alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Prof Suteki: Sudah 24 Tahun Saya Mengajar Pancasila, Kok Dibilang Anti-NKRI
4.33 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b193764c1d770185c8b4567/prof-suteki-sudah-24-tahun-saya-mengajar-pancasila-kok-dibilang-anti-nkri

Prof Suteki: Sudah 24 Tahun Saya Mengajar Pancasila, Kok Dibilang Anti-NKRI

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang Prof Suteki berharap sidang etik terkait dengan dirinya yang dilakukan Dewan Kehormatan Kode Etik (DKKE) berjalan fair.
“Saya berharap ini berjalan fair. Jangan karena masalah ini, ekspresi saya ini, seolah puluhan tahun yang sudah saya kerjakan tidak berarti sama sekali,” kata Profesor Suteki, seperti dikutip Antara, Rabu (24/5).

Hal tersebut diungkapkannya menanggapi pemberitaan mengenai unggahan-unggahannya di media sosial (Medsos) yang viral dan ditafsirkan sebagai bentuk dukungan terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Diakuinya, Undip melalui Dewan Kehormatan Kode Etik (DKKE) menggelar sidang etik terkait permasalahan tersebut, tetapi Suteki belum mengetahui perkembangan, termasuk hasil sidang etik itu.
Suteki mengatakan, siap mengikuti prosedur yang dilakukan Undip, termasuk sidang etik tersebut supaya tidak menjadi “bola liar” karena banyak pemberitaan yang menyudutkannya.

“Bahkan, sudah membunuh karakter saya sebagai dosen Pancasila karena saya dikatakan anti-Pancasila, anti-NKRI, dan sebagainya. Saya ini sudah 24 tahun mengajar Pancasila,” ungkapnya. Sebagai pengajar Pancasila di Undip, termasuk mengajar juga di Akademi Kepolisian RI, kata dia, ketika berbicara tentang persatuan Indonesia pastinya ngomong tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Bagaimana kesatuan dibentuk, apa bedanya persatuan dan kesatuan. Yang tentunya dengan teori dan konsep yang dibangun menjelaskan bahwa `we are one Indonesia`,” tegasnya.

Apa yang dituangkannya di Medsos, kata dia, merupakan ekspresinya sebagai orang hukum, seorang muslim, dan kebetulan mengerti dan memahami kondisi negara ini, serta tidak bermaksud anti-Pancasila dan anti-NKRI.
“Kalau tidak percaya coba ditanya anak-anak didik saya. Apakah pernah saya mengajari anti-NKRI Anti-Pancasila? Bagaimana mungkin pengajar Pancasila, kemudian mengatakan kamu jangan Pancasilais” katanya.

Bahkan, sosok kelahiran Sragen, Jawa Tengah, itu ketika masuk di Undip sebagai mahasiswa menjadi juara pertama Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

“Unggahan itu ekspresi seseorang yang menyatakan begini begitu, tetapi bisa dipertanggungjawabkan. Tolong lihat sisi ilmiahnya. Jangan semua dipolitisasi, dikatakan serba ekstrem, anti ini, dan sebagainya,” katanya.

Terkait soal khilafah yang dipersoalkan karena unggahannya di Medsos, Suteki menegaskan, Pancasila tidak bisa dibandingkan dengan khilafah. “Khilafah itu sistem pemerintahan Islam. Dasarnya, tentu Alquran dan hadis, kemudian turun lagi ijtihad ulama dan sebagainya. Jadi, bukan paham, bukan ideologi,” kata Suteki.

Di akun Facebook-nya, Suteki sempat mem-“posting” komentar yang arahnya diduga membela Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ketika ormas itu dibubarkan oleh Pemerintah, termasuk ketika terjadi rentetan aksi terorisme belakangan.

Kalau khilafah disejajarkan dengan demokrasi, menurut dia, baru bisa karena “apple to apple”, sementara jika khilafah di-“track” dengan Pancasila jelas tidak “matching” atau tidak pas.
Pancasila, kata Suteki, adalah ideologi yang turunnya ke demokrasi Pancasila sehingga jika kemudian sistem demokrasi Pancasila yang dibandingkan dengan khilafah baru sejajar.

“Ideologi itu, Islam, komunisme, liberalisme, dan sebagainya. Kalau khilafah itu sistem pemerintahan berdasarkan kedaulatan umat, sementara demokrasi Pancasila berdasarkan kedaulatan rakyat,” jelasnya.

