alexa-tracking

MARAKNYA KASUS TERHADAP ANAK DI INDIA

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b1565cd925233a53e8b4567/maraknya-kasus-terhadap-anak-di-india
MARAKNYA KASUS TERHADAP ANAK DI INDIA
Sungguh tragis apa yang terjadi belakangan ini, banyak kasus kekerasan yang dijumpai pada anak. Anak yang masih murni dan tidak berdosa harus rela menderita karena menerima perlakuan kasar dari orangtua maupun oranglain. Pengalaman pahit seperti ini tentunya akan membekas sepanjang hidup anak dan akan menimbulkan masalah dikemudian hari.

Sebelumnya Diberitakan Times of India Minggu (15/4/2018), korban yang berusia 11 tahun tersebut telah diperkosa, dan dicekik hingga tewas
Mayat gadis itu ditemukan pada 6 April pagi waktu setempat. Polisi menduga pelaku memerkosa dan membunuhnya sebelum dibuang ke Surat.

Komisaris Polisi Surat Satish Sharma mengatakan, identitas bocah perempuan itu masih belum diketahui karena menderita luka yang parah. Namun, dari pemeriksaan awal, setidaknya terdapat 86 luka di tubuhnya.
Terdapat luka parah di bagian kemaluan korban yang disebabkan oleh benda tumpul. "Nampaknya, korban dikurung, dan diperkosa sebelum dibunuh," kata Sharma.

Times of India membeberkan, baik Surat maupun Kathua, tempat Bano dibunuh, berada di kawasan India Utara, di mana daerah tersebut menjadi kantong insiden pemerkosaan. Berdasarkan data Biro Catatan Kriminal India, provinsi yang sering dilaporkan terjadi kasus pemerkosaan adalah Madhya Pradesh, kemudian diikuti Rahasthan, maupun Uttar Pradesh.

Gadis 7 Tahun Diperkosa dan Dibunuh
Dilansir dari CNN Indonesia -- Seorang gadis berusia tujuh tahun dilaporkan diperkosa dan dibunuh saat sebuah pernikahan sedang berlangsung di India, memicu protes lebih luas di negara dengan tingkat kriminal tinggi tersebut.


Kepolisian menemukan jasad bocah tersebut di sebuah gedung pada Selasa (17/4), beberapa jam setelah ia dilaporkan menghilang dari sebuah pernikahan di Etah, Uttar Pradesh.

Mereka menemukan jasad itu tergeletak di samping pelaku yang tertidur karena terlalu mabuk.

Setelah diselidiki, pria itu adalah pendiri tenda di pesta pernikahan tersebut. Dia diduga membawa korban ke bangunan yang sedang direnovasi, memerkosanya, dan mencekiknya hingga tewas.

"Kami menuntunya dengan tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan anak. Kami menunggu laporan pos-mortem, tapi dari bukti yang kami lihat, korban nampanya dicekik hingga tewas," ujar Kepala Kepolisian Etah, Akhilesh Chaurasia, kepada AFP.

Tak lama setelah kabar ini tersebar, publik India semakin murka, terutama di jagat maya. Mereka menganggap pemerintah tidak serius mencegah pemerkosaan yang semakin marak di India.

Selama sepekan belakangan, ruas-ruas jalan di berbagai pelosok di India dipadati pengunjuk rasa yang melontarkan protes meningkatnya kasus pemerkosaan di negara itu.

Merujuk pada laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2014, satu dari tiga korban pemerkosaan di India adalah anak-anak. (CNN Indonesia)

ANAK 6 TAHUN DIPAKISTAN DITEMUKAN TEWAS

Anak berusia enam tahun tersebut ditemukan tewas pada 9 Januari lalu.

Jenazahnya ditemukan 1,5 kilometer dari tempatnya dilaporkan hilang lima hari sebelumnya (5/1/2018), ketika hendak berangkat menuju kelas belajar Al Quran. Dari hasil autopsi, diketahui Ansari diperkosa sebelum dicekik hingga tewas.

Kantor berita AFP Sabtu (17/2/2018) memberitakan, Imran Ali dijatuhi empat vonis hukuman mati.

