alexa-tracking

Gelombang pemulangan TKI tak berdokumen dari Malaysia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1905e49e7404290d8b4568/gelombang-pemulangan-tki-tak-berdokumen-dari-malaysia
Gelombang pemulangan TKI tak berdokumen dari Malaysia
Gelombang pemulangan TKI tak berdokumen dari Malaysia
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) menunggu pendataan oleh petugas BP3TKI saat tiba di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Minggu (27/5/2018).
Ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) tak berdokumen lengkap di Malaysia dipulangkan, Rabu (6/6/2018).

Keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memaparkan, sebanyak 222 pekerja migran dideportasi melalui jalur perairan Sumatra dari Pelabuhan Pasir Gudang dan Pelabuhan Stulang Laut, Johor, Malaysia.

Ada juga 182 pekerja migran lainnya yang dipulangkan melalui jalur udara dengan penerbangan Lion Air dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia menuju Jakarta.

Dari keseluruhan jumlah pekerja migran yang dipulangkan, sebanyak 392 di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.

Setelah tiba di Indonesia, mereka akan ditangani dan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing melalui koordinasi Badan Nasional Penempatan dan Penanggulangan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Menurut Kemenlu, kebanyakan pekerja migran yang dipulangkan itu berasal dari Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

“Rasanya ada alasan kemanusiaan yang mendesak buat pemerintah untuk memfasilitasi pemulangan mereka, khususnya perempuan dan anak-anak,” ujar Rusdi Kirana, Duta Besar RI di Kuala Lumpur.

Gelombang pemulangan pekerja migran yang dideportasi dari Malaysia bukan yang pertama pada tahun ini.

Sepekan sebelumnya, sebanyak 118 pekerja migran Indonesia yang juga tak berdokumen lengkap dipulangkan ke Indonesia dari Sarawak, Malaysia. Mereka dipulangkan menggunakan tiga bus melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Namun dari jumlah itu, empat di antaranya ada yang direpatriasi oleh pemerintah Malaysia. Repatriasi merupakan pemulangan pekerja migran yang berdokumen lengkap namun bermasalah melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Laporan Okezone (Minggu, 27 Mei 2018) menyebutkan, para TKI yang dideportasi itu dibawa dari Depot Imigresen Bekenu, Sarawak, yang berada di bagian utara Malaysia.

Persis dua hari sebelumnya, sebanyak 45 pekerja migran juga dideportasi dari Malaysia melalui Depot Imigresen Semuja, Serian, Sarawak.

Data yang dimiliki Kemenlu memperkirakan ada 27.842 pekerja migran Indonesia yang dideportasi pada 2016. Begitu juga 17.153 pekerja migran mengalami deportasi pada semester I/2017.

“Kedua negara harus bersama-sama mencari terobosan terhadap situasi ini. Supaya keberadaan TKI di Malaysia memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan di kedua negara,” sambung Rusdi.

Di sisi lain, persoalan internal yang terjadi di Malaysia membuat negara itu tak lagi memfasilitasi kepulangan pekerja migran yang tak berizin itu.

Akibatnya hingga akhir Mei 2018, diperkirakan ada sekitar 3.000 pekerja migran pelanggar keimigrasian yang diatahan Malaysia di 13 rumah detensi di sepanjang wilayah Semenanjung.

Data BNP2TKI tahun 2016 menunjukkan Malaysia adalah negara penempatan pekerja migran (legal) asal Indonesia terbanyak. Jumlahnya mencapai 87.616 orang, disusul Taiwan sebanyak 77.087 orang, Singapura 17.700 orang, Hong Kong 14.434 orang, dan Arab Saudi sebanyak 13.538 orang.

Sayangnya, masih dari data yang sama, Malaysia juga menjadi negara dengan aduan masalah pekerja migran Indonesia terbanyak.

Pada 2016, sebanyak 1.535 aduan datang dari Negeri Jiran itu. Aduan kedua terbanyak berasal dari Arab Saudi dengan jumlah mencapai 1.145, disusul Taiwan dengan 442 pengaduan, Uni Emirat Arab dengan 314 pengaduan, dan Singapura dengan 204 aduan.

Masalah yang menjadi pengaduan beragam. Mulai dari gaji tidak dibayar, sakit, ingin dipulangkan, pekerjaan tidak sesuai perjanjian, pemutusan hubungan kerja, tak berdokumen lengkap, dalam tahanan/proses tahanan, hingga kekerasan dari majikan.

Kasus kekerasan di Malaysia yang paling baru terjadi menimpa 34 pekerja migran asal NTT. Puluhan buruh itu dilaporkan meninggal dunia karena beragam alasan; sakit, tenggelam, dibunuh, kecelakaan kerja, disiksa, digigit ular, dan lainnya.

Sekretaris Utama BNP2TKI, Hermono dalam KOMPAS.com mengatakan, masalah utama pekerja migran asal NTT adalah kebanyakannya berangkat tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Pada tahun 2016, dari 46 pekerja migran yang dilaporkan meninggal dunia, hanya empat saja yang memiliki dokumen resmi. Begitu juga pada 2017, dari 62 pekerja migran yang meninggal dunia hanya satu yang legal.
Gelombang pemulangan TKI tak berdokumen dari Malaysia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-dari-malaysia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Gelombang pemulangan TKI tak berdokumen dari Malaysia Sebagian besar sektor menghijau, IHSG ditutup naik

- Gelombang pemulangan TKI tak berdokumen dari Malaysia Kinerja cemerlang BUMN karya pada kuartal pertama 2018

- Gelombang pemulangan TKI tak berdokumen dari Malaysia Pemprov DKI segel bangunan di Pulau D hasil reklamasi