alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kritik Fahri dan Keraguan Fadli Soal Penggeledahan Teroris di UNRI
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b15ed215a516377048b4568/kritik-fahri-dan-keraguan-fadli-soal-penggeledahan-teroris-di-unri

Kritik Fahri dan Keraguan Fadli Soal Penggeledahan Teroris di UNRI

Kritik Fahri dan Keraguan Fadli Soal Penggeledahan Teroris di UNRI

Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon kompak mengkritisi penggeledahan Densus 88 Polri di kampus Universitas Riau (UNRI) terkait penangkapan terduga teroris. Seperti apa komentar mereka?

Fahri langsung berkicau lewat akun Twitter-nya ketika tahu kabar Densus 88 menggeledah Kampus UNRI. Dia memprotes keras polisi masuk ke area kampus dengan senjata lengkap.

Pak @jokowi, ini jangan dibiarkan, kalau senjata laras panjang sudah masuk kampus, kita telah kembali ke zaman batu! Mungkin bapak tidak pernah menjadi aktivis. Maka bapak biarkan kejadian ini. Ini perang dengan mahasiswa!" tulis Fahri lewat akun Twiter-nya @Fahrihamzah, Sabtu (2/6).

Menurut Fahri mimbar akademik telah dirusak oleh negara dengan aksi Densus 88 masuk ke dalam kampus. Dia menegaskan kampus, rumah sakit, dan gedung parlemen merupakan tempat yang tidak boleh ada senjata.

Apakah ada teroris bersenjata dalam kampus? Kenapa tidak kirim intel? Kenapa tidak ditangkap di luar kampus? Apakah mereka bikin markas teroris di kantor menwa? Kenapa senang menampakkan pasukan bersenjata dan laras panjang masuk kampus? Ini Polri atau kompeni? #SaveKampus," pungkasnya.

Polri langsung merespons protes Fahri. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan langkah Densus 88 masuk ke kampus UNRI dengan perlengkapan senjata sudah sesuai standar operasi prosedur (SOP).

"Penangkapan kasus teror itu tidak sama dengan penangkapan kasus lain. Ini teman-teman tadi melihat bomnya sudah siap," ujar Setyo. Dia menyatakan penangkapan kasus terorisme tidak bisa disamakan dengan kasus lainnya.

Tim Densus 88 Polri sendiri mengamankan 3 orang terduga teroris di Kampus UNRI. Sejumlah barang bukti disita, di antaranya bahan peledak jenis TATP, sejumlah pedang, panah hingga senapan angin.

Setyo menyebut terduga teroris yang diringkus di Kampus UNRI ini menargetkan gedung DPR dan DPRD sebagai tempat melakukan aksi teror.

"Diduga menyerukan amaliyah atau penyerangan terhadap kantor-kantor DPR RI dan DPRD," katanya.

Fahri Hamzah pun kembali bersuara. Menurut dia, tidak seharusnya Polri mengungkap adanya rencana pengeboman gedung DPR dan DPRD oleh terduga teroris yang ditangkap di Kampus UNRI. Polri seharusnya melakukan investigasi menyeluruh dari informasi tersebut.

Fahri menilai informasi semacam itu sebaiknya menjadi bahan konsultasi antara Polri dengan instansi atau pihak yang bersangkutan. Pengungkapan informasi ancaman tersebut kepada publik dinilai hanya memberikan kesan negatif.

Harusnya ini adalah data intelijen yang dikonsultasikan oleh kepolisian dengan satuan pengamanan yang sekarang di lingkungan DPR sudah ditingkatkan. Sebab kalau setiap ancaman menjadi informasi publik, ini seolah-olah antarkelembagaan mengalami proses tawar-menawar yang tidak baik," ucapnya.

Sahabat Fahri, Fadli Zon juga merespons. Dia merasa ragu tiga orang terduga teroris yang diamankan di kampus UNRI menjadikan gedung DPR atau DPRD sebagai target pengeboman.

Saya tidak terlalu yakin ya, harus diinterogasi. Makanya mereka itu harus diadili kalau memang benar gitu," kata Fadli di Gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/6).

Dia pun berharap rencana pengeboman tiga terduga teroris tersebut ke gedung DPR atau DPRD tidak benar. Menurutnya tidak ada alasan khusus bagi tiga terduga teroris itu menjadikan gedung DPR atau DPRD sebagai sasaran aksi teror.

Kritik Fahri dan Keraguan Fadli Soal Penggeledahan Teroris di UNRI

Apa tujuannya? DPR ini gedung rakyat kok, mereka ini siapa. Gedung rakyat. DPRD juga begitu, apa kepentingannya. Apakah mau apa. Jadi mereka itu kalau memang tertangkap jangan dibunuh, diadili supaya kita tahu apa yang mereka rencanakan kalau memang ada," imbuh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Ke depan, dia berharap terorisme bisa musnah dari Indonesia. Fadli yakin, pada dasarnya tak ada bibit-bibit teroris di Indonesia. Menurutnya, teroris-teroris di Indonesia muncul berdasarkan kepentingan orang-orang tertentu.

