alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Jaringan Narkoba di Balik Jeruji Besi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1753ebd89b09fe778b456e/jaringan-narkoba-di-balik-jeruji-besi

Jaringan Narkoba di Balik Jeruji Besi

IDEALNYA Lembaga Pemasyarakatan (LP) berfungsi untuk menyadarkan kembali warga binaan agar kelak dapat diterima kembali di masyarakat. Namun, belakangan ini LP malah dijadikan pusat pengendalian peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Jaringan Narkoba di Balik Jeruji Besi
Seperti yang terjadi di LP Kalianda baru-baru ini, yang ikut menyeret mantan kepala LP menjadi tersangka atas kasus peredaran narkoba yang dikendalikan narapidana. Tidak ingin kejadian serupa terulang, LP Kelas IA Rajabasa pun bersih-bersih dari peredaran narkoba dan penggunaan alat komunikasi. 
Niat baik aparat penegak hukum ini tentu patut diapresiasi. Tapi, tidak bisa disalahkan jika masyarakat malah bertanya-tanya kenapa hal itu baru dilakukan sekarang? 
Sudah menjadi rahasia umum, jika banyak peredaran narkoba yang dikendalikan dari balik jeruji besi LP. Tidak heran jika LP sering diibaratkan sebuah negara di dalam negara. Terlebih segala aktivitas di dalamnya tertutup dari dunia luar.
Tidak perlu heran pula jika kecolongan itu bukan terjadi satu kali dalam sebuah LP, melainkan berkali-kali. Kecolongan seperti menjadi tradisi di lembaga ini. Memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya memang bukan perkara mudah.
Secara sederhana, narkoba bisa ada di mana-mana disebabkan ada konsumen, barang tersedia, dan lingkungan yang mendukung. Tidak terkecuali di lingkungan LP yang karena lemahnya pengawasan, menyebabkan kongkalikong antara narapidana, oknum sipir, dan pejabat LP.
Penggunaan alat komunikasi yang bisa menghubungkan ke dunia luar bui menjadi pendukung. 
Mafia narkoba pun bukan hanya terjadi dalam satu LP, melainkan terhubung antar-LP. Seperti kasus yang terungkap baru-baru ini, yakni 1.500 butir pil ekstasi asal Aceh milik napi LP Cipinang yang tiba di Lampung berkat napi di LP Rajabasa.
Peristiwa ini menunjukkan penggunaan sarana komunikasi ponsel begitu mudah dan bukan rahasia lagi dalam LP. Sejauh ini aturan penegakan hukum penggunaan ponsel di dalam bangunan berjeruji itu tidaklah tegas. Bahkan, kegiatan sewa ponsel menjadi celah bisnis tersendiri bagi para oknum penjaga LP.  
Sudah semestinya ada aturan keras untuk penggunaan alat komunikasi bagi para narapidana ini. Apalagi, hampir 60% peredaran narkotika di Indonesia dikendalikan para narapidana dari balik sel LP. 
Pengawasan ketat dan komitmen disiplin seluruh pihak terutama aparat penegak hukum amat diperlukan. Pengawasan perlu dilakukan untuk menutup celah-celah pengelolaan bisnis narkoba dari dalam LP. Bukan hanya penggunaan alat komunikasi, melainkan juga kontak dengan pengunjung napi patut dicurigai.  
Namun, yang perlu mendapat perhatian ialah jangan menuntaskan kasus hanya di permukaan. Pemberantasan mutlak dilakukan hingga ke akar-akarnya sehingga terputuslah mata rantai peredaran narkoba tersebut.

Urutan Terlama
Udah jadi rahasia umum
jadi kangen nonton orange is the new black laghi nih
semoga ada perbaikan dari instansi terkait. say no to drug


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di