Ali ditangkap setelah sampel DNA-nya cocok dengan yang ditemukan di jenazah Ansari. Sejak itu, Ali mengakui perbuatannya. Selain Ansari, Ali juga didakwa melakukan penyerangan terhadap tujuh bocah lain di Punjab sepanjang 2017. Pemuda 24 tahun tersebut mengakui seluruh penyerangan tersebut. Adapun dari delapan penyerangan kepada anak di bawah umur itu, dia membunuh enam di antaranya. Jaksa penuntut Ihtesham Qadir mengatakan, vonis mati diberikan setelah Ali terbukti telah membunuh, dan memperkosa Ansari. "Selain itu, dia juga melakukan aksi teror," kata Qadir. Di bawah hukum Pakistan, setiap tindakan yang berpotensi mendatangkan teror ke masyarakat bisa dijerat hukum anti-teror. Ali juga mendapat tambahan hukuman seumur hidup, dan denda sebesar 3,2 juta rupee Pakistan, atau sekitar Rp 392 juta.

Seusai persidangan, ibu Ansari, Nusrat Bibi, berkata dia menginginkan hukuman mati Ali dilaksanakan secara publik. "Saya ingin dia digantung di tempat di membunuh Zainab," kata Bibi kepada awak media, seperti dikutip AFP. Adapun pembela Ali, Sultan Masood, mengatakan kalau persidangan berjalan dengan lancar dan adil. "Terdakwa mengakui segala kesalahannya. Jadi, hukuman mati yang diberikan sudah pantas," kata Masood. Sebelumnya, beberapa jam sebelum Ansari dimakamkan, beberapa jam sebelumnya warga Kapur berdemo dan terlibat bentrok dengan aparat setempat. (kompas.com)


Gadis 8 Tahun di India Diperkosa dan Dibunuh

Jenazah korban yang bernama Asifa Bano (8) ditemukan di tengah hutan di dekat kota Kathua, negara bagian Jammu dan Kashmir pada 17 Januari 2018 lalu. Kepolisian pun telah menahan setidaknya delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun kasus yang awalnya sebatas kriminal, kini telah memicu perdebatan nasional dengan sebagian masyarakat menuntut keadilan bagi korban. Sementara lainnya menyebut para tersangka yang telah ditahan telah diperlakukan tidak adil.

Korban Asifa, adalah anak dari keluarga komunitas muslim nomaden yang hidup berpindah-pindah bersama dengan hewan ternak mereka. Di musim dingin, tak jarang mereka berpindah ke hutan di Jammu untuk berlindung. Hal tersebut beberapa kali menyulut perselisihan dengan komunitas Hindu yang ada di wilayah tersebut. Perdebatan semakin luas setelah dua menteri dari partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP) ikut hadir dalam aksi dukungan terhadap para tersangka. Kritikan pun disampaikan salah seorang anggota parlemen India, Rahul Gandhi, yang sekaligus pemimpin oposisi dari partai Kongres Nasional India. "Bagaimana bisa seseorang melindungi para penjahat yang seperti setan?" tulis Gandhi dalam akun Twitter-nya, Kamis (12/4/2018). "Apa yang menimpa Asifa di Kathua adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak boleh berakhir tanpa hukuman."

Konflik antara kedua kelompok pun kini berkembang menjadi perselisihan agama, karena korban yang berasal dari komunitas muslim dan para tersangka yang beragama Hindu. Mengutip BBC, para tersangka yang ditahan termasuk seorang anak di bawah umur, pensiunan pejabat pemerintah, serta petugas kepolisian lokal.

Kasus ini turut memicu gelombang aksi protes baik oleh kelompok yang membela korban maupun yang mendukung para tersangka. Rahul Gandhi turut memimpin aksi pawai lilin di Delhi pada Kamis (12/4/2018) malam. Aksi lain telah direncanakan untuk membawa perhatian pemerintah pada kejahatan brutal terhadap perempuan di India. Kepala Komisi Perempuan Delhi, Swati Maliwal mengatakan akan melakukan aksi mogok makan dan menuntut keamanan yang lebih baik bagi perempuan dan anak-anak di negara itu. Beberapa aktivis perempuan juga merencanakan protes di Delhi dan juga sejumlah kota lainnya. (kompas.com)

PETUGAS KEBERSIHAN di India Perkosa Bocah 3 Tahun di Dalam Bus

Seorang petugas kebersihan usia 45 tahun menarik bocah Berusia tiga tahun ke dalam bus yang parkir di jal

Insiden mengenaskan itu terjadi di sebelah utara Kalkuta, India, Senin (5/3/2018) siang. Sementara itu, dari pintu bus, kakak kandung dari bocah itu, yang sudah 5 tahun, terus memohon kepada laki-laki untuk melepaskan adiknya. Usahanya yang sia-sia untuk menyelamatkan adiknya mendorong anak laki-laki itu berlari bersama ibunya. Sang ibu kemudian meminta bantuan untuk tetangganya, yang dengan segera tiba di lokasi kejadian dan menyelamatkan gadis kecil itu dari cengkeraman pemerkosa.

