alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat : Pidato rasis kampanye pilkada harus dihapus
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b175b7060e24b7c158b4571/pengamat--pidato-rasis-kampanye-pilkada-harus-dihapus

Pengamat : Pidato rasis kampanye pilkada harus dihapus

Quote:


SUMBER

ntahlah
ngapain si kampanye malah pecah belah bangsa?
ini niat memajukan bangsa atau mau pecah belah bangsa si

Pengamat : Pidato rasis kampanye pilkada harus dihapus

emoticon-DP emoticon-DP
Urutan Terlama
mata mini, mata sipit, tytyd mini, ucapan rasis semua tuh emoticon-Blue Guy Bata (L)


Pengamat : Pidato rasis kampanye pilkada harus dihapus
Diubah oleh punpun48
inti pidatonya , mata sipit jangan maen ke lampung

Siapa yg memulai.
siapa yg membela yg memulai

siapa yg membiarkan (tentunya yg punya kuasa)

Jangan ada lagi di kotomi peri bumi, peri bulan, peri hutan, mimi peri, dll ..
harusnya sih gitu.
tapi prakteknya agag susah
paling gampang buat ngobarin massa ya nyerang ke arah situ
kirain ngomongin amien rasis
mata sipitemoticon-Wakaka

org2 pribumi jg banyak yg sipit kok.emoticon-Wakaka
gubernur lampung lagi ngomongin felix siauw dan lieus sungkarisma
yang teriak2 penjajah melayu dan islam gimana?emoticon-Leh Uga
Quote:


memang sejarah kok
dulu suku dayak di jajah oleh kerajaan melayu islam emoticon-Takut

alhamdulillah belanda datang membebaskan mereka emoticon-thumbsup

sodara ipar ane matanya cipit tp asli ciamis pak emoticon-Bingung (S)
jd kl yg matanya cipit2 ga boleh membangun daerahnya, gitchu pak
Quote:


ga ada emoticon-Leh Uga

https://rudiannoor.wordpress.com/201...nai-usak-jawa/

Dengan runtuhnya Kerajaan Majapahit oleh Raden Patah dan Walisanga(?), berkembanglah kerajaan-kerajaan Islam di Pulau Jawa dan Nusantara. Sementara kerajaan Islam di Kalimantan mulai tumbuh diawali dari Kesultanan Banjarmasin dibawah Pangeran Samudera atau Pengeran Suriansyah alias Maruhum tahun 1540, Kesultanan Kotawaringin Tahun 1620 dan kerajaan lainnya setelah tahun tersebut. Begitu agama Islam menjadi agama resmi Kerajaan Banjar tahun 1600 dengan bantuan Kerajaan Demak, dimulailah gelombang pengembangan Islam di Tanah Dayak Besar melalui para pedagang Melayu. “Sebagian suku-suku Dayak menerima ajaran Islam dan memeluk agama Islam. Sebagian lagi belum dapat memeluk agama Islam dan terus menetap di kampung asalnya. Dalam perkembangan selanjutnya, suku-suku Dayak yang telah memeluk agama Islam tidak lagi mengaku sebagai orang Dayak tetapi menyebut diri mereka sebagai orang Melayu yang sekarang disebut orang Banjar. Walau pun Dayak Islam ini tidak lagi mengaku Dayak tetapi mereka tetap saja mengaku bersaudara atau seketurunan dengan orang-orang Dayak di pedalaman. Sebagai buktinya, sampai saat ini pun apabila diadakan upacara adat misalnya Ijambe atau Wara pada suku Dayak Ma’anyan atau Dayak Dusun, mereka senantiasa mengundang saudaranya yang beragama Islam dan menyediakan tempat khusus yang disebut Balai Hakei (Balai bagi Saudara yang beragama Islam).*17) Makanan dan sajian pun dibuat terpisah, tanpa ada perasaan putus persaudaraan.

