alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Kebutuhan Lebaran picu kenaikan tipis inflasi Mei
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1617e51a9975967e8b4586/kebutuhan-lebaran-picu-kenaikan-tipis-inflasi-mei

Kebutuhan Lebaran picu kenaikan tipis inflasi Mei

Kebutuhan Lebaran picu kenaikan tipis inflasi Mei
Sejumah wisatawan menyaksikan pergerakan pesawat di landasan pacu Bandara Ngurah Rai dari Pantai Patra Bali, Kuta, Selasa (15/5/2018).
Kenaikan tarif penerbangan didukung dengan lonjakan daging dan telur ayam membuat tingkat inflasi Mei 2018 naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Mengutip rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Mei tercatat berada pada posisi 0,21 persen, atau naik dari posisi sebelumnya (month-to-month) 0,15 persen.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), BPS juga mencatat inflasi tahunan Mei 2018 mencapai 2,75 persen, yang juga lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,69 persen. Inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2018) juga tercatat sebesar 1,3 persen, dengan inflasi tahun ke tahun (yoy) sebesar 3,23 persen.

Meski secara bulanan dan tahunan melonjak, inflasi pada musim Ramadan 2018 ini relatif lebih kecil dibandingkan musim Ramadan dua tahun lalu.

Inflasi Ramadan 2016 yang jatuh pada bulan Juli mencatatkan level sebesar 0,69 persen. Posisi sama juga terjadi pada musim Ramadan 2017 yang jatuh pada bulan Juni.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan, rendahnya inflasi pada Ramadan tahun ini tak mencerminkan rendahnya permintaan masyarakat. Sebab berdasarkan komponennya, inflasi inti justru memberikan andil terbesar terhadap inflasi.

Adapun andil tiga komoditas yang disebut di awal adalah 0,07 persen untuk daging ayam ras, 0,06 persen untuk telur ayam ras, dan 0,03 persen untuk kenaikan tarif angkutan udara.

Jika dikelompokkan, maka kelompok sandang menyumbang inflasi tertinggi dengan besaran 0,33 persen, disusul kelompok makanan jadi sebesar 0,31 persen, dan kelompok bahan makanan sebesar 0,21 persen.

Selain itu juga ada kelompok perumahan yang melonjak 0,19 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,09 persen.
Kebutuhan Lebaran picu kenaikan tipis inflasi Mei
Infografik inflasi Mei 2018
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berujuar, tingkat Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2018 ini mematahkan pandangan sejumlah analisis yang mengklaim pelemahan Rupiah akan melambungkan inflasi.

“Ini bukti nyata di Ramadan, termasuk inflasi terendah dari tahun-tahun sebelumnya, termasuk juga bukti bahwa dampak pelemahan nilai tukar terhadap inflasi tidak berdampak besar seperti pandangan sejumlah analisis,” kata Perry dalam Bisnis Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan faktor stabilisasi harga pangan telah memberi kepastian terhadap pengendalian laju inflasi Mei 2018.

“Kita jaga prestasi dan kondisi ini agar per tahun bisa sesuai asumsi APBN sebesar 3,5 persen,” sebut Sri Mulyani dalam ANTARA.

Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan Senin (4/6/2018), Rupiah berhasil menguat 18 poin menjadi 13.878 dibandingkan posisi sebelumnya 13.896.

Analisis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, penguatan Rupiah ini, salah satunya, didukung lantaran inflasi Mei 2018 yang relatif terkendali.

“Ada respons positif dari market terhadap kenaikan 7-day Repo Rate tambahan dan inflasi Mei yang terkendali di level yang rendah,” jelas Reny.

Sebelumnya, pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira, memprediksi inflasi Mei 2018 berkisar antara 0,5 persen-0,6 persen (sekitar 3,6 persen yoy).

Lonjakan harga bahan kebutuhan pokok jelang masuknya Ramadan dinilai Bhima berpotensi memberikan andil tambahan pada laju inflasi, meski ditopang oleh kepastian tidak adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Di sisi lain, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti mengatakan jatuhnya Ramadan dan Idulfitri pada pertengahan bulan bisa menjadi faktor yang membuat kenaikan inflasi tidak terlalu drastis.

“Ini agak terbantu dari sisi perhitungan inflasi karena akan terbagi dua, di Mei dan Juni. Kalau jatuhnya di awal atau akhir bulan, maka akan tinggi sekali di salah satu bulan,” sebut Yunita.
Kebutuhan Lebaran picu kenaikan tipis inflasi Mei


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...is-inflasi-mei

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kebutuhan Lebaran picu kenaikan tipis inflasi Mei Ramai-ramai PK usai Artidjo pensiun

- Kebutuhan Lebaran picu kenaikan tipis inflasi Mei Puncak arus mudik diperkirakan bergeser lebih awal

- Kebutuhan Lebaran picu kenaikan tipis inflasi Mei Kemendag gelar Bazar Ramadan murah meriah

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di