alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Melek Hukum /
Hak Asuh Anak Menurut Hukum di Indonesia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b174343d44f9f80458b4574/hak-asuh-anak-menurut-hukum-di-indonesia

Hak Asuh Anak Menurut Hukum di Indonesia

Hak Asuh Anak Menurut Hukum di Indonesia



Perceraian selalu menimbulkan masalah, tidak hanya bagi pihak yang sebelumnya terikat tali pernikahan, tapi juga bagi orang-orang terkait. Secara khusus, masalah kian pelik ketika hubungan pernikahan tersebut disertai dengan anak. Sering kali, perceraian yang disertai dengan anak, membuat kedua orang tuanya berseteru terkait hak asuh anak. 



Ada banyak nama besar dan terkenal yang pernah bertikai karena berebut hak asuh anak. Sebut saja Maia Estianti dan Ahmad Dhani, dua orang artis yang berasal dari Surabaya dan telah menikah selama 14 tahun. Selain itu, ada pula nama lain seperti Tamara Bleszynski, Marshanda, Nikita Mirzani, ataupun Rachel Maryam.





Dalam beragam kasus perebutan hak asuh anak itu, hasilnya cukup bervariasi. Pada satu kasus, bisa jadi hak pengasuhan anak didapatkan oleh ayah. Namun, pada kasus lain, hak asuh jatuh ke tangan ibu. Alasan dari pengambilan keputusan oleh pihak pengadilan terkait masalah ini cukup beragam, dan semuanya dilakukan dengan dasar hukum yang jelas.





Dasar Hukum Hak Asuh Anak di Indonesia


Terkait penentuan pemberian hak asuh anak oleh pihak pengadilan, ada beberapa aturan yang kerap menjadi pertimbangan, yaitu:



·        UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkimpoian


UU Perkimpoian dalam pasal 41 menyebutkan:


a.      Kedua orang tua memiliki kewajiban dalam mendidik serta memelihara anak, meski keduanya telah berpisah.


b.     Untuk biaya pembiayaan pendidikan dan pemeliharaan anak, menjadi tanggung jawab ayah. Ketika ayah tidak mempunyai 

kemampuan secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tanggung jawab pembiayaan ditanggung oleh ibu. 


c.      Meski telah berpisah, seorang mantan suami masih bertanggung jawab untuk menanggung biaya hidup mantan istri sesuai dengan keputusan pengadilan.



·        Kompilasi Hukum Islam (KHI)


Kompilasi Hukum Islam merupakan sekumpulan hukum Islam yang secara khusus mengatur 3 permasalahan, yakni perkimpoian, wakaf, serta waris. Secara total, terdapat 229 pasal, dan 170 pasal di antaranya mengatur tentang perkimpoian.


KHI mengatur tentang hak pengasuhan anak ketika terjadi perceraian secara khusus pada pasal 105, yaitu:


a.      Anak yang belum mumayyizatau berusia kurang dari 12 tahun, hak pengasuhannya berada di tangan ibu. 


b.     Ketika anak sudah mumayyiz, dia berhak untuk memilih antara tinggal bersama dengan ayah atau ibu.


c.      Biaya pemeliharaan dan pendidikan anak, terlepas dari hak pengasuhan, menjadi tanggung jawab ayah.


Dengan melihat 2 aturan hukum tersebut, tidak heran kalau dalam kebanyakan kasus perebutan hak asuh anakdi pengadilan, hakim memberikannya kepada ibu. Apalagi, ketika anak beragama Islam dan berusia kurang dari 12 tahun. Namun, keputusan pemberian hak asuh kepada pihak ibu tidak berlaku secara mutlak, terutama ketika anak berusia lebih dari 12 tahun.



Seperti yang telah disebutkan, pada beberapa kasus, pengadilan juga kerap memilih untuk memenangkan ayah. Sebagai contoh, pada kasus yang melibatkan Marshanda, hak asuh dimenangkan oleh Ben Kasyafani. Demikian pula kasus serupa yang berhasil dimenangkan oleh artis laki-laki lainnya seperti, Atalarik Syach dan Marcellino Lefrandt.


Dalam pengambilan keputusan tersebut, pihak pengadilan memperhatikan secara cermat kondisi masing-masing orang tua. Dengan menilik latar belakang ayah dan ibu, pengadilan kemudian berusaha untuk mengambil keputusan yang dianggap merupakan kondisi terbaik yang bakal didapatkan oleh anak.


Baca juga: Bagaimana cara menentukan hak asuh anak setelah perceraian


Sebagai warga negara yang baik, setiap keputusan terkait hak asuh anak harus diterima dengan lapang dada. Di samping itu, pihak yang memperoleh hak asuh juga tidak boleh menghalang-halangi anak ketika ingin bertemu dengan orang tuanya. Ingat, tidak ada yang namanya mantan ayah, mantan ibu, ataupun mantan anak, kan?

 

Diubah oleh indonesiagodigi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di