alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Survei: 40 Persen Perusahaan Ojek Daring Tak Mendeteksi Order Fiktif
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1922fc1cbfaaa0448b4576/survei-40-persen-perusahaan-ojek-daring-tak-mendeteksi-order-fiktif

Survei: 40 Persen Perusahaan Ojek Daring Tak Mendeteksi Order Fiktif

Survei: 40 Persen Perusahaan Ojek Daring Tak Mendeteksi Order Fiktif

Jakarta, IDN Times - Perusahaan aplikasi ojek daring diminta untuk meningkatkan sistem keamanan. Sebab, tak sedikit mitra pengemudi yang dirugikan akibat maraknya order fiktif. Hal itu menimbulkan persaingan tak sehat di antara para mitra pengemudi.


1. Sebanyak 39 persen pengemudi daring percaya perusahaan aplikasi tak mendeteksi order fiktif
Survei: 40 Persen Perusahaan Ojek Daring Tak Mendeteksi Order Fiktif
Direktur Program Institute for Development of Economics and finance (Indef) Berly Martawardaya mengatakan, 4 dari 10 mitra pengemudi atau 39 persen percaya, perusahaan aplikasi tidak mendeteksi fenomena order fiktif di lapangan.

"Tanggung jawab harusnya diemban oleh penyedia aplikasi ride-hailing, untuk memberlakukan sistem keamanan yang lebih ketat untuk melawan tindakan curang. Para mitra pengemudi juga sependapat," ujar Berly di Jakarta, Kamis (7/6).


2. Aplikasi Go-Jek menghasilkan order fiktif terbanyak
Survei: 40 Persen Perusahaan Ojek Daring Tak Mendeteksi Order Fiktif
Ketika dijabarkan berdasarkan perusahaan aplikasi, lanjut Berly, mitra pengemudi Go-Jek menunjukkan tingkat kepercayaan lebih rendah kepada platform tempat mereka bernaung.

Sebab, hampir setengah dari mitra pengemudi Go-Jek (46 persen) menyatakan perusahaan tidak mengetahui atau mengetahui, tetapi membiarkan praktik tindakan curang. Sementara, angka ketidakpercayaan untuk Grab juga cukup tinggi yaitu 30 persen dari mitra pengemudi.

"Hasil survei Indef juga menunjukkan 42 persen mitra pengemudi percaya bahwa Go-Jek adalah platform dengan order fiktif paling banyak terjadi. Sementara, 28 persen mitra pengemudi mengatakan bahwa di Grab lah order fiktif lebih banyak terjadi," kata Berly.


3. Perusahaan aplikasi harus melawan tindakan curang
Survei: 40 Persen Perusahaan Ojek Daring Tak Mendeteksi Order Fiktif
Menurut Berly, sangat krusial bagi mitra pengemudi dan perusahaan ojek daring untuk bekerja sama dalam melawan tindakan curang ini.

"Perusahaan harus mengembangkan teknologi yang dapat mendeteksi tindakan curang secara real-time. Perusahaan juga harus menjatuhkan hukuman seberat-beratnya untuk mitra pengemudi yang ketahuan melakukan tindakan curang," kata dia.

Berly menilai, tindak curang dan kriminalitas telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekonomi digital di segala sektor, seperti click farms di teknologi periklanan (ads), dan sektor teknologi yang terjangkit masalah keamanan.

Namun, kata dia, tindakan curang di sektor ride-hailing sangat jarang disorot. Padahal, sektor ekonomi digital tersebut paling pesat perkembangannya.

Atas dasar itulah, Indef melakukan survei terkait order fiktif aplikasi ojek daring. Survei tersebut melibatkan 516 mitra pengemudi (roda dua dan roda empat) dua perusahaan ride-hailing terbesar, Go-Jek dan Grab pada 16 April-16 Mei 2018 di Jakarta, Bogor, Semarang, Bandung, dan Yogyakarta. Metode survei yang digunakan adalah non-probability atau convinient sampling.


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Survei: 40 Persen Perusahaan Ojek Daring Tak Mendeteksi Order Fiktif Dua Pejabat Kena OTT, Soekarwo Minta Aparatur Tiru Belgia

- Survei: 40 Persen Perusahaan Ojek Daring Tak Mendeteksi Order Fiktif 11 Meme THR yang Bikin Tawamu Langsung Pecah

- Survei: 40 Persen Perusahaan Ojek Daring Tak Mendeteksi Order Fiktif Rampung Perbaikan, Soekarwo Buka Jembatan Widang

Urutan Terlama
selamat lah ya kaskus dan idntimes sudah berhasil menarik gue kesini dan nambahin pageview berkat judulnya yang sangat menipu dan informasinya yang cenderung tidak berguna emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
paan sih emoticon-Frown


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di