alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Trump Kembali Adakan Tradisi Buka Puasa Bersama di Gedung Putih
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b18ce05dc06bdde328b4567/trump-kembali-adakan-tradisi-buka-puasa-bersama-di-gedung-putih

Trump Kembali Adakan Tradisi Buka Puasa Bersama di Gedung Putih

Trump kembali menghidupkan tradisi buka puasa bersama di Gedung Putih, untuk menandai berakhirnya Ramadan, yang sebelumnya dia hentikan pada tahun lalu. Tetapi terlepas dari titik balik tersebut, Muslim Amerika hampir tidak memiliki antusiasme untuk berbuka puasa bersama Presiden AS itu.

Oleh: Sabrina Siddiqui (The Guardian)

Seiring Donald Trump menyelenggarakan makan malam buka puasa Gedung Putih sebagai presiden pada Rabu (6/6) untuk menandai bulan suci Ramadhan, umat Muslim di ibu kota negara tersebut akan mengadakan acara tandingan hanya beberapa langkah dari Gedung Putih.

Kurangnya antusiasme di kalangan Muslim Amerika atas keputusan Trump yang tidak terduga untuk mengadakan buka puasa bersama di Gedung Putih, menggarisbawahi pertikaian masyarakat dengan Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut.

Kelompok-kelompok Muslim utama di Washington yang menghadiri acara buka bersama yang sama pada pemerintahan sebelumnya mengatakan, bahwa penargetan terus menerus terhadap Islam dan para pengikutnya, membuat keterlibatan dengan pemerintahannya menjadi sia-sia—atau bahkan tugas yang tidak mungkin—mengingat sejarah komentar-komentar panas presiden tersebut tentang umat Islam.

“Saya tidak akan mengantisipasi bahwa organisasi atau pemimpin Muslim Amerika yang kredibel akan diundang atau disetujui untuk hadir, mengingat posisi dan kebijakan Islamofobia dan supremasi kulit putih pemerintah,” kata Ibrahim Hooper, juru bicara Dewan Hubungan Islam Amerika.

“Selalu ada argumen bahwa lebih baik berada bersama-sama di meja… tetapi semakin sulit untuk mewujudkannya.”

Tahun lalu, Trump mengakhiri beberapa dekade tradisi Gedung Putih, dengan tidak menghadiri makan malam buka puasa bersama tahunan—tradisi bipartisan yang secara resmi dimulai oleh Bill Clinton pada tahun 1990-an, tetapi memiliki akar konseptual sejak jauh sebelum Thomas Jefferson pada tahun 1805.

Ketika Gedung Putih mengkonfirmasi pada awal pekan ini bahwa Trump akan, pada kenyataannya, menggelar acara tersebut tahun ini, sebagian besar organisasi sipil Muslim terkejut. Gedung Putih menolak untuk memberikan daftar hadir ketika dihubungi oleh The Guardian, meskipun sekretaris pers, Sarah Sanders, mengatakan sekitar 30 hingga 40 tamu diharapkan hadir.

Para pemimpin dan pendukung Muslim yang biasanya berada dalam daftar tamu pada beberapa tahun yang lalu, mengatakan bahwa mereka tidak diundang dan hanya mengetahui rencana Trump untuk mengadakan makan malam melalui laporan pers.

“Belum ada keterlibatan nyata, tidak ada upaya nyata untuk bahkan mengundang anggota komunitas agama kami, untuk melakukan percakapan dengan Gedung Putih atau pemerintahan,” kata Hoda Hawa, direktur kebijakan dan advokasi di Muslim Public Affairs Council (MPAC).

MPAC—yang bekerja untuk mempromosikan kebijakan pro-Muslim di pemerintahan dan mengangkat suara Muslim di berbagai industri—tidak diundang oleh Gedung Putih Trump, meskipun memiliki perwakilan dalam acara buka puasa itu di bawah pemerintahan sebelumnya. Terlepas dari penghinaan itu, Hawa mengatakan bahwa dia tidak dapat memperkirakan suatu skenario di mana kelompok itu akan merasa pantas untuk hadir di bawah presiden saat ini.

“Politiknya telah menunjukkan kepada kami—tidak hanya sebagai Muslim tetapi sebagai rakyat Amerika—bahwa dia adalah presiden dan seseorang yang tidak menghargai kontribusi Muslim untuk Amerika,” katanya.

Bagi umat Islam di seluruh Amerika, luka-luka retorika Trump yang tidak bersahabat terhadap umat Islam, baik sebagai kandidat maupun sejak menjabat, masih sangat terasa.

Hampir tidak ada yang bersedia melupakan janji Trump selama kampanye 2016 untuk melarang semua Muslim memasuki AS, atau godaannya dengan gagasan pendaftaran Muslim. Kemudian, Trump yang saat itu menjadi kandidat, dengan kejam menyatakan “Islam membenci kita”, dengan tuduhan palsu bahwa umat Islam merayakan di atas atap New Jersey setelah serangan teroris 11 September, dan mengkritik Barack Obama karena mengunjungi sebuah masjid.

Bobot kepresidenan telah berbuat banyak untuk mengekang sikap antagonis Trump terhadap umat Islam.

Dalam salah satu aksi pertamanya dari Kantor Oval, Trump memberlakukan larangan bepergian terhadap beberapa negara mayoritas Muslim, dan tanpa batas menghentikan program pengungsi AS. Beberapa pengulangan kebijakan sejak itu telah terperosok oleh tantangan hukum, di mana nasib terakhirnya menghadapi keputusan segera oleh Mahkamah Agung.