“Sewaktu Kerajaan Banjar dibawah Lambung Mangkurat, dialah yang terus mendesak saudara-saudaranya untuk memeluk agama Islam. Namun akhirnya diadakanlah perjanjian perdamaian sehingga sebagian suku Dayak Ma’anyan dapat menata kembali kehidupan mereka (yang porak poranda). Namun bagi sebagian yang lain yang tidak bersedia hidup berdampingan, mereka kembali memutuskan untuk mengembara masuk hutan ke pedalaman. Akibatnya, anak-anak suku Dayak Ma’anyan yang sudah bercerai-berai sebelumnya, kembali terpecah-belah lagi dimasa masuknya agama Islam. Dan dapat diduga hasilnya, sekali lagi suku Dayak terbagi-bagi menjadi suku-suku yang lebih kecil.*18) Inilah realitas.
Ketakutan ditinggal cukong sipit emoticon-Big Grin
Seharusnya gk perlu takut lah. Lawan terberat dia ini Herman, bukan Arinal.
Quote:




selalu ngarang,, bahkan dgn cara wordpress pun emoticon-Ngakak

bentar alagi ada taqiyahnya
tiada pakasaan dalam beragama islam emoticon-Ngakak
kalo sipit tapi seiman gimana dong emoticon-Leh Uga
Ga takut dikarungin sama si sipit doi
Pengamat : Pidato rasis kampanye pilkada harus dihapusPengamat : Pidato rasis kampanye pilkada harus dihapusPengamat : Pidato rasis kampanye pilkada harus dihapus

Pilih si belo aja deh
Pengamat : Pidato rasis kampanye pilkada harus dihapus
Quote:


SYAMSUDDIN RUDIANNOOR, Budayawan Lokal Kalteng dan Karya-karyanya
Jul
24

Diantara langkanya budayawan yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah, SYAMSUDDIN RUDIANNOOR (Rudi) adalah satu sosok yang telah mempublikasi karya-karyanya. Karya yang dipersembahkannya berupa karya tulis yang dibukukan dan dijual secara mandiri. Dia juga membuat oleh-oleh khas Kalimantan Tengah berupa Keripik Lambiding (kelakai), Keripik Paku, Stik Lambiding, Stik Paku, Stik Nanas, Stik Ikan, Keripik Putri Malu Air, Keripik Ikan dan beberapa makanan ringan lainnya.

.

Riwayat Hidup

Syamsuddin Rudiannoor alias Rudi lahir di Buntok, ibukota Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, pada hari Kamis tanggal 30 Mei 1963. Ayahnya Abdul Gani bin Mamat bin Katu, asal Kuala Kapuas Seberang, Kabupaten Kapuas. Beliau pensiunan PNS, mantan Kepala SMP Negeri 1 Buntok, Kepala SMP Negeri 2 Kuala Kapuas dan SMP Negeri Dahirang. Ibunya Lamsyah binti Amir Hasan bin Inggar Bahan asal desa Kalahien, Kabupaten Barito Selatan, juga pensiunan PNS, mantan Kepala SKKP Negeri Buntok, Kepala SMP Negeri 2 Buntok dan Kepala SKB Kuala Kapuas.



Rudi lahir sebagai sulung dari 7 bersaudara, adik kandungnya terdiri dari: Dra. SRI UTAMI (Yuyut, tinggal di Belgia), TRIO HARTO (Weweng, domisili di Buntok), Dra. NURILLA AGUSTINA (Lila, PNS Pemda Kotawaringin Timur di Sampit), HIDAYAT SUBHAN (Swasta di Kuala Kapuas), APGRIO KARTANO (Ateng, Guru SMP Negeri 1 Kuala Kurun) dan SITI FITRIATI (Pipit, PNS Pemda Kabupaten Kapuas di Kuala Kapuas)..

Menikah tahun 1990 dengan Wiwik Setyowati binti Djono, asal Madiun, dikaruniai dua orang putra bernama Faizar Rudiannoor (23) dan Muhammad Irfan Rudiannoor (17)..

Riwayat Pendidikan: Rudi bersekolah TK 1969-1970 di Buntok, SD Negeri III Buntok 1971-1976, SMP Negeri 1 Buntok 1977-1979, kelas 3 pindah ke SMP Negeri 2 Kuala Kapuas 1979-1980, SMA Negeri 1 Kuala Kapuas 1980-1983, D III Akademi Pariwisata “Satya Widya” Surabaya Jurusan Perhotelan 1983-1986 dan S-1 Sosiologi Tahun 2004.

.