"Saya sangat yakin, sampai sekarang masyarakat kita adalah masyarakat yang cinta damai, toleran karena budaya kita dari dulu memang beragam gitu. Saya tidak percaya orang Indo itu punya bakat jadi teroris kecuali dimanfaatkan oleh orang lain dipergunakan oleh orang lain untuk kepentingan-kepentingan apapun," ujar Fadli.

Terkait kritik atas pengungkapan informasi tersebut, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal sebelumnya sudah memberi penjelasan. Menurutnya informasi itu diungkap ke publik untuk sama-sama meningkatkan kewaspadaan.

"Ini kan untuk kewaspadaan kita semua. Dan itu (hasil) bagian dari upaya penyidikan," kata Iqbal.

Menurut Iqbal, informasi soal rencana teror ke gedung DPR dan DPRD tersebut didapatkan Polri dari hasil penyelidikan atas terduga teroris yang ditangkap. Dia mengatakan terduga teroris yang ditangkap di kampus UNRI berasal dari jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang dipimpin Aman Abdurrahman.

"Karena sesuai SOP, sebelum kita lakukan penggeledahan dan penangkapan, kita sudah tahu bahwa terduga teroris ini masuk jaringan. Dan jaringan itu berbahaya. Tahu sendiri, mereka bukan takut mati, tapi cari mati. Itu pemahaman alirannya. Makanya berkategori berbahaya," ujar Iqbal.

"Apalagi ada bom yang sudah diracik dan siap ledak. Itu SOP dan strategi khusus untuk menangani kasus berisiko tinggi. Polri juga tidak boleh main-main. Itu SOP-nya, (untuk hadapi) extraordinary crime," sambungnya.


https://m.detik.com/news/berita/d-4053357/kritik-fahri-dan-keraguan-fadli-soal-penggeledahan-teroris-di-unri

Maaf maaf ya, tersangka sdh ditangkap, semua dlm keadaan masih hidup, barang2 bukti sdh disajikan, motif pun sdh jelas, kurang apa lagi coba, tapi kok masih nyinyir jg? Yakin indonesia 2019 akan jauh lebih baik dipimpin org2 seperti ini? I think not
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
"Saya sangat yakin, sampai sekarang masyarakat kita adalah masyarakat yang cinta damai, toleran karena budaya kita dari dulu memang beragam gitu. Saya tidak percaya orang Indo itu punya bakat jadi teroris kecuali dimanfaatkan oleh orang lain dipergunakan oleh orang lain untuk kepentingan-kepentingan apapun," ujar Fadli.


orang pribumi indo emang aslinya cinta damai, tapi beringas gara2 dimanfaatin arab caboel dari gurun fasir sono emoticon-Embarrassment
Jebolan partai alloh cara pikir nya jgn diragukan lagi
'Apa tujuannya? DPR ini gedung rakyat kok, mereka ini siapa' .


mereka siapa? ya kenalan dl lah biar tau mereka siapa. atau mau kenalan sm bom mereka jg boleh
ngapai di pikirin, tugas mereka memang nyinyir gtu, tp ya pura2.. ktm Jkw jg cm cengar cengir

Dan bila pada waktunya yang dituduhkan tidak terbukti bagaimana??
Apakah adik adik kita ini masih bisa berkuliah??
Betapa malunya orang tua mereka,keluarga mereka, dan bisakah rasa malu itu hilang??
duo Badut DPR
Quote:


Bener gan!!!
Bukti Senjata Api, Bom, Panah itu kan bisa aja praktikum kuliah
Kudunya nunggu meledak dulu, biar terbukti kalo memang dia teroris
Salah Jokowi emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:


Densus 88 itu bergerak berdasarkan infomrasi dari intel, di setiap kampus itu ada intel yang menyamar jadi mahasiswa.

Densus 88 tidak akan melakukan penggerebekan jika tidak ada laporan dari intel dan kemudian dilakukan verifikasi dengan mengirimkan pengawas langsung yang menyamar.

Harusnya orang tua yang malu, bisa gagal mendidik anak malah anak ya menjadi teroris.

Quote:


Please si ndoromuda dimasukkin ignore list aja. Dia cuma ngetroll di banyak trid.

Reply elo ga pernah dibales sama dia, karena udah langsung kabur. Jangan buang-buang waktu nge-quote bocah SMP emoticon-Big Grin
Bijimane, bosnya aje nemuin penghujat agama dan pendukung sistem pemerintahan khilafa..
Target mereka bukan jadi presiden.
Target mereka adalah NKRI bubar.
Rusak agama mayoritasnya di Indonesia dari dalam.
Rangkul golongan radikalnya.

Indonesia chaos, masuklah negara lain.
Mission accomplished.
Just my opinion.

"The heroes in the past have been fighting for the independence and integrity of this nation. My part is to defend what they have striven for."

emoticon-I Love Indonesia
duo buntelan kentut anggap aja lg masuk angin
Quote:


Huahuahua


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di