alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Retribusi Masuk Air Panas Ndoulu Paling Tinggi, Jln Masuk Mirip Kubangan Kerbau
4.2 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b186880529a45a3138b4567/retribusi-masuk-air-panas-ndoulu-paling-tinggi-jln-masuk-mirip-kubangan-kerbau

Retribusi Masuk Air Panas Ndoulu Paling Tinggi, Jln Masuk Mirip Kubangan Kerbau

Retribusi Masuk Air Panas Ndoulu Paling Tinggi, Jln Masuk Mirip Kubangan Kerbau

Jumlah retribusi yang diperoleh dari Daerah Tujuan Wisata (DTW) air panas alam di kaki Gunung Sibayak, tercatat paling besar setiap tahun dibandingkan dengan 3 DTW andalan lainnya di Kabupaten Karo.

Ironisnya, Pemkab Karo justru mengharapkan dana dari pihak ketiga, dalam upaya pemeliharaan atau perawatan infrastruktur jalan yang panjangnya berkisar 5 km menuju kolam air panas berada di kawasan Desa Ndoulu dan Semangat Gugung di lereng Gunung Api Sibayak. Hal itu yang disesalkan sejumlah masyarakat Desa Doulu dan anggota DPRD Sumut.

“Pemeliharaan jalan dari simpang Doulu-Semangat Gunung sepanjang 4,2 km x 4 meter ini baru dilakukan dari hibah PT Tirta Sibayakindo (produsen air mineral) sebesar Rp2,6 miliar tahun 2012. Sejak itu sampai sekarang, kami tidak ada melihat adanya pemeliharaan periodik yang anggarannya dari pihak Pemkab Karo,” kata mantan Kepala BPD Desa Ndoulu, Usmanto Purba didampingi beberapa warga lain di Berastagi, Senin (4/6/2018).

“Berarti sudah hampir 8 tahun tidak ada pembangunan atau pun perbaikan jalan menuju Ndoulu dan Semangat Gunung. Sementara kutipan retribusi terus ditingkatkan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karo,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Karo, Mulia Barus mengungkapkan, retribusi DTW yang dikutip Pemkab Karo ada 4 titik dan pencapain 4 DTW andalan di Karo 2017 sampai April 2018 adalah: DTW Gundaling (2017) target Rp550 juta, tercapai Rp458.840.000 (83%). DTW Tongging (2017) target Rp426 juta, tercapai Rp393.556.000 (92%), DTW Sibayak (termasuk memasuki air panas alam Doulu/Semangat Gunung/2017) target Rp737.597.000, tercapai Rp942.024.000 (128%) dan DTW Taman Mejuahjuah (2017) target Rp150 juta, tercapai Rp82.628.000 (82%).

“Sedangkan target retribusi tahun 2018 tercapai sampai April 2018 adalah, DTW Gundaling, target Rp550 juta, tercapai Rp173.052.000 (31%), DTW Tongging, target Rp426 juta, tercapai Rp141.868.000 (33%), DTW Sibayak (termasuk memasuki air panas alam Doulu/Semangat Gunung/2017) target Rp737.597.000, tercapai Rp331.710.000 (45%) dan DTW Taman Mejuahjuah (2017) target Rp100 juta, tercapai Rp46.532.000 (47%),” jelas Mulia Barus.

Menanggapi pencapaian itu, Siti Aminah Br Peranginangin, anggota Komisi B DPRD Sumut yang membidangi pariwisata, merasa sangat kecewa atas sikap pengelola retribusi DTW Kabupaten Karo.

“Kutipan retribusi paling banyak didapat dari wisatawan yang berkunjung ke air panas Ndoulu dan Semangat Gunung dibandingkan dengan retribusi DTW lainnya. Tapi toh, perhatian untuk memelihara dan merawat jalan yang padat dikunjungi wisatawan ini diabaikan. Malah sejumlah wisatawan dibiarkan terjebak macat dalam genangan air di depan masjid dan gereja desa Ndoulu kalau hujan lebat. Wah…! Sangat naif!” ketusnya. (bay)

http://news.metro24jam.com/read/2018...ubangan-kerbau
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jangan naif donk lae, walau pendapatan retribusi tinggi, kan masih musti nyetor lae, nyetor ke :

1. Ormas penguasa setempat
2. OKP penguasa setempat
3. SPSI cabang m*nalu setempat
4. SPSI cabang p*saribu setempat
5. SPSI cabang n*baban setempat
6. SPTSI setempat
7. Pemuda Setempat
8. Boru simpanan ketua ranting setempat
9. Karang taruna setempat
10. muda mudi setempat
11. Kepa rat setempat
12. monet setempat
13. sampah setempat
14. dan setempat sitor eh seterus nya

dan jangan lupa polisi buta SETEMPAT !! emoticon-Ngacir


Petisi BANI KHIANAT NEGARA

#SABERPUNGLISUMUTHOAX
8 tahun lho ga ada pembangun atau pun perbaikan. Gila sih ini
Wah, kasian ya
Selalu ngakak baca petisi lu bre emoticon-Ngakak
memang daerah kacau sumut ini.. asal ada aja tempat ramai, okp ormas sebangsnya lgsg pasang plang...

duite dipangan setan
orang jualan takjil aja bisa ada parkirnya. ajaib memang. lu bayangin beli kue 5 menit harganya 5 rebu terus bayar parkir 2 rebu. 40% Dana cuma buat parkir,kalo pinter mah bakal males beli ke situ Lagi kan.






nah itu yg terjadi sama iklim invest medan bre. tanyain aja orang2 jln Asia,pemuda,dll kenapa lbh milih ruko strategies di endapin di jadiin hunian doang,ga Lagi di gunain tempat bisnis.
hahahaha ngakak ane
sepertinya faktor lingkungan ato orangnya ya

ane punya tmn WN malay, tapi turunan bani (ada marganya)
orangnya baik tuh

pernah sekali dia pulkam ke negara nenek moyangnya

lgs nyesel 7 turunan, katanya
"untung bapak saya dulu pindah, klo ttp di gotham pasti besar jadi preman saya" emoticon-Wakaka
saking susahnya kerjaan ya disana itu ? apa gmn sih, coba yang tinggal di gotham
serem juga disana..
pernah ke sana sekitar 10 tahun lalu, baru di persimpangan jalan menuju tempat pemandian air panas, sudah dikutip uang retribusi, macam jalan tol aja, jalannya macam kubangan tempat mandi kerbau.

ternyata ngak banyak beda sekarang, memang hebat pembangunan di SUMUTemoticon-Wakaka
Jangan salah paham, itu bukan kubangan kerbau, tapi kubangan panas..
Air panasnya sudah dimulai dari situ... Kepala panas juga..
emoticon-Malu
Taik semua sih yg ada di daerahku ini. Kami butuh Thanos untuk jd gubernur Sumut. emoticon-Blue Guy Bata (L)
Diubah oleh futanarimoe
Quote:


Uang pajak utk gaji aparat sumut ibarat disobek saja, tdk ada guna nya sama sekali
yg dibilang TS betol
TS layak dpt cendol
emoticon-Cendol (S)
ini yang si debukdebuk ya
Quote:


Bani Sumut itu keturunan setan, mereka tidak suka kemajuan, mereka suka kemunduran

suatu daerah dgn overload populasi bani sumut sdh pasti suram masa depan nya


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di