alexa-tracking

Cerita Eks Napi Teroris yang Insaf dari Paham Radikal

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b17974bd89b09fb798b4574/cerita-eks-napi-teroris-yang-insaf-dari-paham-radikal
Cerita Eks Napi Teroris yang Insaf dari Paham Radikal
Cerita Eks Napi Teroris yang Insaf dari Paham Radikal
Abdurrahman Taib pernah dua kali merencanakan aksi teror di sebuah kafe di Bukittinggi. Aksi eks napi teroris Palembang ini gagal lantaran ada perempuan berjilbab masuk ke kafe tersebut. Kini, ia akhirnya insaf  dari paham radikal dan memulai kehidupan baru di kota kelahirannya, Palembang.


Pada Selasa (5/6/2018), kepada ratusan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Lowokwaru, Kota Malang, Abdurrahman Taib (45) menceritakan pengalamannya. Mulai dari awal masuk ke jaringan teroris hingga akhirnya menyesali perbuatannya.

Awalnya, eks napi teroris Abdurrahman mengaku bergairah untuk menjalankan perintah agama. Ia pun mengaku mengikuti sejumlah pengajian keagamaan.

Baca Juga: Tiga Terduga Teroris Ditangkap Densus 88, Salah Satunya PNS

Perjalanannya memasuki dunia teror bermula saat ia berkenalan dengan Fajar Taslim, pelarian kasus terorisme dari Singapura pada 2004. Melalui perkenalan itu, Abdurrahman mulai terpapar paham radikal. Ia diajari tentang jihad.

“Sedikit sekali saya mempelajari tentang jihad. Yang saya ketahui hal yang tertinggi adalah jihad sehingga orang yang mati dalam berjihad masuk surga. Selain itu, saya belum berkenalan secara jauh tentang jihad,” katanya.

Karena pemahamannya tentang jihad masih minim, Abdurrahman akhirnya menerima argumentasi tentang jihad yang diajarkan oleh pelarian terorisme Singapura tersebut. “Apa yang dia sampaikan, saya tidak membantah karena saya tidak paham tentang jihad. Apa pun yang disampaikan tentang jihad kita terima,” terangnya.

Sejak saat itu, paham radikal mengalir dalam pikirannya. Niat untuk menjalankan aksi terorisme yang disebutnya sebagai jihad mulai bangkit.

Sekitar 2005, Abdurrahman yang merupakan pemimpin kelompok Palembang mengembangkan sayapnya dengan memenuhi undangan Noordin M Top di Cilacap. Noordin M Top merupakan gembong terorisme yang bertanggung jawab atas sejumlah aksi pengeboman di Indonesia. Ia akhirnya tewas dalam penyergapan di Jebres, Solo pada 16 September 2009.

“Setelah saya berkenalan dengan Noordin, saya diajari cara membuat bom. Macam-macam bomnya. Ada (bom) Tupperware dan pipa. Tinggal variasi saja. Ternyata buat bom gampang. Dan banyak yang sudah saya buat. (Bom) 25 lebih di Palembang itu buatan saya dan teman saya. Kalau diledakkan lumayan juga,” kata eks napi teroris Abdurrahman.

Sumber

Semua akan radikal pada waktunya


emoticon-Wkwkwkpara perindu surga emoticon-Wkwkwk

lagian orang kok cuma mikir materi doank

surga juga materi
D R A M A
Akhirnya insaf juga emoticon-Selamat
Alhamdulillah ude sadar emoticon-2 Jempol
apa salah kafe ? kenapa jadi sasaran bom

Imbalan surga juga aneh, bersifat materi, duniawi, dapat bidadari banyak emoticon-Bingung
bukan belajar bagaimana berjihad
tapi belajar Fikih Jihad dulu
Loh katanya teroris gak beragama. Kok ada kata jihad emoticon-Wakaka
Yg salah ya si ukht1 itu
Bergorden kok masuk kafe ?
pak densus, tetep diawasi ya, ga gampang orang berubah....
Quote:


antek shinto itu
Pindah sini aja, dosa sudah ditanggung tuhan emoticon-Smilie
Fix teroris tidak beragama.. emoticon-Mad
Surga hayalan.
agama koq pakai ngajarin jihad2 segala, agama apaan tuh, najis dah





semoga dengan tobatnya menjadi manusia yang berguna bagi semua umat beragama maupun tidak beragama

emoticon-I Love Indonesia
subannalloh, mendapat hidayah di bulan yg penuh hikmah emoticon-Matabelo
Kafe di Bukittinggi? Setau ane cuma di dekat kantor walikota dan turunan dari Jam Gadang ke Ngarai.