alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Medcom.id /
Eks KSAU Merasa Didiskreditkan Jubir KPK
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b17ddb098e31b8d038b456f/eks-ksau-merasa-didiskreditkan-jubir-kpk

Eks KSAU Merasa Didiskreditkan Jubir KPK

Eks KSAU Merasa Didiskreditkan Jubir KPK

Jakarta: Eks Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna merasa dijatuhkan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. Dia merasa dicemarkan dalam perkara dugaan korupsi pengadaan helikopter Augusta Westland (AW-101) tahun anggaran 2016-2017.


'Saya ini sudah dua kali merasa didiskreditkan oleh juru bicara KPK,' kata Agus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2018.


Pertama, kata dia, Febri menyebut dirinya sudah kembali umrah pada 8 Desember 2017. Namun, ia berdalih baru kembali ke Tanah Air pada 13 Desember. 'Sampai sekarang dikonfirmasi juga enggak ada,' ucap dia.


Selain itu, ia juga geram dibilang mangkir dari panggilan penyidik. Padahal, ia mengklaim tak menerima surat panggilan pemeriksaan dari KPK. 


KPK, kata dia, menyebut dirinya mangkir tanpa data dan fakta yang jelas. KPK dinilai harus melihat CCTV atau kamera pengintai yang ada di kediamannya untuk memastikan surat panggilan betul-betul sampai atau tidak. Rekaman dapat memperlihatkan siapa yang mengirim dan menerima surat itu.


'Ini betul-betul mendiskreditkan nama saya. Dan, itu sama sekali tidak ada klarifikasi atau apalagi permintaan maaf,' kata dia.


Sementara itu, hari ini, Agus dipanggil oleh penyidik KPK untuk kebutuhan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Heli AW101. Pada saat penandatanganan kontrak pengadaan itu, Agus menjabat sebagai KSAU.


Baca: Eks KSAU Berang Diungkit Pembelian AW-101


Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh sebagai tersangka. Ia diduga mengontrak kontrak langsung produsen heli AW-101 senilai Rp514 miliar. Namun, pada Februari 2016 setelah meneken kontrak dengan TNI AU, PT Diratama Jaya Mandiri menaikkan nilai jualnya menjadi Rp738 miliar. 


Di sisi lain, Pusat Polisi Militer TNI menetapkan Wakil Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsekal Pertama Fachri Adamy sebagai tersangka. Dia menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen atau Kepala Staf Pengadaan TNI AU 2016-2017.


Ada beberapa tersangka dari kalangan militer. Tersangka lainnya ialah Letnan Kolonel TNI AU (Adm) berinisial WW selaku pejabat pemegang kas, Pembantu Letnan Dua SS selaku staf Pekas, Kolonel FTS selaku Kepala Unit Layanan Pengadaan dan Marsekal Muda TNI SB selaku Asisten Perencana Kepala Staf Angkatan Udara.


Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/Zk...tkan-jubir-kpk

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Eks KSAU Merasa Didiskreditkan Jubir KPK KPK Kantongi Banyak Data Korupsi Heli AW

- Eks KSAU Merasa Didiskreditkan Jubir KPK KPK Cermati Sikap Eks KSAU

- Eks KSAU Merasa Didiskreditkan Jubir KPK Eks KSAU Ogah Beri Keterangan ke Penyidik KPK Soal Heli AW-101

metrotvnews memang pantas dengan gelar situs berita terbaik, mantap


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di