alexa-tracking

Pengusaha Sapi Potong Sebut Sulit Bersaing dengan Daging Impor

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b16a8a5de2cf24e148b4568/pengusaha-sapi-potong-sebut-sulit-bersaing-dengan-daging-impor
Pengusaha Sapi Potong Sebut Sulit Bersaing dengan Daging Impor
Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) mengaku  kesulitan bersaing dengan komoditas daging  impor seiring dengan kebijakan yang diterapkan  pemerintah. Selain itu, kebijakan yang mewajibkan setiap impor sapi bakalan,  juga harus disertai  impor 20% sapi indukan dinilai telah membuat iklim usaha penggemukan sapi potong (feedlot) menjadi lesu.

Direktur Eksekutif Gapuspindo Joni Liano menjelaskan ada sejumlah perhitungan yang menjadikan dampak kebijakan impor sulit dilakukan. “Pemerintah telah membentuk harga daging kerbau beku dengan patokan Rp 80 ribu per kilogram,” kata Joni di Jakarta, Senin (4/6).

Dengan kebijakan itu,  masyarakat menjadi lebih tertarik memilih daging kerbau beku yang  harga jualnya lebih murah dibandingkan dengan daging sapi segar harganya sudah mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Regulasi ini dinilai menyebabkan para pengusaha ternak sapi potong ragu untuk berbisnis.

(Baca : Ketergantungan Impor Daging Dituding Penyebab Lemahnya Peternak Lokal)

Padahal,  menurutnya, peternakan sapi potong bisa memberikan efek domino pada tenaga kerja dan pertambahan pendapatan masyarakat. Dia mencontohkan, dengan mengimpor sebanyak 600 ekor  sapi bakalan maka dibutuhkan waktu kurang lebih  empat bulan untuk  proses penggemukkan dengan biaya pakan Rp 35 ribu per hari. Alhasil, impor sapi bakalan memicu perputaran uang sekitar Rp 3,5 triliun di perdesaan. Selain itu, serapan tenaga kerja, bisnis Rumah Potong Hewan (RPH), transportasi, dan pertanian juga akan bertambah.

Gapuspindo mencatat, saat ini total kebutuhan daging  nasional bisa mencapai sebanyak 663 ribu ton per tahun, sedangkan produksi nasional  baru mencapai 51% dari total kebutuhan. Sehingga untuk memenuhi sebagian kebutuhan itu harus ditempuh pemerintah dengan  cara impor.  Tercatat, saat ini pemerintah telah membuka kuota impor sebanyak  750 ribu ekor sapi.

Upaya pengusaha mengikuti arahan kebijakan impor sapi bakalan dan sapi indukan juga diakui memiliki sejumlah kendala, salah satunya terkait biaya produksi atau  biaya operasional yang bisa lebih besar. 

Misalnya, untuk pengembang sapi indukan akan memakan ruang dua setengah kali lebih banyak dibandingkan sapi bakalan. Sehingga kapasitas kandang sebesar 10 ribu hanya bisa menampung hingga  4 ribu ekor sapi indukan. Kewajiban impor sapi indukan bakal juga dinilai bisa mengubah minat pengusaha peternakan karena butuh 3 tahun agar bisnisnya bisa menghasilkan keuntungan.

Selain itu, pengusaha pun mengaku kesulitan mencari akses permodalan dari perbankan, lantaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) umumnya mematok bunga  di atas 7%, sementara peternak biasanya hanya mampu mengakses pinjaman berbunga 3%.

 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menjelaskan  permintaan masyarakat yang tinggi serta upaya mencegah kebutuhan lonjakan  harga daging, menjadi salah satu alasan Kemendag membuka keran impor. Tak hanya  daging sapi, impor daging kerbau beku pun akan dimaksimalkan kuotanya menjadi 100 ribu ton.

“Kami tidak akan memperlambat perizinan impor daging, siapapun yang mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian akan kami berikan izinnya,” kata Oke.

(Baca juga : Kemendag Terbitkan Izin Impor 36 Ribu Ton Daging Sapi)

https://katadata.co.id/berita/2018/06/05/pengusaha-sapi-potong-sebut-sulit-bersaing-dengan-daging-impor

Sedih ya kalo denger impor

image-url-apps
Jangan ngeluh. Harus bisa inovasi. Dagingnya bisa dibuat manisan..
lebih sedih denger harga daging sapi lokal 150rb/kilo
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:



Pengusaha Sapi Potong Sebut Sulit Bersaing dengan Daging Impor
image-url-apps
Saya syedih kalau dengar impor emoticon-Mewek
kalah harga dengan daging beku dr indiaemoticon-Ultah
image-url-apps
Rata" cuma bisa dpt di bawah 1kg per hari naik bobot sapi pembesaran. Lalu berat sapi potongnya minimalis walau cukup umur. Jadi ga efektif. Imbasnya ke harga jual. . .
image-url-apps


Pengusaha Sapi Potong Sebut Sulit Bersaing dengan Daging Impor
Pengusaha Sapi Potong Sebut Sulit Bersaing dengan Daging Impor
image-url-apps
Import dulu biar ekonomi aseng meroket. Mungkin dulu ada ucapan Mr.joke yg kepotong. Jadi kenyataannya seperti yg sekarang ini.
image-url-apps
mulyakan petani dngn stop impor..
image-url-apps
Mungkin bsa diganti daging impor ama keong. Selain murah, juga melimpah emoticon-Hammer2
image-url-apps
buset 7%
gede uga bray
emoticon-Leh Uga
dilema, pemerintah stop import ntar lo pada gak mampu beli daging karena harga melonjak => lo pada protes

pemerintah inport supaya harga stabil dan lo bisa makan daging => lo pada protes

piye to le


menjelaskan permintaan masyarakat yang tinggi serta upaya mencegah kebutuhan lonjakan harga daging, menjadi salah satu alasan Kemendag membuka keran impor. Tak hanya daging sapi, impor daging kerbau beku pun akan dimaksimalkan kuotanya menjadi 100 ribu ton.

hukum permintaan dan penawaran
image-url-apps
jualan di Bali aja, auto laku
image-url-apps
kalo daging sapi potong mahal, kenapa ndak ditawar aja? kalo nggak di ganti sama daging banteng potong aja lebih mantep tuh emoticon-Ngakak:
daging lokal kualitasnya jelek2 dan digelonggongkan jualnya mahal2 kenapa gak di export aja daging lokalnya biar tau gimana daging yg layak makan
image-url-apps
peternak yg dolo milih kowi pasti pada mengumpat emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Pertanyaannya, sapi lokal cukup gak?
image-url-apps
Dilema dilema...
image-url-apps
Padahal sudah ada tol laut yang ngangkut ribuan ekor sapi dari NTT ke Jakarta dan daging sapi masih mahal. Mantap.
×