alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Buya Syafii Maarif Ungkap Penyebab Sulitnya Membumikan Pancasila
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b187cde925233a7598b4567/buya-syafii-maarif-ungkap-penyebab-sulitnya-membumikan-pancasila

Buya Syafii Maarif Ungkap Penyebab Sulitnya Membumikan Pancasila



TEMPO.CO, Yogyakarta - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Ahmad Syafii Maarif menuturkan ada kesulitan mendasar yang membuat nilai-nilai Pancasila kadang masih sulit diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

“Terutama sejak orde baru tumbang, Pancasila ini semakin tidak terperhatikan lagi,” kata Buya Syafii Maarif di sela kegiatan Festival Pancasila yang digelar di Universitas Negeri Yogyakarta pada Rabu, 6 Juni 2018.

Buya menuturkan Pancasila yang disahkan sebagai dasar negara Indonesia sejak 18 Agustus 1945 oleh Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) itu, nilai-nilainya sebenarnya telah terimplikasi melalui setiap undang-undang yang diciptakan pemerintah Indonesia.

Hanya saja, menurut Buya, gaung Pancasila itu kemudian surut ketika sila kelima tentang keadilan sosial yang notabene satu paket dengan pasal 33 Undang-undang Dasar 1945, belum begitu terlihat hasilnya setelah 72 tahun merdeka. "Belum terlihatnya penerapan sistem perekonomian yang berkeadilan sosial itu," kata Buya.

Menurut dia, ada berbagai sebab. Misalnya Pancasila hanya jadi jargon kekuasaan di masa lalu namun kosong dalam penerapannya. Dengan kata lain, Buya menilai negara tak serius membumikan Pancasila khususnya sila kelima sehingga masyarakat cenderung kelelahan terus menerus menerima doktrin Pancasila itu. “Dulu terjadi pecah kongsi antara kata dan perilaku dalam menerapkan Pancasila,” ujarnya.

Baca: Refly Harun: Hari Lahir Pancasila 18 Agustus 1945 Bukan 1 Juni

Buya yang juga mantan Ketua PP Muhammadiyah itu juga menjelaskan sulitnya implementasi sila kelima Pancasila itu karena hal lain. Indonesia mengidealkan penerapan sistem perekonomian Pancasila demi mencapai sebuah kondisi perekonomian yang berkeadilan sosial. Namun persoalannya, Indonesia sudah terlanjur menganut sistem perekonomian liberal sejak era Orde Baru.

Saat Indonesia menganut sistem ekonomi liberal ini, kata Buya, sekelompok orang dengan modal besar pun bebas menguasai berbagai aset sumber daya startegis yang mendorong makin tingginya jurang ketimpangan.

Buya mengatakan ketika segelintir orang menguasai kekayaan negara itulah, maka salah satu dampaknya tak lain gerakan radikal lebih gampang digerakkan dan bertumbuh subur dengan tawaran mimpi kesejahteraan. "Tugas pemerintah baik pusat dan daerah menjaga bagaimana agar distribusi perekonomian untuk mencapai keadilan itu terwujud," ujarnya.

https://nasional.tempo.co/read/1096128/buya-syafii-maarif-ungkap-penyebab-sulitnya-membumikan-pancasila

Kini ane paham knp the guardian of the Pancasila dpt penghasilan diatas 100juta, tugasnya sungguh amat sangat BERATemoticon-Big Grin
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
harusnya kan tugas kemendikbud suruh aja aktifin lagi p4 pelajaran PMP ato PPKN bukan cuman PKN
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia ya subsidi lah jawaban nya..

Ekonomi liberal ya sesuatu yg mesti terjadi.. kalo nggak dari mana modal untuk menggerakkan perekonomian?

Kalo kemudian perekonomian di salahkan menyebabkan radikal..
Saya kurang setuju buya..

Itu semua teroris yg hidup di bayar kelompok nya..
Kenapa.. ya karena agama..
Sembahyang aja lima kali sehari, lu pasti berubah jadi fanatik..
Kalo nasibnya gak ketemu guru bagus.. ya jadi nya gampang tersesat la barang tu..
Wajar aja kok..

Lalu dimana hubungan nya dengan ekonomi..?
Diubah oleh kodok.nongkrng4
ane mantau dulu emoticon-linux2
Quote:


Hussh... tega sama the guardian of the Pancasilaemoticon-Big Grin
Diubah oleh banyakmikir
Sepertinya memang tetap dibutuhkan tuh pelajaran macam PMP, PPKN atau P4 seperti jaman masih sekolah dulu. Sekarang tuntutannya biar pinter2 doang, akirnya terlalu pinter malah gak paham kalau hidup itu gak sendiri, ada orang lain juga gans
Halah biasa2 aja. Malah lebih baik prakteknya dinasyarakat daripada dibirokrat. Buktinya eksekutif legislatif yudikatif pada bohong pada korupsi. Rakyat menghajar maling juga karena penegakan hukumnya ga adil. Rakyat curanh karena lihat pengurus negara juga curang. Jadi baiknya nengok kesana, bukan sok2an ngurusi masyarakat.
ke sekolah2, iklan..
dokumenter pas penjajahan..
iklankan kedamaian dalam perbedaan..

Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Seperti yang dikatakan Kwik Kian Gie di ILC kemaren. Siapa yang bisa menjamin bahwa pengajar Pancasila adalah orang yang paling Pancasilais?

Quote:


Itu putrinya, dan sekarang mamaknya yang jadi guru besar Pancasila kita! emoticon-Belo
Diubah oleh coro.coco.dile
Quote:


Buya Syafii Maarif Ungkap Penyebab Sulitnya Membumikan Pancasila


Lucu2anemoticon-Big Grin
Quote:


Itu mah bukan Pancasilais, tapi Praktis bin Pragmatis. emoticon-Malu (S)
susah soalnya ngomongin ideologi, parameternya ga bisa dihitung matematis
berat ya tugas memeg, setahun cuma mbahas lom ameme pancasila
Berjuang terus om, jangan sampai nkri diruntuhkan mereka. emoticon-Traveller
harusnya BPIP itu kerjanya urusin anggota Deperet sama PNS. godok otaknya sama pancasila. kalo birokrasinya udah bener, rakyat mah tinggal ikutan aja.
Quote:


coba nonton penjelasan Mahfud MD di ILC di TV1 kemarin. Disitu dijelaskan kenapa tidak bisa diserahkan ke depdikbud.
Diubah oleh W4TCH3R
"terutama sejak orde baru tumbang , ... " berarti cuma jaman orde baru puncak pancasila ini ada setelah reformasi cuma wacana emoticon-Bingung
Gimana ga susah?
Menganut ideologi dari timur tengah, tapi pada menetap di bumi Pancasila..
emoticon-Leh Uga
Solusinya 1, tetap jokowi
Diubah oleh white.romeo
Adil belum tentu sama
Jangan samakan orang rajin dengan orang malas
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di