alexa-tracking

Motor Ini Parkir 2 Tahun Lebih di Bandara, Pemiliknya ke Mana?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b167dbdddd7706f378b4577/motor-ini-parkir-2-tahun-lebih-di-bandara-pemiliknya-ke-mana
icon-hot-thread
Motor Ini Parkir 2 Tahun Lebih di Bandara, Pemiliknya ke Mana?
Motor Ini Parkir 2 Tahun Lebih di Bandara, Pemiliknya ke Mana?
Merdeka.com

Puasa tahun lalu, Ane kerja memasangkan CCTV di Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin, pada bagian Pintu Masuk dan Halaman Parkir. Saat istirahat, Ane duduk di salah satu motor yang terparkir di sana. Tiba-tiba Ane lihat di paling pojok ada sebuah motor yang penuh debu, dan kedua bannya kempes. Sepertinya motor itu sudah lama tak terjamah. Karena penasaran, akhirnya Ane tanya sama Petugas Parkir yang mengarahkan kami dalam memasang CCTV di area itu.

“Motor itu sudah 2 tahun lebih Dik, tak diambil pemiliknya. Biaya parkirnya sudah lebih 7 juta. Biayanya kan dihitung 2000 per jam, karena di sini sudah berlaku Parkir Progresif,” jelasnya.

Belum hilang kebingungan Ane, ia kembali menambahkan. “Itu, motor yang di sebelahnya itu juga sudah hampir satu tahun tak diambil pemiliknya. Di ruang karantina juga masih banyak motor yang sudah lebih tiga tahun tak diambil. Bukan hanya motor Dik, mobil juga ada.”

Ane hanya bisa melongo. Sambil berpikir, Ane amati motor itu. Plat TNK kelihatannya asli, dan masa berlakunya masih beberapa bulan lagi. Kondisi motornya lumayan mulus, kalau dijual Ane taksir masih laku sekitar 3-4 jutaan. Mereknya Yamaha jenis bebek. Sayangnya Ane tak diperkenankan mengambil foto motor itu.
***
Sambil kerja Ane berpikir. Andai motor itu diambil pemiliknya dengan membayar 7 juta rupiah, sedangkan nilai jualnya hanya sekitar maksimal 4 jutaan, jelas aja pemiliknya lebih memilih membeli motor baru ketimbang mengambil motor itu.

Sehabis kerja, Ane browsing di Internet. Oh ternyata kejadian motor/mobil yang bertahun-tahun tak diambil pemiliknya di Parkiran Bandara itu bukan hanya di Banjarmasin. Hampir semua Bandara yang ada di Indonesia juga begitu. Lalu, mengapa tak diambil oleh pemiliknya?

Menjawab pertanyaan itu, Ane mencoba menganalisis kemungkinan sebab-sebabnya sebagai berikut:


1. Motor Hasil Kejahatan

Motor Ini Parkir 2 Tahun Lebih di Bandara, Pemiliknya ke Mana?
Tribunnews.com

Dugaan Ane yang terkuat adalah motor itu hasil kejahatan, seperti pencurian, perampasan, penggelapan, atau tindak kriminal lainnya. Sang pelaku setelah berhasil merampas harta benda korban, terus menggunakan motor itu untuk pergi ke Bandara, dan terbang ke kota lain dengan meninggalkan motor di Parkiran. Karena hasil kejahatan, tentu saja ia tak pernah berpikir untuk mengambil kembali motor itu, sebab mengambilnya sama saja dengan menyerahkan diri.

Hal itu diperkuat dengan laporan Merdeka.com (24/5/17) bahwa ada 35 motor berbagai merk ditemukan di areal parkiran Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Diduga puluhan motor tersebut sengaja ditinggalkan oleh penyewa motor atau merupakan hasil kejahatan yang ditinggal oleh pelaku.
https://m.merdeka.com/peristiwa/35-m...gurah-rai.html


2. Pemiliknya Lupa Ingatan

Kemungkinan kedua, pemiliknya lupa ingatan. Setelah memarkir motornya di bandara, ia lupa mengambil motornya dan merasa tak pernah punya motor. Ketika ditanya oleh keluarganya tentang motor itu, mungkin saja ia menjawab sudah hilang atau dijual.


