alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Kisah Juan Pujol, Mata-mata yang Memalsukan Kematiannya 
5 stars - based on 9 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b176777e05227c4098b457c/kisah-juan-pujol-mata-mata-yang-memalsukan-kematiannya

Kisah Juan Pujol, Mata-mata yang Memalsukan Kematiannya 

Kisah Juan Pujol, Mata-mata yang Memalsukan Kematiannya 

Minggu lalu, berita pembunuhan jurnalis Rusia, Arkady Babchenko, mengejutkan warga dunia. Kemudian, publik semakin kaget ketika ia muncul dalam keadaan hidup, pada acara konferensi pers. Apa penjelasannya?

Babchenko mengatakan, pemerintah Ukraina telah membantu memalsukan kematiannya (bahkan melumuri dengan darah babi agar terlihat nyata). Semua itu dilakukan untuk menggagalkan rencana pembunuhan terhadap Babchenko.

Ini bukan pertama kalinya seseorang memalsukan kematian. Setelah Perang Dunia II, mata-mata MI5 bernama Juan PujolGarcia, pernah memanipulasi hal tersebut. Ia menjaga rahasianya selama hampir empat dekade.

Agen ganda

Pujol merupakan mantan pejuang Perang Saudara Spanyol yang sangat membenci totaliterisme – baik yang dipimpin Francisco Franco di Spanyol, maupun Adolf Hitler di Jerman.

Ketika Inggris berperang dengan Jerman pada 1939, Pujol bertekad untuk bergabung dengan Inggris sebagai mata-mata dan melawan Jerman. Namun, karena tidak memiliki koneksi sama sekali dengan Inggris, ia pun ditolak. Meski begitu, Pujol tidak menyerah. Ia menjalankan rencana lain untuk membantu Inggris dalam perang.  

Berpura-pura sebagai pejabat Spanyol yang sedang bertugas di London, Pujol membuat kontak dengan anggota Nazi di Madrid. Dia mengatakan tertarik mengintai Inggris dan memberikan informasi kepada Jeman.

Setelah itu, Pujol rajin menyerahkan berita palsu kepada Nazi. Mereka pun terkecoh, benar-benar mengira informasi tersebut dikirim dari London. Secara tidak langsung, Pujol menjadi agen ganda ‘ilegal’. Aksinya ini bahkan tidak diketahui oleh Inggris.

Stephan Talty, pengarang buku Agent Garbo: The Brilliant, Eccentric Secret Agent Who Tricked Hitler and Saved D-Day mengatakan, meskipun Pujol mengirim laporan palsu kepada Jerman, namun dia banyak menggunakan informasi faktual untuk membuatnya tampak resmi.

“Ia benar-benar mengumpulkan fakta dari ensiklopedia berbeda. Juga dari iklan dan lembaran pengumuman yang dilihat di jalan. Pujol memang amatir, namun ia bekerja keras dalam membuat portofolio agar diterima Inggris,” paparnya.

Pada 1942, Pujol kembali mendekati pemerintahan Inggris. Ia menjelaskan perannya sebagai agen ganda dengan menunjukkan laporan-laporan palsu yang telah dibuat untuk Jerman.

Tanpa sepengetahuan Pujol, pemerintah Inggris sudah menyadari ada agen rahasia yang mengirimkan informasi palsu ke Jerman dari Portugal dan Spanyol. Namun, Inggris tidak pernah tahu siapa orangnya. Ketika Pujol mengungkapkan identitasnya, mereka langsung membawanya ke London untuk bekerja dengan MI5 (badan intelijen rahasia Inggris).

Di lain sisi, Nazi masih berpikir bahwa Pujol merupakan mata-mata penting selama perang. Mereka tidak pernah mengetahui bahwa Pujol adalah agen ganda -- meskipun beberapa informasi yang diberikannya terkadang salah.  

“Saya rasa, Jerman tidak pernah berpikir ada seseorang yang bisa memalsukan banyak informasi. Mereka juga takut kehilangan agen terbaik dan jaringannya apabila memberhentikan Pujol,” kata Talty.

