alexa-tracking

Amnesty: Koalisi Pimpinan Amerika Lakukan ‘Kejahatan Perang Potensial’ di Suriah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b18d9ecd9d77069528b4567/amnesty-koalisi-pimpinan-amerika-lakukan-kejahatan-perang-potensial-di-suriah
Amnesty: Koalisi Pimpinan Amerika Lakukan ‘Kejahatan Perang Potensial’ di Suriah
Peneliti Amnesty International melakukan perjalanan ke kota yang hancur di Suriah pada bulan Februari dan menghabiskan dua minggu mengunjungi 42 situs penyerangan udara oleh koalisi tersebut, mewawancarai 112 saksi dan korban. Penyelidikan itu, yang juga menganalisis citra satelit dan materi lain yang tersedia secara publik, mengungkap bahwa koalisi itu menembakkan sejumlah besar senjata peledak yang tidak presisi di daerah-daerah berpenduduk.

Kampanye militer pimpinan AS untuk mengusir kelompok ISIS dari kota Raqa di Suriah pada tahun 2017 menewaskan ratusan warga sipil dalam pengeboman yang sembarangan, yang kemungkinan merupakan kejahatan perang, Amnesty International mengatakan pada hari Selasa (5/6).
Operasi militer tersebut gagal untuk “mempertimbangkan” warga sipil dan melakukan “pencegahan yang perlu untuk meminimalisir bahaya” terhadap mereka yang ada di kota tersebut, yang telah dinyatakan IS sebagai ibukota de facto-nya di Suriah, kelompok hak asasi manusia mengatakan dalam sebuah laporan.

“Koalisi tersebut mengklaim bahwa kampanye udara yang presisi memungkinkan mereka untuk mengebom IS agar keluar dari Raqa dengan menyebabkan sangat sedikit korban sipil, klaim tersebut perlu diperiksa,” kata laporan itu.
“Serangan koalisi yang terperinci dalam laporan ini tampak tidak proporsional atau tidak pandang bulu atau bahkan keduanya dan dengan demikian merupakan potensi kejahatan perang yang tidak sah.”
Amerika Serikat memimpin kampanye militer yang berlangsung selama empat bulan tersebut yang mana termasuk serangan udara dari bulan Juni tahun lalu, yang dijuluki “perang pembinasaan” oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) James Mattis, untuk membebaskan Raqa dari kontrol IS.
Peneliti Amnesty melakukan perjalanan ke kota yang hancur pada bulan Februari dan menghabiskan dua minggu mengunjungi 42 situs penyerangan udara oleh koalisi tersebut, mewawancarai 112 saksi dan korban.
Laporan—”‘Perang Pembinasaan’: Banyaknya Korban Penduduk Sipil, Raqa—Suriah”—merinci pengalaman empat keluarga “yang kasusnya menggambarkan contoh yang lebih luas.”
Di antara mereka, mereka kehilangan 90 keluarga dan tetangga—39 dari hanya satu keluarga—hampir semuanya merupakan korban dari serangan udara koalisi, menurut Amnesti

“Kasus-kasus tersebut memberikan bukti prima facie (sah sampai terbukti sebaliknya) bahwa beberapa serangan koalisi yang menewaskan dan melukai warga sipil melanggar hukum humaniter internasional,” kata laporan itu.
Penyelidikan itu, yang juga menganalisis citra satelit dan materi lain yang tersedia secara publik, mengungkap bahwa koalisi itu menembakkan sejumlah besar senjata peledak yang tidak presisi di daerah-daerah berpenduduk.
Amnesty telah menulis kepada para pejabat pertahanan di Amerika Serikat, Inggris dan Prancis—yang pasukannya melakukan serangan udara atas Raqa—mencari informasi tambahan tentang kasus-kasus ini dan tentang serangan lainnya, katanya.

“Ketika begitu banyak warga sipil tewas dalam serangan demi serangan, jelas ada sesuatu yang salah, dan yang membuat tragedi ini lebih buruk, insiden-insiden itu belum diselidiki sampai beberapa bulan kemudian,” kata Donatella Rovera, penasihat senior penasehat krisis Amnesti. “Para korban berhak mendapatkan keadilan.”
Juru bicara koalisi Kolonel Angkatan Darat AS Sean Ryan mengatakan kepada Pers Asosiasi Inggris bahwa direktur Amnesti Internasional Inggris Kate Allen harus “meninggalkan kenyamanan Inggris” dan melakukan perjalanan ke Irak dan Suriah untuk melihat bagaimana pasukan koalisi “melawan musuh yang tidak mematuhi hukum, norma, atau kepedulian manusia.”
Dia menegaskan bahwa koalisi tersebut membuat “upaya yang sungguh-sungguh” dalam menilai tuduhan korban sipil dan “kematian atau luka non-militan adalah tragedi.”
Seorang juru bicara kementerian pertahanan Inggris mengatakan bahwa mereka telah “terbuka dan transparan” atas hampir 1.700 penyerangan Suriah.
“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk meminimalkan risiko terhadap kehidupan warga sipil,” tambahnya. “Kita harus menerima bahwa ada risiko korban sipil yang tidak disengaja.”

https://www.matamatapolitik.com/ames...ial-di-suriah/
sampai skrg amerika (barat) belum mampu gulingkan pemerintahan assad di suriah
karena ada rusia
×