alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Cadangan Devisa Tergerus, Gubernur BI Sitir Ayat Al-Quran
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b19f86ddbd770bf6f8b4567/cadangan-devisa-tergerus-gubernur-bi-sitir-ayat-al-quran

Cadangan Devisa Tergerus, Gubernur BI Sitir Ayat Al-Quran

Cadangan Devisa Tergerus, Gubernur BI Sitir Ayat Al-Quran
Kamis 07 Juni 2018 - 04:31

Cadangan Devisa Tergerus, Gubernur BI Sitir Ayat Al-Quran
Ilustrasi uang dolar (Foto: ANTARA FOTO/ Sigid Kurniawan)

Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi ke pasar uang untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang melemah sejak Februari 2018 lalu. Hal ini tentu saja menggerus cadangan devisa, yang di antaranya diperoleh dari ekspor.

Padahal Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkapkan, neraca perdagangan sepanjang 2018 ini mencatatkan defisit. Angka pertumbuhan ekspor sebesar 6,17% lebih kecil dari impor yang mencapai 12,75%. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari-Mei 2018 neraca perdagangan Indonesia defisit USD 2,9 miliar.

“Iya begitulah, enggak apa-apa juga. Devisa kita kumpulkan pada saat panen dan kita gunakan saat paceklik. Ayatnya kan memang begitu,” kata Perry dalam pertemuan dengan pimpinan media di gedung Bank Indonesia, Rabu (6/6).

Ayat yang disitir Perry, dimaksudkan dalam Al-Quran surat Yusuf ayat 12. Ayat itu menyatakan, “Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.”

Dari data Bank Indonesia, cadangan devisa tertinggi sepanjang 2018 ini ada di posisi USD 131 miliar, sementara posisi pada awal pekan ini turun jadi sebesar USD 124,9 miliar.

Dari intervensi ke pasar uang dan juga penaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7 Days Reverse Repo Rate) sebanyak dua kali pada Mei lalu, rupiah mulai bangkit. Data BI mengungkapkan, pada 24 Mei-4 Juni rupiah sudah menguat 2,41% meskipun secara year to date masih terdepresiasi.

Terkait hal itu, Perry juga menyebutnya bukan semata-mata karena usaha Bank Indonesia, tapi karena izin Allah SWT.
Gubernur BI Perry Warjiyo dan para Deputi Gubernur

Cadangan Devisa Tergerus, Gubernur BI Sitir Ayat Al-Quran
Gubernur BI Perry Warjiyo dan para Deputi Gubernur (Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan)

Dalam paparan selama 1 jam pertama sebelum sesi diskusi, Perry tak kurang dari 4 kali menyebut nama Allah SWT sebagai suatu faktor yang menentukan perbaikan kondisi moneter Indonesia. Dan hal itu kembali diulanginya, saat menjawab sejumlah pertanyaan dari media.

“Investor asing sekarang, semakin lama semakin masuk. Saya yakin kok rupiah akan apresiasi lagi. Sebelum Februari kan (posisinya) Rp 13.300/dolar AS. Kalau memang inflownya terus naik... Memang Allah saya kira memang segala sesuatu itu kekuasaan Allah. (Deputi Gubernur) Erwin Riyanto, Perry (Warjiyo), para deputi gubernur yang lain itu... itu hanya perantara saja,” tandasnya.
https://kumparan.com/@kumparanbisnis...r-ayat-alquran

Baca Juga :

-------------------------------------------------

'Sudah jamaklah begitu. Yang namanya manusia itu, bila dia kepepet masalah yang berat sehingga  tak ada jalan keluar lagi, disitulah dia memasrahkan diri dan hidupnya hanya kepada Allah semata, agar diberikan pertolongan-Nya. 

Tapi begitulah sifat manusia pula umumnya, bila sudah ditolong Allah,  dan diberi solusi yang jitu, maka dia kembali mengulangi dosa dan kesalahannya kembali, lalu hukum Tuhan kembali banyak dilanggarnya  ... lupa ketika masa dia penuh harap agar ditolong Allah pada saat kesulitan dulu.

emoticon-Sorry
Halaman 1 dari 2
Saatnya BI melakukan langkah-langkah kongkrit, seperti ternak kalajengking
kemaren naik gara2 BI juga ya
Quote:


Ekonomi itu busuk

Jangan bawa-bawa agama untuk ekonomi emoticon-Blue Guy Bata (L)


Nastak mode on
Diubah oleh pohonduit.rp
kok Allah bukan jokowi efek
atau negara memang auto pilot semua tergantung Allah
Ini pasti karena banyak yang benci Jokowi emoticon-Mad
tahun depan udah siap2 tapi pakde banyak blunder atau sengaja? lagi main 5D chess kali ye emoticon-Big Grin
btw udah pada lempar handuk putih nih ke trump emoticon-Big Grin
"Dollar Is King": Indonesia Joins India In Begging Fed To Stop Shrinking Its Balance Sheet
https://twitter.com/zerohedge/status...38598334353408

“Communication is very important,” Warjiyo said. “We are looking for the Fed to communicate more clearly the intention of their policy so the market can understand clearly and also react and all the central banks can also anticipate and consider it in their policy making.”

Where have these "thinkers" been for the last year and a half? Even my 20 year old college student daughter knows the US Fed intends to shrink its BS and interest rates are edging up! WTF.

No wonder we call them - developing countries; I think what is still developing is their cognitive thinking abilities!


someone head need to roll, and guess who? emoticon-Big Grin
Diubah oleh Rasuna
Quote:


ini apa si tujuh tahun emoticon-Blue Guy Bata (L)
dolar naik elit oposisi dobel untung
ada bahan mencaci jokowi plus untung dari jual dolar
nasbung tetap menderita
Gw baru tahu arti kata sitir itu

si·tir v, me·nyi·tir v menyebut atau menulis kembali kata-kata yang telah disebut (ditulis) orang lain; mengutip:
emoticon-Leh Uga
apa salahnya kalo om perry ngomong begitu ?
ga masalah kan
pemakan riba ngomongin ayat hahaha
mabok comberan
lho kok nujunya ke kitab suci ? emoticon-Smilie
yg dikutip kisahnya nabi yusuf
negara mayoritas islam

tapi umat muslimnya paranoid dgn ayat2 alquran emoticon-Marah



nasbung mode on
Diubah oleh ferdianto.reto
oww gitu ya
gubenur bi ternyata kualitas rijek


Quote:


emoticon-Shakehand2
wah Gubernur BI seorang nasbung ternyata emoticon-Bata (S)

minta dikriminalisasi, minta dibikin chat mesum sama firza, emoticon-Mad
bawa2 nama Tuhan dibalik kebodohan utk pembenaran di sistem riba emoticon-Wakaka
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di