3. Pemiliknya Hidup Sebatang Kara

Mungkin karena hidup sebatangkara, pemilik motor pergi sendirian ke bandara, lalu menitipkan motornya di Parkiran selama ia bepergian ke luar daerah. Andai dia punya keluarga, tentu ia memilih minta diantar oleh keluarga ke bandara, lalu keluarga itu membawa pulang motornya. Atau ia memilih naik taksi ke bandara sehingga motor bisa dipakai oleh anggota keluarga. Tapi karena sebatang kara, terpaksa motor itu dibawa, karena khawatir hilang jika ditinggal di rumah. Setelah pergi, mungkin ia sakit atau wafat, sehingga tak ada keluarganya yang mencari atau mengambil motor itu.

Karena itu, menuut Ane, sebaiknya jika masyarakat menitipkan motornya (titip inap) di Parkiran Bandara, hendaknya diminta fotokopi KTP dan STNK. Dengan cara ini, akan mudah diidentifikasi pemiliknya, jika tak diambil lebih dari 1 bulan.
***
Itulah tiga kemungkinan penyebab motor yang terparkir bertahun-tahun tak diambil pemiliknya di Parkiran Bandara. Mungkin GanSis bisa menambahkan penyebab lainnya, silakan memberikan komentar!
Spoiler for Referensi:

Quote:
kemungkinan no 1
motor boleh nyolong
di bandara soekarno hatta ada kaja gitoe .... Di parkiran motor terminal 2D

1. honda win yang entah soedah berapa belas tahoen... kabarnja jang poenja soedah meninggal tidak diambil karena pihak keloearga tidak perdoeli
2. honda megapro lawas ... Tapi pas cerei direboetin akhirnja ditinggal begitoe sadja
Quote:


ahhh kisanak djangan sembarang beroetjap emoticon-Ngakak
Quote:


lagi ngga sayang benda
kan beli pake duit tuh
Quote:


di bandara jangan jajan dahemoticon-Cape d... (S)
Quote:


mahal emoticon-Cape d... saija kerdja disana sadja bawa bekel sendiri kok emoticon-Ngakak
Quote:


pake bangetlahemoticon-Cape d... (S)
iyah daripada beli di sana...kanker
bisa jadi itu awalnya kunci atau stnk lupa..
tarsok tarsok.....udah kebeli motor lagi emoticon-Leh Uga
sudah gk ada pemiliknya emoticon-Ngacir
biasanya orang kaya,lupa parkir
penampakan motornya mana
Nomer 2 & 3 ga benar ganemoticon-Ngakak
Quote:


Kan udah ane jelaskan, ga diizinkan ngambil foto motor itu, jadi ga bisa ditampakin di sini. emoticon-Big Grin

Quote:


Yoi bro, kemungkinan 23 itu sangat kecil.
2 tahun didiamkan saja tanpa pemilik yang jelas. Lebih baik telusuri dari plat nomor, dikoordinasikan dengan dinas terkait.

Kalau sudah ketemu pemiliknya. Bisa langsung ditanya. Mau bayar sewa atau kendaraannya disita petugas.

Lumayan kan, uang sewa atau lelang kendaraannya bisa masuk kantong bandara. emoticon-Ngakak
sepertinya hampir di tiap parkiran ada bre,
kalo hasil nyolong kan lapor polisi pastinya udah dicari ya bre emoticon-Bingung
kalau bahan curian mana berani masuk wilayah parkir berpalang, apalagi bandara
sepertinya ia ingin menghamburkan sedikit uangnya emoticon-Cool
Alkisah hidup seorang pria sebatang kara, saat beranjak dewasa dia memutuskan untuk merantau ke negeri orang dengan harapan dapat menjalani hidup yg lebih baik kelak.
Dia berangkat menuju bandara dengan motor kesayangannya. Sungguh baik nasib pemuda ini. Sesampainya di kota orang, dia langsung mendapatkan kesempatan emas. Dengan kerja keras dan kejujurannya akhirnya dia dipercaya untuk mewarisi harta seorang kakek renta. Ketika sang kakek meninggal, dia menjadi pemilik tunggal dari sebuah kebun sawit seluas 3000 hektar.
Akhirnya dikisahkan sang pemuda hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.
Sekian