertama 2018, BI mencatat total realisasi kredit industri perbankan mencapai Rp4.807 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh peningkatan penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perseorangan, masing-masing tumbuh 7,6 persen dan 7,2 persen (year on year).

Di sisi lain, seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat terhadap rumah tinggal, kredit properti mengalami akselerasi pertumbuhan dari 13,3 persen (year on year) menjadi 13,06 persen (year on year), khususnya pada kredit KPR/KPA dan perumahan (real estate). Segmen ini meningkat 11,9 persen (year on year) menjadi 12,4 persen (year on year).

Peningkatan tersebut, menurut Josua, didorong oleh promo bunga KPR yang ditawarkan oleh sejumlah bank nasional. Hal ini terbukti dari pertumbuhan permintaan kredit untuk rumah tinggal yang mampu tumbuh dari 11,9 persen per April 2017 menjadi 12,4 persen per April 2018. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit secara nasional.
Antisipasi kredit macet
Tak hanya berdampak pada peningkatan suku bunga kredit, kenaikan suku bunga acuan BI juga menyulut kenaikan risiko kredit.

Di tengah isu daya beli yang menurun dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), kemampuan masyarakat dalam mengangsur kredit--khususnya kredit properti--diprediksi melemah.

Dilaporkan Okezone, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan kenaikan suku bunga oleh BI akan merugikan pelaku usaha-- termasuk di sektor konstruksi. Apalagi kenaikan suku bunga ini terjadi dua kali dalam kurun satu bulan.

Kenaikan suku bunga juga akan memicu pengembang untuk menaikkan harga propertinya. Apalagi, kredit konstruksi juga ikut naik seiring naiknya suku bunga acuan.

Menurutnya, selama penurunan suku bunga acuan oleh BI, banyak sekali perbankan yang tidak mengindahkannya. Ketika itu, perbankan justru menahan bunga kreditnya di atas angka yang ditetapkan oleh BI.

Sebagai contohnya dalam bunga kredit konstruksi, BI telah menetapkan aturan rate-nya sebesar 4,5 persen. Namun kondisi di lapangan, kalangan perbankan justru menetapkan bunga di atas angka tersebut--bahkan ada yang mematok hingga dua digit.
Waspada kenaikan bunga KPR


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ikan-bunga-kpr

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Waspada kenaikan bunga KPR Ribuan prajurit TNI kawal pilkada Maluku dan Maluku Utara

- Waspada kenaikan bunga KPR Indeks Perdamaian Global yang kian merosot

- Waspada kenaikan bunga KPR Tak bayar THR, Pemda bisa kena periksa BPK

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di