alexa-tracking

Ramalan BI soal Ekonomi RI dan Nilai Tukar di 2018

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b15f99b9e7404b5178b4568/ramalan-bi-soal-ekonomi-ri-dan-nilai-tukar-di-2018
Ramalan BI soal Ekonomi RI dan Nilai Tukar di 2018
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memproyeksi ekonomi nasional sepanjang 2018 akan tumbuh di kisaran 5,1-5,5%. Angka tersebut masih hampir sama dengan yang ditarget pemerintah yakni 5,4%.

"Pertumbuhan ekonomi kita lihat, Bank Indonesia perkirakan 5,1-55% 2018, sumbernya di samping konsumsi, ada juga dari perbaikan ekspor, investasi," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Selain itu, Bank Indonesia juga memproyeksikan tingkat inflasi berada di level 3,6% di 2016. Sedangkan nilai tukar rupiah rata-rata Rp 13.800-Rp 14.100 per US$ di sepanjang 2018.

"Tekanan nilai tukar pernah Rp 14.300 seminggu terakhir sejak 24 Mei, sekarang Rp 13.780 dan cukup stabil sejak minggu lalu," jelas dia.

Baca juga: Gubernur BI Beberkan 3 Perubahan Dunia yang Pengaruhi RI


Untuk merealisasikan hal tersebut, Perry mengungkapkan ada 3 hal yang dilakukan. Pertama, memastikan ekonomi nasional dalam kondisi baik. Kedua, menjaga stabilitas dengan mengambil keputusan. Ketiga, menjalin komunikasi terus menerus terhadap pelaku ekonomi.

"Itulah kami sepakat untuk pemerintah perkuat koordinasi, memperkuat stabilitas, dalam konteks nilai tukar, inflasi rendah," jelas dia.

Sedangkan untuk 2019, Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi di level 5,2-5,6p, inflasi 3,5% plus minus 1%, nilai tukar rupiah Rp 13.800-Rp 14.100 per US$.

"Untuk 2019. Sejumlah potensi mendorong pertumbuhan dari sisi global itu yang cukup baik, harga komoditas yang tinggi membuat kinerja ekspor kita baik, stimulus fiskal juga mendorong pertumbuhan dan juga membaiknya investasi swasta, menggerakan permintaan domestik," tutup dia.

Baca juga: Bos BI Sebut Gejolak Dolar AS Tak Banyak Pengaruhi Inflasi Mei

Rapat Dilanjutkan Besok

Rapat antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Komisi XI DPR berjalan hingga memasuki waktu berbuka puasa. Rapat yang membahas RAPBN 2019 ini pun belum menghasilkan keputusan.

Sejumlah anggota Komisi XI memberikan berbagai pernyataan dalam rapat yang juga dihadiri oleh Menteri PPN Bambang Brodjonegoro, Gubernur BI Perry Warjiyo, serta Kepala BPS Kecuk Suharyanto.

Johnny G Plate anggota dari fraksi Nasdem menilai rancangan APBN 2019 dari pemerintah cukup ambisius. Mengingat adanya sejumlah tantangan yang bakal dihadapi, mulai dari proteksionisme di AS, situasi geopolitik luar negeri dan lainnya.

"Kami memperhatikan semenjak kebijakan fiskal, kami sudah menyampaikan asumsi makro ini luar biasa optimistiknya. Tapi tantangan yang luar biasa juga," kata Johnny.

Sementara itu, Mukhamad Misbakhun dari Fraksi Golkar mempertanyakan perihal alokasi subsidi dalam kerangka ekonomi makro 2019 dari pemerintah. Dia bilang, pemerintah harus memberi kepastian subsidi kepada masyarakat.

"Subsidi ini akan kita relaksasi? atau dikurangi atau apa? itu lah signal yang harus diberikan kepada publik," katanya.

Sedangkan Elviana dari fraksi PPP mempertanyakan asumsi makro pemerintah yang selalu tak sesuai dengan target.

"Kenapa asumsi yang disusun tim ekonomi komisi XI ini selalu meleset ya? tidak pernah tercapai, kenapa ya? Apakah tidak meninjau langsung kelapangan? di tahun terakhir Jokowi ini asumsi ini tidak meleset lagi," katanya.

Namun Achmad Hafisz Tohir selaku pimpinan rapat kemudian memutuskan untuk menskors rapat sebelum pemerintah memberi jawaban. Rapat diskors hingga Selasa (5/6/2018) besok.

"Karena waktu yang tidak mencukupi, maka kita putuskan untuk menskors rapat hingga besok pukul 10.00WIB, dengan agenda pemerintah untuk memberikan jawaban," kaya Hafisz.

https://finance.detik.com/moneter/d-4052884/ramalan-bi-soal-ekonomi-ri-dan-nilai-tukar-di-2018

Faktor domestik udah dalam kendali pemerintah dan berjalan dengan luar biasa baik. Hanya saja perlu diwaspadai faktor eksternal, terutama yg berasal dari euro zone yg memang masih labil dan masih berpotensi mengganggu ekonomi dunia.

Nasbung masih ngumpet entah kemana.
image-url-apps
Makan dolo bre
Huehuehue
meroket ga tahun ini?emoticon-Bingung
×