Suteki yang pernah diundang HTI sebagai saksi ahli saat sidang gugatan pencabutan badan hukum HTI menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang paling detail mengatur sistem pemerintahan.
“Saya kira HTI juga memahaminya (khilafah, red.) sebagai sistem pemerintahan, bukan ideologi. Saya akui bahwa khilafah itu ajaran Islam. Kalau ajaran Islam itu ada, berarti boleh dipelajari,” katanya.

Kalau kemudian boleh mempelajari khilafah sebagai sistem pemerintahan Islam, lanjut dia, mestinya mempelajari dan mendakwahkan ajaran Islam itu tidak boleh dilarang atau dikriminalkan.
Suteki menyebutkan fakta sejarah mencatat bahwa khilafah Islam pernah ada mulai masa Khulafaur Rosyidin hingga 1924 yang juga dipelajari anak-anak di sekolah, termasuk di buku-buku Fikih.

“Kalau untuk menerapkannya (khilafah,red.), jelas tidak bisa karena negara sudah menerapkan demokrasi seperti sekarang ini. Bagaimana memaksakannya. Tetapi, bahwa khilafah itu benar bagian dari ajaran Islam,” ungkapnya.
Sebagaimana diwartakan, Undip berencana menggelar sidang etik DKKE terhadap staf pengajarnya yang diduga mendukung HTI lewat unggahan-unggahannya di medsos, salah satunya Prof Suteki.

http://panjinasional.net/2018/06/05/prof-suteki-sudah-24-tahun-saya-mengajar-pancasila-kok-dibilang-anti-nkri/

Bisa gitu ya
Halaman 1 dari 7
sedikit saja anda kelihatan mendukung gerakan yang dianggap oleh rejim zalim ini otomatis melekat

anti NKRI

anti kebinekaan

anti pancasila

dan lain lain

emoticon-Traveller
Dari namanya keliatannya ini professor ganteng banget nohomo emoticon-Leh Uga
gw gak peduli
lu sedikt aja nyerempet khifalah

berangkat lu langsung

apalagi kalo bidang lu tu ngajarin pancasila


berangkat !!!!
gak usah dengerin propaganda rejim cebong rejim lucu2an prof
coba tanya itu sama mak lampir sbg Ketua Dewan Pengarah BPIP
bagaimana pengamalan sila ke-5 selama ini di rejim kodok? emoticon-Mad
pendukung khiilafuck = pemberontak NKRI

Cyduk saja kirim ke camp kerja paksa

emoticon-army
Diubah oleh ontapesek
ga sejalan.di rezim.ini di.tuduh macem2

memang brengsek.nih rezim

semoga ke ganti biar para nastaik bunuh diri massal n.gue orang pertama yg tertawa emoticon-Big Grin
kalau lu dianggap gak mendukung HTI, apa mungkin lu diundang untuk meringankan HTI ?
Cow protocol
Logikanya kebalik si teki ini. Harusnya begini:

Ngaku pancasilais tp kok bela HTI?

Guru besar tapi bodoh.
Yg ngajar pancasila 24 tahun kalah sama yg koar" di medsos paling pancasila. Butir" pancasila aja belom tentu tau.
Muter-muter

Gua yakin orang ini setuju khilafah di Indonesia :sudahkuduga
Double agent emoticon-Matabelo
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 03
Maap maap nih pak.. ini akibat dr UU baru dan BPIP pak.. smua yg nentuin Pancasilain atau bukan skrg Istana..

Jd ati2 aja skrg ngomong atau sekedar bahas mengenai hal2 yg diluar pancasilais, bs2 lgs diciduk dibilang anti NKRI.
Quote:


bener ente gan, padahal yg dipaparkan beliau itu bener, perbedaan pancasila dan khilafah, ga ada salahnya padahal, langsung di bilang anti pancasila, jangan2 ane komen kaya gini dibilang ga pancasila juga
Quote:


Klo cita2nya mendirikan khilafah di indonesia itu bukan perbedaan yg sedikit tong. Dasar kerbau.
Bersebrangan dengan Jokowi = Anti pancasila dan anti NKRI

Kalo mau diakui sebagai pro NKRI, anda sebaiknya masuk jadi kader PDIP, atau minimal puja puji jokowi, itu saja.

[Pembunuh]

P:Sudah 30 Tahun saya hidup gk pernah bunuh orang, cuma 1x ini saja
P:Kok saya dibilang anti-kehidupan?
Ngajar pancasila 24 tahun, di cap anti NKRI
Sementara ketua partai preman, ongkang-ongkang kaki dapet 112jt per bulan dari hasil jualan pancasila, padahal gak tau apa2 tentang pancasila


emoticon-Traveller
mungkin perlu di bimbing bpip nih kali yakemoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 7


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di