Kepada Jerman, Pujol mengatakan, ia memiliki 27 bawahan yang siap memberikan laporan terbaru.

Salah satu tipuan Pujol yang terkenal adalah ketika ia mengatakan bahwa rencana invasi Normandia adalah berita palsu -- padahal, itu benar adanya. Karena informasi dari Pujol itu, Nazi tidak mempersiapkan diri untuk serangan dan sekutu berhasil melancarkan D-Day.

Pascaperang

Setelah perang berakhir pada 1945, Pujol lanjut bekerja di MI5. Ia menyelidiki apakah Jerman berencana untuk membangkitkan Reich Keempat. Dan ketika tugasnya selesai, Pujol berencana keluar dari Eropa untuk mengalihkan pikirannya dari kekejaman perang. Ia memilih Venezuela.

Namun, karena banyak mantan anggota Nazi yang juga memilih Venezuela sebagai tempat pelarian, Pujol berpikir, akan lebih aman jika orang-orang menganggapnya sudah mati.

Kisah Juan Pujol, Mata-mata yang Memalsukan Kematiannya  pujol dalam penyamaran

Pada 1948, Pujol menghubungi Tommy Harris, penanggung jawabnya di MI5. Mantan agen ganda tersebut meminta Harris mengumumkan ke semua orang bahwa ia meninggal di Angola akibat malaria. Harris kemudian menyebarkan berita ini ke seluruh organisasi. Setahun kemudian, duta besar Inggris pun melaporkan kematian Pujol ke negara asalnya, Spanyol.

Sementara itu, di Venezuela, Pujol menumbuhkan jenggot dan mengenakan kacamata agar tampak berbeda.

Ia menjaga rahasia kematiannya hingga tahun 1980. Saat itu, Nigel West, penulis Inggris, menyelidiki kehidupan Pujol dan memiliki teori bahwa ia tidak pernah mati. West lalu melacak keberadaan Pujol dan menemukan kebenarannya.

Menurut Talty, Pujol tidak bermaksud memanipulasi kematiannya selama itu. Ia bisa saja mengungkapkan kebenaran pada 1960an, ketika situasi sudah aman, dan Nazitidak akan bisa membahayakannya lagi. Namun, karena malu akan kariernya yang redup di Venezuela, Pujol memtuskan untuk tetap bersembunyi dari dunia.

“Jika membaca sejarah spionase, Anda pasti mengetahui ada begitu banyak agen gandayang terjebak karena uang. Namun, itu tidak terjadi pada Pujol. Ia merupakan agen ganda yang idealis, dan itu sangat langka. Pujol melakukan semuanya karena idealisme yang ia miliki,” jelas Talty.
Pujol benar-benar meninggalkan dunia ini pada 1988.

sumber
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 12
makanya. jadi agen beras aja. ga perlu ngumpet". jadi agen spionase mah serba salah. mau idealis atau berkhianat sama" mengancam nyawa.
Berarti secara tidak langsung, si Pujol ini membantu Sekutu melancarkan D-Day? emoticon-Bingung

Apa berarti kalo gk ada si Pujol, hasil akhir PD II bakalan berbeda dari yg sekarang?
Detektip mana detektip emoticon-Ngacir2
Resiko nya sangat tinggi kerja jadi mata mata
mirip cerita" di film yah
Ya. Kalau demi alasan keamanan negara. Kematian palsu menjadi alasan
Quote:


Lagi libur gan menjelang lebaran
kayakk di.film film.ajj ya.. haha
mejeng pejwan ht dulu gan
Quote:


Demi keselamatan juga kadang jadi alasan
Quote:


Mejeng juga gan nunggu yang maunlemparin batako
wih cerita gini biasanya keren nih
Quote:


Yup gan perlu dilestarikan ini
wah darah babi..
jadi agen cia nyusup ke negara orang sampai jadi presiden baru keren
Quote:


Tapi menarik sekali untuk di simak ya gan
Quote:


Gila luar biasa sekali itu gan
Quote:


cek kulkas gan
Wah mirip agen 007
Diubah oleh Verticle
Halaman 1 dari 12


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di