Pelaku yang baru dipukuli sebelum datang di lokasi. Korban kemduian dibawa ke rumah sakit terdekat. Polisi mengidentifikasi pekerja bernama Sheikh Munna. Sebelum terjadi perkosaan terjadi, bocah perempuan dan kakaknya sedang bermain bola. Bola yang digunakan untuk melewati sebuah bus mewah yang terparkir di pinggir jalan. Gadis yang tidak mengubah identitasnya itu berinisiatif untuk mengambil bola. Namun, dia malah bertemu Munna yang membujuk anak itu masuk ke dalam bus dan menguncinya. "Kakaknya memohon dari balik pintu bus, memanggil adiknya dan menangis. Dia lari ke rumah dan melapor ke ibunya," kata paman korban.

Tangisan sang ibu mencuri perhatian tetangganya, yang kemudian secara langsung membuka pintu bus. "Kami melihat anak itu terbarik di kursi bus," ujar paman korban. Kepolisian telah memelihara Munna, sementara bus disita untuk kepentingan penyelidikan. (kompas.com)

PAMAN PERKOSA ANAK 3 TAHUN HINGGA SEKARAT

Seorang bocah perempuan tengah berada dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Universitas King George (KGMU), India. Nyawa gadis kecil tiga tahun itu terancam setelah dia menjadi korban pemerkosaan pamannya sendiri. Dilansir Hindustan Times Sabtu (3/3/2018), kejadian itu berlangsung di Thakurganj, pada Jumat sore (2/3/2018) waktu setempat.

Awalnya bernyanyi paman , yang merupakan adik dari ayah korban datang ke rumah mereka untuk merayakan Festival Holi, atau Festival Warna. Saat bocah itu tengah bermain di luar rumah, pelaku yang baru berusia 20 tahun, tiba-tiba tiba menculiknya. "Pelaku membawa bocah itu ke gedung tak berpenghuni, dan memperkosanya," ujar Inspektur Kepolisian Thakurganj, Ramesh Chandra Yadav. Yadav melanjutkan, orang-orang kemudian mencari, dan menemukan bocah malang itu selamat di sudut bangunan. Pelaku memerintah sendiri. Namun, dia berbicara dan dia mendapat bantuan sebelum polisi ke polisi. Pelaku akan dijerat dengan pemerkosaan dari Undang-undang Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual (POCSO).

Seorang anak perempuan berusia 11 tahun dibunuh secara brutal setelah tersangka pelaku gagal memerkosanya. Insiden mengerikan ini terjadi di Negara Bagian Madhya Pradesh pada Kamis (1/3/2018) dan kondisi anak itu baru terungkap setelah polisi membawa jenazah anak itu untuk diotopsi. Hasil otopsi menunjukkan, anak perempuan itu dianiaya berat. Keluarga bocah itu mengklaim, putri mereka dibunuh setelah sang pelaku gagal memerkosanya. Demikian dikabarkan situs berita Daily Bashkar.

Diduga bocah itu bisa melawan, tetapi harus kehilangan nyawa setelah tersangka menyerangnya dengan senjata tajam. Jenazah anak itu ditinggalkan begitu saja di ladang dan saat polisi tiba di lokasi kejadian, warga sudah banyak berkerumun. Polisi harus meminta warga menjauhi jenazah korban agar tidak merusak barang bukti dan menutupi tubuh bocah itu dengan kain. Kini polisi masih melakukan penyelidikian untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis itu. (kompas.com)
image-url-apps
MARAKNYA KASUS TERHADAP ANAK DI INDIA
image-url-apps
disana perkosaan terhadap perempuan sepertinya sudah menjadi makanan setiap hari emoticon-Turut Berduka
KASKUS Ads
image-url-apps
Berita luar negeri 1 pengkolan lagi tong emoticon-Leh Uga
×