Pada bulan November, Trump menarik kecaman luas karena me-retweet serangkaian video anti-Muslim dari kelompok ultranasionalis sayap kanan Britain First. Dia juga telah menunjuk sejumlah pejabat dalam pemerintahannya yang memiliki catatan yang diketahui membuat pernyataan menghina tentang Muslim atau Islam.

Pekan lalu, John Bolton—penasihat keamanan nasional Trump—menarik perhatian karena menunjuk kepala staf baru yang sebelumnya bekerja untuk wadah pemikir yang mempromosikan propaganda anti-Muslim.

“Ini bukan pemerintahan untuk Anda terlibat, ini adalah pemerintahan untuk Anda bertahan hidup di bawahnya, dan bekerja menuju masa depan,” kata Linda Sarsour, seorang aktivis Muslim Amerika terkemuka dan pendiri MPower Change—organisasi keadilan sosial dan rasial yang dipimpin Muslim.

Dampak retorika Trump tentang komunitas kulit berwarna bergabung dengan acara lain yang akan berlangsung di Gedung Putih pada minggu ini: perayaan Philadelphia Eagles, tim kejuaraan Super Bowl 2018.

Serangan-serangan presiden tersebut terhadap atlet-atlet yang didominasi kulit hitam, yang berlutut selama lagu kebangsaan, sebagai bagian dari upaya untuk menarik perhatian terhadap kebrutalan polisi dan peradilan pidana, telah menyebabkan banyak pemain memboikot acara di Gedung Putih. Ketika menjadi jelas bahwa beberapa anggota Eagles merencanakan untuk melakukan hal yang sama, Trump tiba-tiba menarik undangan kepada seluruh tim.

Buka puasa bersama di Gedung Putih belum pernah tanpa kontroversi sebelumnya. Sebuah kontingen Muslim menganjurkan memboikot acara tersebut selama beberapa tahun pemerintahan Obama, mengutip perluasan pemerintahannya terhadap serangan pesawat tanpa awak, mata-mata domestik, dan dukungan untuk Israel selama krisis tahun 2014 di Jalur Gaza.

Walau kelompok-kelompok Muslim mempertahankan bahwa kekhawatiran seperti itu valid, namun membandingkannya dengan keadaan di mana komunitas tersebut berada saat ini, seperti membandingkan siang dan malam.

“Ya, kami tidak setuju dengan Obama pada banyak kebijakan, tetapi masih ada kesempatan untuk terlibat,” kata Sarsour.

“Saat ini, dari sudut pandang saya sebagai seseorang yang memiliki ikatan sangat kuat dengan komunitas Muslim arus utama, tidak ada dua pihak. Tidak ada yang harus menghadiri buka puasa bersama pemerintahan saat ini.”

Sumber
Diubah oleh matamatapolitik
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Pemindahan kedutaan AS ke yerusalem ditukar dengan makan gratis
Hah?
Trump yang presiden kapir Amerika Serikat?
Kok bisa ada buka puasa buat Muslim di sana?
Kok bisa ada kaum Muslim tinggal di bawah kepemimpinan negeri kapir?

OH IYA LUPA.
Kan #bohongpakaiayat #pea212
Diubah oleh Logia
trus kapan laskar diundang bukber trump ? emoticon-Mad (S)



bos nya ajah gak mau makan bareng laskar emoticon-Cape d...
Trump Kembali Adakan Tradisi Buka Puasa Bersama di Gedung Putih
Diubah oleh wirocx
Pemindahan kedutaan AS ke yerusalem ditukar dengan makan gratis
luar biasa kawan zongo
sempat dihentikan tahun lalu ,sekarang di buka lagi buat cari simpatisan emoticon-Leh Uga
pak trump,undang habib rijik dong emoticon-Leh Uga
hal yang sama gak bakal terjadi pada non-muslim di negara yang dikuasai khilafah emoticon-Tai:
Quote:


Minum kokakola emoticon-DP
Trump Islamophobia emoticon-Mad
Loh kok ga ada yang mau?
Quote:


Kok bisa ada kristen kapir tinggal dibawah kepemimpian muslim di Indonesia?

Ya bisa donk, mayoritas di Indonesia muslim, masa pemimpinnya kapir? Chaos dunia. Sama seperti US mayoritas kristen, masa mau dipimpin presiden muslim? Gk mungkin tong..

Oh iya jgn mau dobohongi ama ruko pembenci islam, tp ngemis suara umat islam.

emoticon-I Love Kaskus
Kalo disini ,mirip banget ama Gabener yg rasis padahal dia juga non pribumi emoticon-Leh Uga
ntar netizen sama auto nastak/nasbung
Quote:


Bln puasa ngomongin aib, ghibah goodbener yg msh sholat, muslim. Situ puasa kagak?
amerika dibawah kepemimpinan trump semakin tak tau diri, bila melihat sejarahnya amerika bisa merdeka serta menjadi negara adidaya seperti sekarang semua itu merupakan peran serta perjuangan umat muslim pada masanya namun sekarang tidak dianggap malah dibenci.
sungguh biadab sekali emoticon-Smilie
Apa negara mayoritas muslim dapat melakukan sebaliknya?

Quote:


Jd ente anggap presiden indonesia gk ngormatin ibadah non muslim dimari? Gusdur malah pernah dibaptis di gereja, jg pendiri simon peres yayasan israel sampe keblinger toleransinya ama kaum ruko tapir. Noh... Raja wahabi dulu malah sampe make kalung salib. Toleransi itu perlu dan ada batasannya gk harus sampe extrim jg.
Diubah oleh merakbal.ente
Quote:


balik china aja luh tong kalo cuma mau rusuh
Quote:


yg diundang juga trumphobia.emoticon-Stick Out Tongue
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di