Pengalaman Kerja: 1). Mulai 1989-1992 sebagai Staf Dinas Pariwisata Propinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya. 2). 1992-1996 Pelaksana Kepariwisataan Pemda Kabupaten Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun. 3). 1996-2000 Kaur Umum pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat di Pangkalan Bun. 4). 2001-2003 staf Dinas Informasi, Komunikasi dan Pariwisata Kabupaten Barito Selatan di Buntok. 5). 2004-2008 Kasi Bina dan Pengembangan Sarana Wisata Dinas Informasi, Komunikasi, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Barito Selatan. 6). 2008-2010 Kasubbag Penyusunan Program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Barito Selatan. 7). 2011 – Juli 2013 Kasi Usaha dan Produk Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas. 8). 1 Agustus 2014 Pensiun dini dari PNS.

.

http://1.bp.blogspot.com/-c0BZpX5iA1...0/FILE0001.JPG
Pengalaman Menulis: 1). Juara I Sayembara Mengarang Prosa Hari Pahlawan ke – 36 Tahun 1981 Tingkat Kabupaten Kapuas. 2). Juara II Sayembara Mengarang Hardiknas Tingkat Propinsi Kalimantan Tengah Tahun 1982. (Kanwil Depdikbud). 3). Penerima Sertifikat Lomba Karya Tulis Ilmiah Keagamaan Tingkat Nasional untuk Mahasiswa dari IMM-UGM Yogyakarta Tahun 1987. 4). Pendidikan Pers dan Teknik Penulisan Karya Ilmiah Populer di Sema Fisip Universitas Sunan Giri Surabaya tahun 1987. 5). Penerima Penghargaan Sayembara Karya Tulis Ilmiah Populer Nasional dari Majalah Amanah Jakarta Tahun 1988. 6). Koresponden / Perwakilan Kalteng Tabloid Pariwisata PESONA INDONESIA Jakarta Tahun 1990-1992. 7). Koresponden / Perwakilan Kalteng Tabloid Pariwisata WARTA PESONA Bandung Tahun 1991-1993. 8). Penulis tetap Bulanan Pariwisata GRAHA WISATA Jakarta tahun 1991-1993. 9). Penulis cerpen temporer untuk harian ibukota (Sentana, Pos Kota, Terbit) tahun 1983-1990. 10. Penulis Kolom dan Opini untuk Koran Kalselteng hingga sekarang.

.



Karya Tulis yang sudah dibukukan dan dipasarkan adalah: 1) Sejarah Kalimantan Tengah I berjudul NAN SARUNAI USAK JAWA (Negara Dayak Dihancurkan Bangsa Jawa, ). 2) Sejarah Kalimantan Tengah II berjudul GIGIR GAMPAR BARITO RAYA, Amuk 1860-1905. 3). Wayang Kalteng berjudul PUNAKAWAN DALAM SATIRE DAYAK BESAR. 4). Legenda Kabupaten Barito Timur berjudul LIANG SARAGI, Semuanya karena Cinta. 5). SEKS BEBAS, PORNO-AKSI dan ULAMA BIRAHI.

.

Masih akan menyusul menerbitkan beberapa buku baru diantaranya: 1) MOZAIK KEPARIWISATAAN KALIMANTAN TENGAH. 2) Kumpulan Cerpen berjudul BUNTOK, Bungas dan Montok. 3) WADIAN, Sejarah, Mitos dan Perkembangannya. 4) BUTA MATA, BUTA HATI. 5) Sejarah BELANDA DI BUNTOK.

.

Alamat rumah Rudi adalah Jalan Panglima Batur No.7 RT 01 RW 01 Buntok 73711, samping kanan Kantor Kejaksaan Negeri Buntok, nomor kontak / HP. 081 349 606 504.
.
Sekian dan terima kasih.

emoticon-Leh Uga
atas ane panjang banget.. ente asli Dayak KalTeng / Pemerhati Budaya Nasional gan?

Oleh Orang2 tertentu kondisi saat ini memang dirasa pas menjadikan issue SARA sbg alat pemenangan, hasil nyatanya bisa kita lihat setelah Pilkada Lampung ini

terlepas hasilnya layak atau tidak layak menurut pihak yg berseberangan pandangan, itulah kenyataan yg kita alami dan akan jd gambaran spt apa selera masyarakat sebenarnya

sama sj seperti kalangan Pemirsa yg protes Program TV "Alay" yg dominan di Stasiun TV Nasional. dibilang Program "Alay" tp kok Rating nya Tinggi ya? disaat yg sama kita tdk bisa membahagiakan semua Orang, akhirnya ada yg Happy dan ada yg Gigit Jari sambil nyinyir


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di